Review

Profil Soraya Rasyid: Pemeran Imas di Sinetron Preman Pensiun




foto Soraya Rasyid Pemeran Imas di Sinetron Preman Pensiun

Sosoknya sebagai pemeran Imas menjadi idola baru bagi para penggemar sinetron "Preman Pensiun". Gadis feminin nan lugu ini berperan menjadi sosok asisten rumah tangga di rumah Kang Bahar. Tandem dengan tokoh Amin menjadi bumbu tayangan yang kerap menimbulkan sisi kisah asmara yang kandas. Kisah cinta Imas memang rumit. Amin yang berusaha mendapatkan cintanya harus kandas karena Imas lebih memilih Dikdik, anak buah Kang Mus.

Cintanya pada Dikdik pun akhirnya bikin galau karena Imas mempertanyakan pekerjaan Dikdik yang akrab dengan dunia kekerasan. Di sisi lain, kecantikan Imas pun malah membuat sang preman Kang Komar mabuk kepayang.

Namun, dalam episode-episode terakhir, Imas melakukan "manuver" hati dengan memberikan sinyal rasa suka kepada sosok preman Jhony. Bagaimana kisah asmara Neng Imas? Kita tunggua saja kelanjutannya di season II sinetron "Preman Pensiun" yang kabarnya syutingnya bakal dimulai lagi awal Maret 2015.

Profil Soraya Rasyid (Pemeran Imas)
Berangkat dari dunia modelling, Soraya bersyukur bisa menggapai apa yang diimpikannya menjadi seorang aktris dibelantika industri sinetron di Indonesia. Soraya Rasyid, dara kelahiran Jakarta ini masih berumur 17 tahun. Di sela kesibukannya sebagai pemain sinetron "Preman Pensiun", gadis berdarah Sunda ini masih berstatus pelajar di SMA Muhammadiyah Bandung. Dalam memerankan tokoh Imas, Soraya mengakui bahwa perannya ini didapatkan dengan mengikuti casting yang diadakan MNC Pictures di Jakarta.

Untuk menjiwai tokoh Imas merupakan tantangan tersendiri bagi Soraya. Selain harus berhadapan dengan para senior seperti Kang Didi Petet, Epy Kusandar, dan lainnya, mojang geulis ini merasa tidak begitu canggung karena dalam beradu akting karena Soraya pernah bermain dalam beberapa layar kemilau MNC Pictures. Adapun untuk tokoh Imas ini Soraya mengaku ada banyak hal yang baru dia dapat karena selain tokoh low profile sebagai gadis desa, dia juga dituntut mengembangkan logat Sunda. Maklum ia katanya tidak begitu fasih dalam logat Sunda ini.

Sebagai seorang pelajar, Soraya juga harus pandai pandai mengatur waktu antara waktu sekolah dan syuting. Kebetulan jarak antara lokasi syuting, sekolah, dan rumah tidak begitu jauh. Meskipun jika ada jadwal bentrok, Soraya suka mengatur jadwal ulang. Hal ini didukung juga oleh para gurunya yang sudah memakluminya. *(Ali Riyadi)

Akun media sosial:
- Twitter: https://twitter.com/sorayarasyid12
- Instagram: https://instagram.com/sorayarasyid12

Seputar sinetron "Preman Pensiun":
- Video Youtube event: Klik di sini
- Profil para pemain lainnya: Klik di sini
- Akun Twitter para pemain:  Klik di sini - Info lainnya: Klik di Sini