Review

Solusi Kemacetan Bandung, dari Cable Car hingga Underpass




cable car Bandung terowongan cibiru jalan tol kota Bandung

Bundaran Cibiru, Jalan Dago, Jalan Kiaracondong/Jalan Jakarta, dan titik-titik lainnya di Kota Bandung kini semakin terasa kemacetannya. Apalagi saat jam sibuk pergi/pulang kantor dan belum lagi saat musim liburan atau saat hujan mengguyur Bandung. Maka Bandung pun kini terasa heurin ku kendaraan. Pemerintah Kota Bandung tampaknya berupaya keras untuk  membangun infrastruktur  dan moda transportasi publik untuk  mengatasi  kemacetan  yang  menjadi "hiasan" sehari-hari di kota  ini.

Selain akan  membangun  lima  flyover dan  underpass,  Pemerintah  Kota Bandung juga akan membangun cable car. Hal inilah yang kemudian diharapkan bisa mengubah wajah Kota Bandung di masa depan. Sebuah kota yang tidak sareukseuk oleh kemacetan, banjir, juga permasalah lalu lintas lainnya. Bandung diharapkan menjadi kota tujuan wisata, kota bisnis, juga kota pendidikan yang nyaman untuk dikunjungi dan ditinggali.

1. Cable Car
Setelah tertunda-tunda akibat belum ada peraturan yang memayungi dan persoalan lainnya, akhirnya groundbreaking prototipe cable car ini akan dilakukan pada Desember 2015. Dengan menempuh rute sepanjang 850 meter dari Jalan Gelap Nyawang hingga ke Cihampelas, moda transportasi ini diharapkan akan mengurangi kepadatan lalu lintas di Kota Kembang. Wali Kota sudah memberikan kepastian payung hukumnya dengan akan menerbitkan peraturan wali kota,  sehingga  rencana pembangunan cable car akan segera dimulai.

Stasiun cable car ini nantinya ada dua, di Stasiun  Dago  dan Cihampelas.  Lahan yang digunakan merupakan milik Pemkot Bandung karena berada di  atas jalan. Selain bisa solusi mengurangi kemacetan, tambahnya, cable car pun ramah lingkungan karena tidak menggunakan BBM sehingga tidak menimbulkan polusi. Cable car  ini  menggunakan daya  listrik  yang  tidak  terlalu  besar.  Manfaatnya akan sangat besar bagi masyarakat Kota Bandung karena murah, cepat, dan bebas hambatan.

2.  Underpass
Melalui akun media sosial, Kang Emil telah menampilkan gambar rencana pembangunan terowongan underpass bundaran Cibiru. Dari tiga gambar yang diunggah Emil, terlihat jalan raya di sekitar bundaran Cibiru yang akan diperluas. Nampak juga terowongan underpass dua arah yang membentang dari arah Jln. Soekarno-Hatta hingga Jln. Cinunuk.

Underpass itu nantinya direncanakan akan memiliki panjang total 910 meter dengan bagian terowongan memiliki panjang 118 meter. Badian terbuka di sisi kiri 58 meter dan sisi kanan 466 meter. Tahun-tahun lalu juga sempat tersiar kabar akan adanya rencana pembangunan terowongan sepanjang 400 meter di Kawasan Gasibu, tepatnya setelah jembatan Pasupati. Lokasi terowongan itu sendiri tepatnya di depan Gedung Sate.

3. Flyover
Pemkot Bandung berencana akan membangun flyover di perempatan Jalan Jakarta yang menghubungkan antara daerah Antapani dan Arcamanik. Kawan ini memang terkenal dengan kemacetannya. Flyover lainnya juga akan dibangun di Jalan Soekarno-Hatta, masing-masing di Jalan Kopo dan Jalan Buah Batu.

4. Jalan Tol dalam Kota
Jalan Tol Dalam Kota Bandung memanjang dari Pasteur - Cibiru - Cileunyi. Selain itu juga akan mengakses dari Gedebage Kota Bandung. Pembebasan lahan jalan tol itu dimulai 2011 untuk Seksi Akses Gedebage dan Seksi I Pasteur - Gasibu telah dilakukan sejak 2012.

Jalan Tol Dalam Kota itu diharapkan bisa mengatasi kemacetan di kawasan Kota Bandung sehingga bisa mengurangi beban jalan protokol. Terkait konstruksi jalan tol yang dibuat dalam jalan layang, akan berbeda dengan konstruksi jembatan Pasupati.