Review

Kang Imanuddin: Inovasi Mochi dan Cilok (Mochilok) dengan Rasa Berkelas





Bagi Anda penggemar kuliner khas Jawa Barat mungkin sudah pernah mencicipi mochi dan cilok. Mochi dikenal sebagai makanan dari Jepang yang di kita dikenal makanan khas Sukabumi. Mochi terbuat dari beras ketan yang ditumbuk sehingga lembut dan lengket, kemudian dibentuk menjadi bulat, dan dalamnya berisi kacang.

Sementara cilok terbuat dari aci (kanji) atau dikenal juga dengan tepung tapioka, setelah selesai diolah dan matang cilok ini akan berbentuk bulat-bulat seperti baso kemudian dicolok menggunakan lidi atau tusuk bambu. Biasa dinikmati dengan dicelup/dicampur terlebih dahulu ke bumbu kacang.

Mochilok: Kuliner Antimainstream
Bukan Bandung namanya kalau urusan kuliner terlalu masekon alias mainstream. Begitu pula urusan mochi dan cilok yang diolah antimainstream, yaitu dengan isi dan sajian yang beda dengan yang lain. Namanya Mochilok, makanan dari Bandung yang kini jadi buruan para penggemar kuliner. Para wisatawan, selebritis, tokoh-tokoh, hingga orang Bandung dan Jawa Barat sendiri banyak yang sengaja menyambangi sebuah tempat di Jln. Sekeloa No. 31 Bandung. Gerai yang mengusung slogan "Don't Judge A Mochi by It's Cilok" ini letaknya dekat dengan Jln. Dipatiukur, Bandung. Bisa juga dijangkau dari arah Jln. Tubagus Ismail. Kedainya setiap hari banyak dikunjungi oleh mereka yang ingin bersantap di tempat atau membelinya untuk sekadar oleh-oleh.

Siapa di balik kamotekaran (kreativitas) munculnya mochi yang di dalamnya es krim dan cilok bakar dengan aneka rasa itu? Dialah Kang Imanuddin yang menjadikan kuliner Mochilok khas Bandung ini kini digemari oleh para pencinta kuliner. Pria yang lahir di Bandung, 21 September 1981 itu menuturkan proses perjalanan usahanya kepada wisatabdg.com. Dalam bincang santai di kedainya di kawasan Bandung Utara ini, pria yang someah (ramah) dan murah senyum ini menuturkan bahwa dia lulusan kuliah di STISI Telkom jurusan desain komunikasi visual. Basic-nya sebagai desainer grafis selepas lulus kuliah membawanya untuk bekerja menjadi desainer di sebuah perusahaan.


Bosan Jadi Karyawan
Namun, jiwa enterpreneur dan merasa tertantang untuk berinovasi serta berkreasi, pria alumni SDN Banjarsari, SMPN 5 Bandung, dan SMAN 19 Bandung ini akhirnya memilih mundur dari tempat pekerjaannya. Pekerjaan yang sudah dilakoninya selama tiga tahun itu ia tinggalkan. Nah, masalah mulai muncul ketika beberapa waktu telah resign.

"Ya bagaimana, namanya juga keluar kerja, akhirnya saya pun nganggur. Di masa pengangguran saya tersebut, di situ saya sering melamun di depan komputer. Dalam pikiran saya: kumaha carana ya untuk membuka peluang usaha? Saya ingin dapat penghasilan dari ide dan pekerjaan saya sendiri. Nah, ide muncul ketika suatu hari kakak ipar bikin cilok. Cilok buatannya tersebut kemudian saya coba cicipi dan ternyata rasanya enak! Akhirnya, saya punya ide untuk mencoba usaha bikin cilok tersebut. Namun, namanya cilok bumbu kacang eta mah sudah biasa. Anak SD ge biasa beli.. ya terlalu mainstream lah. Saya mah ingin menciptakan jajanan khas rakyat tersebut menjadi sesuatu sajian yang baru. Istilahnya, saya punya misi untuk mengangkat derajat cilok," tutur Kang Imanuddin sambil tersenyum.

- Video Profil Mochilok Klik di Sini
- Akun Twitter Mochilok: https://twitter.com/mochilok