Review

Ungkapan dan Istilah Seputar Cinta dalam Bahasa Sunda dan Artinya

share to whatsapp



Istilah cinta dalam bahasa Sunda

Cinta adalah bahasa yang universal dan menjadi pemersatu insan di dunia ini. Segala hal yang berhubungan dengan cinta menjadi bagian dari manusia, dari lagu, film puisi, sampai novel yang bertema cinta masih laris manis apapun zamannya.

Setiap bahasa pun punya ungkapan dan istilah seputar cinta. Begitu pula dalam bahasa Sunda. Nah, bila Anda tertarik belajar lebih dalam mengenal bahasa Sunda, bisa dari ungkapan dan istilah asmara dalam bahasa Sunda. Berikut ini diantaranya:

1. Bogoh
Ini merupakan ungkapan hati paling dalam bila seseorang jatuh cinta kepada lawan jenis. Bogoh lebih dekat maknanya dengan 'cinta'.

Contoh kalimat halus:
Abdi téh saleresna ti kapungkur bogoh pisan ka salira. (Saya sebenarnya cinta banget sama kamu)

Contoh kalimat akrab (misal curhat dengan teman):
A: Urang téh euy bogoh pisan ka Néng Lusi. ngan manéhna ngarasaeun teu nya?
(Saya tuh sebenarnya cinta banget sama Neng Lusi. Cuman dianya ngerasin gak ya?)
B: Wah? Bener manéh bogoh ka Néng Lusi? Buru atuh nyatakeun! Bisi kaburu ditémbak ku batur!
(Wah? Benar kamu tuh cinta sama Neng Lusi? Cepet dong tembak/nyatain! Takut keburu ditembak sama orang lain!)

Istilah bogoh pun bisa terjadi variasi makna bila jadi kabogoh dan bobogohan. Kabogoh artinya 'pacar" dalam arti sudah jadian. Sementara bobogohan bermakna aktivitas berpacaran.

Contoh kalimat:
- Kabogoh urang mah geus mah geulis, bageur, ogé teu belikan. (Pacar saya tuh, sudah cantik, baik, juga gak gampang tersinggung/marah)
- Ari bobogohan téh sing rada rasional saeutik, tong nepi béak waktu jeung ngaganggu diajar. (Kalau pacaran tuh rada rasional dikit, jangan sampai habis waktu dan ngeganggu belajar)

Kata bogoh juga bisa juga diterapkan pada menyukai/menginginkan barang.
Contoh kalimat:
Duh, tadi pas di toko bogoh euy ka sapatu nu warna bodas. Ngan nyaéta , urang keur teu nyepeng duit keur meulina. (Duh, tadi pas ditoko saya suka sama sepatu yang warna putih. Cuman ya gitu, saya lagi gak pegang uang buat belinya)

2. Nyaah
Ini maknanya lebih tinggi daripada bogoh. Nyaah lebih bermakna 'sayang'. Rasa perhatian dan kesetiaan jadi ciri dalam konteks istilah ini. Bila sudah kategori nyaah, seseorang akan totalitas menjaga perasaan, kesetiaan, dan lainnya buat menjaga hubungan karena ada unsur sejarah pengalaman batin tersendiri. Nyaah ini pula bukan hanya ditujukan pada pacar, bisa pada orangtua, sahabat, keluarga, bahkan binatang peliharaan sekalipun.

3. Timburu
Artinya 'cemburu' yang lahir dari rasa tersaingi oleh pihak lain hingga tak mau ditinggalkan. Tapi pemicunya karena alasan saking bogoh-nya dengan berjuta cerita indah yang dijalani berdua. Rasa timburu ini bisa dipicu oleh kehadiran pihak ketiga bahkan aktivitas (main games, main HP, dll.) sehingga merasa dicuekin atau gak dianggap lagi.

4. Pepegatan
Ini dalam bahasa Indonesia sama dengan 'putus', dimana pepegatan sendiri asalnya dari kata pegat = putus.

5. Kapéngpéongan
Ini menggambarkan seseorang yang sudah terhipnotis belenggu cinta. Setiap waktu ia selalu teringat orang yang sangat dicintainya, namun biasanya belum menyatakan alias belum nembak. Hanya si dia yang selalu ada dalam pikirannya. Di sinilah hati kadang mengalahkan otak, dimana orang yang sedang kapéngpéongan panah asmara seperti kehilangan logika. Tahap lebih parah dari kondisi kasmaran seperti ini adalah kabungbulengan alias kaédanan.

6. Popotongan
Istilah yang bermakna 'mantan', yaitu seseorang yang pernah menjalin kasih kemudian karena alasan tertentu jadinya putus. Maka ia yang tadinya kabogoh berubah jadi popotongan.

7. Duriat
Artinya 'perasaan cinta' yang menggambarkan bagaimana suasana hati yang selalu dipenuhi dengan rasa kanyaah dan ingin memilikinya.

8. Mahugi/mahogi
Dalam seni asmara/pacaran biasanya suka memberikan barang atau benda yang sukai oleh pasangan. Nah, dalam bahasa Sunda, kata kerja memberikan itu disebut dengan mahugi/mahogi. Ini adalah benda/barang yang diberikan tanpa adanya pamrih. Ya, walaupun nanti putus jangan lagi diungkit-ungkit karena dasar pemberiannya tanpa ada niat balitungan (hitung-hitungan) apalagi komersial.

9. Awét rajét
Ini menggambarkan hubungan pacaran atau suami-istri yang lama (awét) dan masih tetap bersatu tapi selalu saja diisi dengan pertengkaran/perselisihan yang bikin rusak (rajét). Hasil dari awét rajét ini bisa tiga kemungkinan: bertahan dengan adanya perbaikan hubungan; bertahan dengan terus bertikai; atau jadi putus alias bubar karena tidak kuat dengan hubungan yang kerap penuh masalah.

10. Kameumeut
Artinya 'yang sangat disayang banget'. Ini bisa menggambarkan pasangan yang sedang menjalin hubungan dengan tingkat saling memiliki yang penuh kasih. Pokoknya, dia adalah segalanya tak ada yang bisa menggantikan dan setiap waktu selalu jadi prioritas.

11. Salingkuh
Artinya 'selingkuh', ketika sang pasangan bermain hati dengan orang lain. Dan inilah yang biasanya akan menimbulkan masalah karena kehadiran orang ketiga (salingkuhan).

12. Ditalikung
Bahasa anak muda sekarang dikenal dengan cornering alias ada pihak ketiga yang menikung. Dimana kasusnya bila ada seseorang misal si A sedang mengincar si B...eh, tiba tiba si C masuk (menikung) dan berhasil mendapatkan si B. Hanya kekecewaan, rasa kesal, dan sesal yang didapat.

Dalam bahasa Sunda untuk kasus ini ada peribahasa "dogong dogong tulak cau geus gedé dituar batur" (ibarat kita menahan pohon pisang/cau dengan kayu/batang bambu agar sudah gede nanti buahnya bisa kita ambil, tapi yang terjadi sudah gede malah diambil orang lain) yang artinya lama PDKT/pacaran atau menjalin hubungan, eh.. jadian atau nikahnya sama orang lain.

------------
Artikel belajar bahasa Sunda lainnya LIHAT DI SINI



share to whatsapp