Review

Desa Wisata Batu Loceng, Lembang, Kabupaten Bandung Barat





Kawasan Batu Loceng di Desa Sunten Jaya memang belum menjadi destinasi wisata populer di daerah Lembang. Desa Sunten Jaya terletak di kawasan Cibodas, Lembang. Dari arah Maribaya terus ka arah timur (Bukittunggul). Merunut pada sejarah, desa ini mempunyai kisah sejarah tersembunyi. Bahkan, saat Bung Karno dulu menuntut ilmu dan giat dalam pergerakan, desa ini adalah tempat pilihannya untuk menyepi maupun untuk mengatur strategi perjuangan.

Bukan hanya itu, penjajah Belanda dan Jepang menjadikan desa ini sebagai basis startegi perang melawan para pejuang Republik. Belanda dan Jepang punya anggapan bahwa, jika ingin menguasai wilayah Bandung, maka kuasai Desa Sunten Jaya ini. Bahkan, konon desa ini  pernah digunakan para pejuang kemerdekaan dan tokoh-tokohnya dahulu untuk bersembunyi.

Desa Sunten Jaya adalah nama desa terpencil di pelosok Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat [Lihat peta di sini] yang berada di daerah Cibodas. Desa tersebut memiliki potensi kearifan lokal berupa situs Batu Loceng, konservasi alam, kampung adat, supercamp dan permainan masyarakat pedesaan. Umumnya kawasan di Lembang, Desa Sunten Jaya memiliki tanah yang subur plus hawanya yang sejuk. Kawasan ini diapit gunung-gunung yang masih hijau. Menurut penduduk setempat, desanya desa ini pernah disinggahi Gujarat Agung sewaktu menyiarkan Islam di daerah Jawa.

Gujaran Agung  konon sampai membuka padepokan kecil untuk mengajarkan ilmunya kepada para santri setempat. Sepak terjang Gujarat Agung ini tercatat dalam sebuah buku kuno yang ditulis pada Abad XII. Sebagai basis pengajaran Islam, Desa Sunten Jaya kerap didatangi santri-santri dari luar daerah. Tersebutlah santri utama Gujarat Agung yakni Sembah Sunan Dalem Marga Tuka Poko, Sembah Haji Husein, dan Sembah Haji Gozali

Situs Batu Loceng
Batu Loceng (Lonceng = B. Indonesia) adalah sebutan masyarakat Desa Sunten Jaya untuk sebongkah batu yang bentuknya mirip tubuh manusia tengah bertapa (semadi). Batu ini dikeramatkan karena dulunya bisa mengeluarkan suara lonceng dan mengeluarkan sinar. Batu yang dikeramatkan tersebut merupakan prasasti peninggalan Kerajaan Pajajaran yang ditemukan sekitar Abad ke-16. Situs ini berupa batu berbentuk seperti lonceng dengan diameter 30 cm dan tinggi 50 cm.

Situs tersebut terdapat di sebuah bukit antara Gunung Palasari dan Bukittunggul (kurang lebih sekitar 16 km dari Lembang). Di lokasi ini juga terdapat situs lainnya, yakni Batu Kujang yang berdiri di samping sebuah makam sepanjang lebih dari 4,5 meter. Kedua batu itu dikeramatkan warga setempat karena diyakini memiliki kekuatan magis.

Rute Menuju Desa Wisata Batu Loceng/Sunten Jaya
Untuk menuju ke lokasi, Anda bisa berangkat menggunakan angkutan pribadi, kendaraan bermotor, angkutan umum, atau sambil bersepeda. Anda bisa menyusuri rute menuju Lembang hingga ke Pasar Lembang. Dari sini, yang naik angkuta umum bisa menggunakan jasa angkutan pedesaan ke arah Cibodas menyusuri Jalan Maribaya. Anda menuju Jalan Kayu Ambon kemudian ke arah Curug Maribaya lantas terakhir ke daerah Patrol. Anda bisa berjalan kaki menyusuri aliran sungai yang merupakan aliran hulu Sungai Cikapundung. Setelah melewati sebuah jembatan nanti ada plang Bukittunggul. Dari sana, Anda bisa ke situs Batu Loceng dan Batu Kujang.

[Lihat peta lokasi]
- Video Kampung Batu Loceng tonton di sini.
- Video Kisah Mistis Batu Loceng tonton di sini.