Review

Menjadikan Bandung Kota Ramah Wisatawan




Bandung kian hari seakan menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan. Dengan julukan "Kota Kreatif", Bandung telah menjelma menjadi salah satu tujuan para wisatawan untuk berlibur dan mencari kesenangan di sini. Namun, jika ditilik, Bandung sebenarnya belum bisa dikategorikan sebagai kota yang ramah terhadap wisatawan. Lihat saja, kemacetan setiap akhir pekan atau saat liburan menambah semrawutnya beberapa jalan menuju kawasan wisata. Selain itu, sentra informasi untuk para wisatawan rasanya masih dianggap kurang. Beda halnya dengan Yogyakarta, misalnya, di beberapa titik para wisatawan bisa dimudahkan dengan adanya petunjuk arah (peta) yang ada di setiap persimpangan. 

Untuk mengubah Bandung menjadi kota yang ramah wisata, Wali Kota baru, Ridwan Kamil, berencana akan melakukan beberapa gebrakan agar Bandung menjadi kota yang aman dan nyaman untuk dikunjungi. Pelayanan terhadap wisatawan itu dilaksanakan salah satunya melalui program peningkatan promosi dengan membuat buku petunjuk. Buku panduan wisata tersebut akan didukung fotografi kualitas terbaik. Nantinya buku tersebut dapat diakses secara langsung oleh para wisatawan di bandara, hotel, stasiun kereta api, dan tempat-tempat lain yang strategis yang didatangi wisatawan. Inilah bentuk perbaikan pelayanan yang dimulai dari penyediaan informasi pariwisata Bandung.
Selain media cetak, penyebaran promosi dan panduan wisata tersebut juga melalui jejaring dunia maya atau website  yang di dalamnya diisi dengan video, agenda festival, nama-nam destinasi, dsb. yang diunggah di channel khsusu wisata Bandung di Youtube.  Sementara untuk lebih mendukung jejaring penyebaran informasi wisata tersebut dimanfaatkan juga sumber daya manusia yaitu relawan berompi khusus yang tugasnya menyambut wisatawan di stasiun kereta api dan bandara. Para relawan tersebut bertugas sebagai contact person secara langsung di saat wisatawan ingin menanyakan mengenai seluk beluk kawasan-kawasan wisata di Bandung.

Untuk mendukung sarana transportasi, perbaikan jalan di Kota Bandung pun terus digenjot. Dimana perbaikan jalan-jalan rusak dan langganan banjir sekarang mulai dilakukan perbaikan. Tidak ketinggalan pula sarana mobilitas bagi wisatawan, yaitu adanya program penyediaan bus untuk wisatawan. Bus ini rencananya berupa bus dua tingkat yang nyaman, lucu, dan menarik. Jjika bus wisata nyaman dan menarik maka para wisatawan tak lagi menggunakan mobil pribadinya. Untuk mengurangi kemacetan, disediakan pula bus sekolah gratis agar pelajar tak lagi diantar jemput mobil pribadi. Untuk sekarang ini, bus sekolah yang dibutuhkan 100 unit tapi APBD baru bisa anggarkan 10 unit. Penyediaan bus ini juga nantinya dibantu oleh perusahaan-perusahaan yang akan menyumbangkan bus.

Adapun untuk layanan wisatawan internasional,  diupayakan untuk memaksimalkan Bandara Husein Sastranegara. Sebagai bandara yang mengoperasikan sejumlah rute internasional, sudah saatnya keberadaan bandara yang berada di kawasan Andir ini ditingkatkan. Memang jika melihat kondisi bandara ini, mungkin satu-satunya bandara di Indonesia, yang ketika para penumpang turun dari pesawat saat hujan, harus berjalan kaki sambil memegang payung menuju terminal kedatangan. Sementara, bandara sejatinya adalah salah satu pintu gerbang yang keberadaanya dituntut mampu mencerminkan pelayanan kota yang ramah, aman, dan nyaman bagi pengunjung dari luar.