Review

Metro Kapsul Bakal Hadir di Bandung




Metro Kapsul Bandung

Bagi para wisatawan maupun masyarakat Bandung, kemacetan yang kerap terjadi di jalan-jalan Kota Bandung memang jadi permasalahan tersendiri. Akses dari satu titik ke titik lain terganggu karena di hadang macet. Salah satu titik kemacetan yang kerap terjadi yakni di kawasan pusat kota. Inilah yang kemudian mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk menghadirkan alternatfi moda transportasi publik yang bebas dari kemacetan.

Pembangunan pada 2017
Moda transportasi yang bakal hadir di Kota Bandung pada akhir 2017 tersebut yakni Metro Kapsul. Untuk pembangunannya sendiri rencananya akan dilakukan pada awal 2017. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pun telah menggelar pertemuan dengan pihak pusat, yakni bersama Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik, dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Ruswandi di Pendopo Kota Bandung, pada Sabtu, (5/112016).

Kereta dengan rel melayang itu akan dibangun di jalur padat di Kota Bandung  Adapun rencana pemberlakuan rute Metro Kapsul, yakni dari Stasiun Barat - Jln. Kebon Kawung - Jln. Pasir Kaliki - Jln. Kebon Jati - Jln. Otto Iskandardinata (Tegallega) - Jln. Dalem Kaum - Jln. Dewi Sartika - Jln. Kepatihan - Jln. Otto Iskandardinata - kembali ke Stasiun Bandung. Sementara kapasitasnya Metro Kapsul mampu memuat hingga 50 penumpang setiap unitnya.

Diproduksi di Subang
Metro Kapsul ini diproduksi di Subang oleh pihak PT Teknik Rekayasa Kereta Kapsul (Trekka). PT Trekka juga telah menyiapkan dua unit Metro Kapsul cadangan. Bagi para wisatawan, sarana transportasi modern ini akan sangat membantu saat mengunjungi tempat wisata belanja. Platform Metro Kapsul rencananya akan didirikan di tiga titik yakni di Terminal Angkot Stasiun Hall, Pasar Baru Trade Center, dan pedestrian di Jalan Dalem Kaum. Sementara jalur lintasannya sendiri sepanjang 2.850 meter dan pembangunannya tidak perlu pembebasan lahan.

Dalam operasionalnya, akan ada 4 unit Metro Kapsul yang berjalan beriringan dan dikemudikan secara otomatis. Pembangunan Metro Kapsul ini berasal dari investor dan dukungan pemerintah pusat dengan nilai investasi Rp500 miliar. Untuk lelangnya sendiri dilakukan pemerintah pusat. Metro Kapsul ini akan menjadi percontohan nasional. Dimana moda transportasi tersebut akan berjalah melayang (elevated) yang bisa dijadikan sarana angkutan wisata dan umum.

Video profil Metro Kapsul lihat di sini