Review

Terjemahan Lirik Lagu Pop Sunda Bandung - Doel Sumbang

share to whatsapp




Bandung, kota sejuta pesona dengan keindahan alam dan keramahan penduduknya. Kota yang menjadi tujuan favorit para wisatawan ini diabadikan oleh seniman Sunda, Doel Sumbang, dalam salah satu lagu ciptaannya berjudul Bandung. Seniman pituin (asli) Bandung bernama asli Abdul Wahyu Affandi ini lahir di Bandung, pada 16 Mei 1963.

Doel Sumbang adalah seorang musisi asal Jawa Barat. Ia mengawali karier di dunia teater pada "Teater Braga". Dan banyak belajar juga dari Remy Sylado yang tak lain.adalah pimpinan Dapur Teater 23761. Dari sanalah ia mendapatkan nama julukan "Doel" , nama "Sumbang" dikaitkan dengan lagu-lagunya yang nyeleneh, vulgar, dan tengil. Ia meraih kesuksesan lewat duetnya dengan Nini Carlina lewat lagu Kalau Bulan Bisa Ngomong, Aku Cinta Kamu, dan Rindu Aku Rindu Kamu serta duetnya dengan Ikko lewat lagu Cuma Kamu.

Doel Sumbang juga dikenal sebagai musisi Sunda. Ia menyanyikan lagu tentang kehidupan-kehidupan di sekitar Sunda. Doel Sumbang juga beberapa kali berperan sebagai pencipta lagu bagi sejumlah penyanyi di Indonesia, seperti Ikko, Ita Purnamasari, juga dalam duet Agnes Monica dan Eza Yayang yang kala itu masih menjadi penyanyi cilik dalam album Yess! Hingga lagu dangdut Kalimera yang dibawakan Cita Citata.

Sebagai seniman yang ditempa di Bandung, ia dikenal sangat peduli dengan kota ini. Beberapa lagu ciptaannya tentang kondisi Bandung banyak ia curahkan dalam lagu-lagunya yang bertema kehidupan masyarakat, seperti lagu Mang Darman, Bandung Kusta, Polisi NobanSelebritis Bandung, dan lainnya.

Berikut ini terjemahan lirik lagu pop Sunda Bandung dari Doel Sumbang. Lagu ini menceritakan Bandung yang dikenal sebagai kota ramah, kota yang dikelilingi gunung-gunung. Kota Bandung yang selalu dirindukan dikenal juga sebagai kota perjuangan. Dimana dulu pernah terjadi peristiwa Bandung Lautan Api.

Dalam lagu ini pun, Doel Sumbang menggambarkan kota Bandung yang jadi idaman bagi warganya maupun bagi para pendatang. Bandung pun kini menjelma jadi kota yang heurin ku tangtung alias sumpek dengan semakin banyak berdirinya bangunan-bangunan dan orang-orang yang datang ke kota ini. Pamor Bandung pun dikenal ke luar daerah hingga ke mancanegara.

Ari imut-imut Bandung
(Kalau senyum-senyumnya Bandung)
Kota diriung ku gunung
(Kota dikelilingi gunung)
Dikantun montél katineung
(Ditinggal, menggantung kerinduan)
Paanggang, muntang kamelang
(Berjauhan, memegang rasa waswas)

Ari layung-layung Bandung
(Kalau lembayung-lembayungnya Bandung)
Kahibaran seuneu gunung
(Memancar cahaya api gunung)
Mangsa tandang makalangan
(Waktu menghadapi medan pertempuran)
Nanjeurkeun kamerdékaan
(Mempertahankan kemerdekaan)

Ari duyun-duyun Bandung
(Kalau berduyun-duyunnya/datang [ke] Bandung)
Dibélaan heurin ku tangtung
(Sampai sumpek dengan bangunan)
Bongan dilak-dilak béntang
(Karena kerlap-kerlip bintang)
Marakbak lampu baranang
(Berpendar cahaya lampu-lampu)

Ari pamor-pamor Bandung
(Kalau pamor/terkenalnya Bandung)
Nembus wates gunung-gunung
(Menembus batas gunung-gunung)
Sumirat maratan jagat
(Cahayanya kemana-mana menembus jagat)
Katelah kota sahabat
(Dikenal [sebagai] kota sahabat)

Bandung... dilingkung gunung
(Bandung... dikelilingi gunung)
Bandung... sumirat maratan jagat
(Bandung...cahayanya kemana-mana menembus jagat)




share to whatsapp