Review

Trans Metro Bandung




Bus Trans Metro Bandung

Trans Metro Bandung (TMB) adalah bus rapid transit di kota Bandung. Trans Metro Bandung diresmikan pada 22 Desember 2008.

Berikut ini beberapa update informasi perjalanan perkembangan Trans Metro Bandung dari waktu ke waktu:

1. Trans Metro Bandung telah mengoperasikan koridor pertama yaitu koridor Cibeureum - Cibiru yang berjarak 16 km. Halte yang digunakan sebanyak 16 halte di jalur Trans Metro Bandung. Bus koridor I ini hanya melewati Jalan By Pass Soekarno Hatta.

2. Trans Metro Bandung merupakan proyek patungan antara pemerintah kota Bandung dengan Perum II DAMRI Bandung. dalam memberikan layanan transportasi massal dengan harga murah, fasilitas dan kenyamanan.

3. Dalam awal peluncuran operasional, TMB mengalami kendala dan permasalahan. Permasalahann yang menimpa TMB sudah dirasakan jauh sebelumnya, mulai permasalahan shelter TMB, protes para sopir angkot, lelang pengelolaan TMB, hingga jumlah bus yang beroperasi terus menyusut.

4. Pada 5 April 2012 seluruh bus yang berjumlah 10 unit tersebut tidak beroperasi karena alasan anggaran untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) sudah habis. Operasionalisasi Transmetro Bandung (TMB) jauh dari harapan ideal. Selama sebulan beroperasi, pemasukan uang dari tiket TMB hanya Rp 34,7 juta dari target Rp 86,4 juta.

5. Setelah berhenti beberapa bulan, Trans Metro Bandung (TMB) koridor I dengan trayek Cibiru-Ciberuerum kembali beroperasi pada awal November 2012. Pengoperasian model transportasi publik ini setelah didapatkan pemenang tender ulang koridor I yakni PT Bianglala.  Untuk koridor I ini, masyarakat Kota Bandung akan dilayani sebanyak 10 unit bus yang akan beroperasi setiap hari. Mengenai harga tiket, tidak mengalami perubahan yakni untuk pelajar Rp 1.500 dan umum Rp 3.000.

Jumlah bus tersebut, dinilai sangat kurang untuk melayani masyarakat Kota Bandung. Namun karena mempertimbangkan tingkat kepadatan kendaraan di Kota Bandung saat ini, maka untuk sementara bus yang dioperasikan di koridor I berjumlah 10 unit.

6. Pada Jumat (11/3/2016) digelar launching e-ticketing di Stadion Persib, Kota Bandung. Sistem e-ticketing bus Trans Metro Bandung (TMB) bisa digunaka pengguna jasa bus TMB dengan membayar menggunakan smart card. Caranya, para calon penumpang bus harus lebih dulu mengisi saldo. Untuk saat ini pengisian saldo baru bisa dilakukan di Shelter TMB, namun direncanakan pengisian saldo bisa dilakukan di berbagai tempat seperti gerai mini market. Penerapan tiket elektronik ini diharapkan bisa meminimalisir aktivitas negatif yang tidak diinginkan seperti bocornya keuangan TMB.

7. Sarana transportasi Trans Metro Bandung (TMB) koridor III jurusan Cicaheum-Sarijadi batal diluncurkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung. Rencana sebelumnya, TMB koridor III ini diluncurkan Kamis, 26 November 2015. Ada 10 unit bus yang dioperasikan dan 18 halte di sepanjang jalur tersebut. Tarif untuk masyarakat umum adalah Rp3.000 dan Rp1.500 untuk pelajar dan mahasiswa.

Rute lengkap yang dilalui adalah Terminal Cicaheum, PHH. Mustofa, Surapati, Prabu Dimuntur, Cikapayang, Fly Over Pasupati, Pasteur (Dr. Djundjunan), Surya Sumantri, Lemah Neundeut, dan berakhir di Jalan Terusan Sutami.

8. Dana senilai Rp2 Milyar dialokasikan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung tahun 2016 untuk operasional jasa transportasi Trans Metro Bandung (TMB).

9.  Pada 15 - 29 Juni 2016 dilakukan uji coba kedatangan bus DAMRI setiap 5 menit. Untuk uji coba ini baru dilakukan 3 rute  dari 5 rute DAMRI. Ketiga rute tersebut yakni bus DAMRI: Trayek 01: Cicaheum-Cibeureum, Trayek 09: Cicaheum-Leuwipanjang, dan Trayek 11: Cibiru-Kebon Kalapa.

Selama masa uji coba, pihak DAMRI dan Dishub Kota Bandung akan menghitung ketidakcocokan jadwal dengan jam tiba di shelter. Ketidakcocokan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan jadwal ke depannya. Adapun menyangkut penyesuaian dengan Trans Metro Bandung, bus TMB akan mengisi jadwal kosong bus DAMRI. Ini dikarenakan armada TMB ‎jumlahnya masih terbatas.

Baca juga: Layanan Bus DAMRI Kini Lebih Nyaman