Review

Pesona Kampung Wisata Pasir Angling, Cibodas, Lembang




Kampung Wisata Pasir Angling Cibodas Lembang

Beberapa kawasan di Kabupaten Bandung Barat sebetulnya mempunyai potensi untuk pengembangan wisata alam. Seperti halnya di kawasan Cibodas ke arah Bukit Tunggul yang terkenal dengan pesona alamnya. Di daerah ini, kita bisa melihat bagaimana keindahan alam Bandung utara yang menyajikan lanskap luar biasa.

Nuansa tradisional dan lukisan mural
 Nama kawasan yang kini makin naik daun tersebut adalah Kampung Pasir Angling, Desan Suntenjaya, Cibodas, Lembang. Aksesnya bila dari The Lodge Maribaya terus saja bablas ke arah Cibodas. Lokasinya sekitar 16 km ke arah timur dari Alun-alun Lembang. Kehidupan masyarakat di kawasan ini kebanyakan dari hasil perkebunan.

Salah satu daya tarik kampung ini adalah rumah-rumahnya yang masih tradisional. Bila Anda berkunjung ke sini, beberapa meter dari area perkebunan, wisatawan akan menjumpai rumah-rumah warga yang dihiasi mural-mural bertemakan perkebunan dan perternakan. Warna-warni dari mural ini mengambarkan dengan jelas ciri khas dari Kampung Pasir Angling

Wisata air terjun
Objek wisata yang ada di kawasan ini ada Curug Bellarosa/Curug Keraton, Batu Ngampar, dan Gunung Bukit Tunggul. Curug Bellarosa adalah salah satu air terjun di Jawa Barat yang memiliki keasrian dan keindahan yang alami. Untuk bisa mencapai Curug Bellarosa, wisatawan harus berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit dari area rumah warga. Di area curug ada saung-saung tradisional dengan atap serabut ijuk dan bilik bambu sederhana.

Situs sejarah dan kebun kopi
Suntenjaya pun memiliki potensi kearifan lokal berupa situs Batu Loceng, konservasi alam, kampung adat, super camp dan permainan masyarakat pedesaan.  Salah satu destinasi wisata sejarah di sini ada Batu Loceng (Lonceng = B. Indonesia) adalah sebutan masyarakat Desa Sunten Jaya untuk sebongkah batu yang bentuknya mirip tubuh manusia tengah bertapa (semadi).

Batu tesebut dikeramatkan karena dulunya bisa mengeluarkan suara lonceng dan mengeluarkan sinar. Batu yang dikeramatkan tersebut merupakan prasasti peninggalan Kerajaan Pajajaran yang ditemukan sekitar Abad ke-16. Situs ini berupa batu berbentuk seperti lonceng dengan diameter 30 cm dan tinggi 50 cm.

Info lengkap seputar situs Batu Loceng lihat di sini.

Batu Loceng pun terkenal dengan hasil perkebunan kopi dimana sebagian pabrik kopi terkenal di Bandung menggunakan kopi arabika dari sini sejak lama. Kopi yang dihasilkan dari kawasan ini meraih peringkat kedua pada ajang Specialty Coffee Association of America Expo 2016 di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat.