Review

Kebun Binatang Bandung: Belajar Mengenal Kekayaan Flora dan Fauna





Urang Bandung dan masyarakat di Jabar masih banyak yang menyebut nama ini Derentén (dalam bahasa Belanda, dierentuin) yang artinya kebun binatang. Tempat wisata untuk melihat fauna ini didirikan pada tahun 1930-an oleh Bandoeng Zoological Park (BZP), yang dipelopori oleh Direktur Bank Dennis, Hoogland. Pengesahan pendirian Kebun Binatang ini diwenangi oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda dan pengesahannya dituangkan pada keputusan 12 April 1933 No.32.

Kawasan wisata yang kini sumpek dihimpit pembangunan kota ini, pada saat Jepang menguasai daerah ini, tempat wisata ini kurang terkelola, hingga pada tahun 1948, dilakukan rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi tempat wisata ini. Pada tahun 1956, atas inisiatif dari R. Ema Bratakoesoema, Bandung Zoological Park dibubarkan dan berganti menjadi Yayasan Marga Satwa Tamansari pada tahun 1957.

Belajar mengenal lingkungan alam dan kekayaan flora dan fauna dapat Anda lakukan di Kebun Binatang Bandung. Kebun Binatang Bandung terletak di sebelah barat kampus Institut Teknologi Bandung, tepatnya di Jalan Taman Sari. Berjalan kawasan Kebun Binatang ini agak ke dalam Anda akan melihat kawasan tempat berbagai jenis ular. Tak jauh dari sana terdapat wisata hewan tunggang, antara lain gajah dan unta. Tak hanya itu, wisata bermain perahu di kolam buatan dapat Anda nikmati. Untuk dapat berkeliling kolam dengan menggunakan perahu kayuh Anda harus membayar dengan harga yang telah ditetapkan.

Ada juga arena bermain bagi anak-anak dengan berbagai macam permainan. Kebun Binatang Bandung dibangun pada tahun 1933 yang merupakkan penggabungan 2 kebun binatang yaitu dari Cimindi dan Dago atas yang dirancang oleh Dr. W. Treffers. Penggabungan ini dimaksudkan karena kedua tempat ini sudah tidak layak lagi untuk menyimpan berbagai binatang yang semakin lama semakin banyak.
Berbagai wahana rekreasi di Kebun Binatang Bandung
- Flying fox
-Taman bermain
- Kolam untuk perahu dan perahu bebek

Fungsi Kebun Binatang Bandung bagi masyarakat
1. Fungsi kebudayaan. Kebun Binatang Bandung sebagai tempat rekreasi yang didalamnya terdapat wahana pergelaran seni budaya, tentunya mempunyai fungsi kebudayaan, yaitu dapat menanamkan kesadaran dan rasa cinta tanah air melalui pengamatan dan pemahaman kekayaan budaya, serta pengamatan dan pemahaman kekayaan flora dan fauna.
2. Fungsi pendidikan dan Iptek. Kebun Binatang Bandung merupakan sebuah wahana yang dapat dimanfaatkan oleh kalangan edukatif untuk menambah pengetahuan dan untuk menghasilkan butir-butir pengetahuan baru yang bermanfaat dan berguna bagi kehidupan masyarakat. Kebun Binatang Bandung ini juga dapat dimanfaatkan sebagai obyek riset atau penelitian di berbagai keilmuan.
3. Fungsi perlindungan dan pelestarian kekayaan alam. Kebun Binatang Bandung sebagai tempat dimana wahana flora dan fauna dikembangkan dan dilestarikan, berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan berbagai satwa flora dan fauna dengan tujuan menjaga kekayaan alam.
4. Fungsi rekreasi. Kebun binatang bandung tentunya mempunyai fungsi sebaga tempat rekreasi bagi masyarakat.

Menyambut Lebaran 2014, Kebun Binatang Bandung punya koleksi andalan baru buat menggaet pengunjung. Yakni, dua ikan raksasa Arapaima asal pedalaman Amazon, Brazil. Dua ikan Arapaima dari Amazon dengan ukuran panjang 1,8 meter di akuarium sebesar mobil. Ikan Arapaima adalah jenis ikan air tawar langka yang hidup di Sungai Amazon, Amerika Selatan. Ikan ini terbilang raksasa karena bisa tumbuh hingga 3 meter.

Kebun Binatang Bandung
Jl. Kebon Binatang No. 6
Taman Sari Bandung - 40132
Jawa Barat, Indonesia
Telp: (022) 2507302