Review

Teras Cikapundung, Ruang Edukasi Publik di Kawasan Babakan Siliwangi




Peta Lokasi Teras Cikapundung Babakan Siliwangi Bandung

Ruang publik terbaru di Bandung ini sepertinya bakal jadi trending topic baru. Suasananya memang sangat pas dikunjungi buat santai maupun buat selfie-selfie. Pokona mah genaheun pisan! Namanya "Teras Cikapundung" atau dikenal dengan TeCi atau Amphitheater Cikapundung. Cirinya mah gampang ada tulisan "Teras Cikapundung". Lokasi ini merupakan ruang publik dengan konsep urban dan ekologi di sekitar aliran Sungai Cikapundung. Ruang publik ini telah dibuka pada penghujung Desember 2015 dan rencananya akan diresmikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum bersama Pemkot Bandung pada pertengahan Januari 2016.

Sungai Cikapundung sendiri adalah sungai yang membelah Kota Bandung. Sungai ini terbentang dari kawasan Bandung utara hingga Bandung selatan yang bermuara di Sungai Citarum. Sungai ini berhulu di utara Kota Bandung, yakni di daerah Lembang (Curug Ciomas). Dan sungai ini pun melewati kawasan  Babakan Siliwangi. Aliran sungai ini melewati permukiman dan kawasan pusat bisnis di tengah Kota Bandung, yakni kawasan Braga/Viaduct dan Alun-alun Bandung (sebelah gedung PLN).

Diharapkan tempat ini pun bisa menjadi ruang untuk unjuk kamotékaran (kreativitas) warga Bandung. Lebih dari itu, tempat ini pun bisa menjadi destinasi wisata baru plus ruang berkumpulnya masyarakat umum. Letaknya sendiri di kawasan Babakan Siliwangi, sebuah hutan kota yang dulu lebih dikenal sebagai basecamp para seniman Bandung. Tempat ini dulu pernah dikelola dengan adanya sanggar seni hingga rumah makan. Akan tetapi, keadaaanya malah tidak terurus bahkan sempat punya cap "tempat jin buang anak" saking tak terurusnya.

Bahkan pernah pula pada pertengahan 2013 muncul gerakan "Save Babakan Siliwangi". Waktu itu, puluhan seniman dan ratusan warga Kota Bandung menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran menentang rencana pembangunan kawasan konservasi Babakan Siliwangi (Baksil) oleh salah satu pengembang. Namun kini image tempat ini kembali menggeliat dengan dibebenah oleh pihak Pemkot Bandung.

Fasilitas di Teras Cikapundung
Untuk konsep urban, Teras Cikapundung bisa menjadi tempat berkumpulnya masyarakat umum, komunitas, hingga seniman-seniman di Bandung. Lokasinya sendiri di kawasan Babakan Siliwangi (Baksil) yang dekat dengan gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga). Adapun konsep ekologi di tempat ini yakni dengan adanya perpaduan dengan alam hijau yang selama ini dikenal jadi ciri Babakan Siliwangi. Bahkan aliran Sungai Cikapundung pun mulai diberdayakan, salah satunya dengan adanya perahu karet. Beberapa fasilitas yang ada di Teras Cikapundung, di antaranya:

1. Jembatan Merah
Ciri khas di sini adanya jembatan dengan warna eye catching yakni merah yang jadi penghubung di antara bantaran Sungai Cikapundung. Selain itu, ada juga terasering buat duduk-duduk atau nonton ke arah amphitheater.

2. Amphitheater
Dengan mengusung konsep ekologi, amphitheater ini tetap memperhatikan tata kelola lingkungan yang baik. Di area amphitheater dibuat sumur resapan yang berjumlah 15 buah. Di area tersebut juga ditanami pohon dan tanaman untuk membuat kawasan tersebut hijau dan tetap asri. Di amphitheater, masyarakat bisa melakukan aktivitas pertunjukan atau bisa jadi tempat nonton bareng.

3. Air Mancur
Air yang muncrat dari bawah ini ada beberapa lubang. Tak kalah dengan kembarannya di Cikapundung riversport. Spotnya dekat dengan Jembatan Merah, pas banget buat nongkrong.


4. Kolam
Di sini pun nantinya dilengkapi dengan adanya kolam ikan, hutan kota, sawah, dan lain-lain. Kolam ikan yang ada di sini akan diisi dengan ikan-ikan khas Sungai Cikapundung yakni badar, kehkel, dan beunteur.

Dalam pembangunannya, bekerja sama dengan komunitas Sungai Cikapundung. Dimana komunitas ini yang nantinya membantu untuk menyiap kan sarana edukasi publik. Adapun pengerjaan area publik di Babakan Siliwangi ini dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum. Pembangunan area ini memang sempat terkendala, dari masalah relokasi penduduk sekitar hingga pengerjaan yang sempat terhenti di tahun 2014. Pembangunan apmhiteater ini merupakan proyek nasional yakni restorasi Sungai Cikapundung. Semestinya proyek tersebut sudah selesai akhir 2013, namun tanpa alasan yang jelas mangkrak hingga 2014.

Pada Agustus 2015, pembangunan amphiteater dilanjutkan kembali dan digarap oleh kontraktor PT Arjuna. Kini, di akhir 2015 masyarakat bisa segera menikmati ruang publik berbasis edukasi tersebut. Ruang publik seperti di kawasan bantaran Sungai Cikapundung di Jalan Siliwangi ini "kembarannya" ada di Jln. Cikapundung Timur (Jln. Ir. Sukarno) yang dikenal dengan Cikapundung Riverspot. Sementara menurut Wali Kota Bandung, amphiteater Cikapundung diarahkan bisa menyaingi objek-objek wisata lain di Kota Bandung seperti Jalan Asia Afrika ataupun Alun-alun.

Dievaluasi
Namun yang pasti, fasilitas publik ini tetap harus dijaga bersama. Jangan sampai ada yang buang sampah sembarangan, corat-coret pake Pylox, merusak fasilitas yang ada, atau dipakai jadi tempat yang enggak-enggak. Memang destinasi wisata dengan konsep taman kota ini masih terus dibenahi. Untuk pembukaan awal ini sebagai bahan evaluasi. Pembukaan uji coba ruang publik ini dengan cepat menyebar secara viral di media sosial. Tempat ini kini jadi tujuan ribuan orang yang ingin menjajal lokasi wisata baru ini. Hasil evaluasi tersebut bisa berupa pembenahan tata kelola maupun renovasi/pembangunan beberapa fasilitas.

Maka, evaluasi sangat penting. Salah satu yang banyak dikeluhkan adalah area parkir di kawasan ini (Jln. Siliwangi). Dimana pada hari biasa pun terkenal macet, apalagi jika banyak yang berbondong-bondong ke tempat ini dengan membawa kendaraan. Tentunya pula ini berhubungan dengan tempat dan pengelola parkir hingga petugas kepolisan yang mengatur jalan raya. Untuk urusan parkir, pengunjung disarankan parkir di dalam Babakan Siliwangi atau Sabuga.

Pengurus Teras Cikapundung pun menawarkan wahana rafting sekalian beberesih sugngai. Ini dimaksudkan untuk memberi edukasi kepada warga Bandung mengenai seberapa pentingnya menjaga kebersihan sungai. Untuk tiket hanya Rp10.000 (dewasa) dan Rp5.000 (anak-anak), pengunjung bisa menikmati perjalanan di sungai Cikapundung dan tiket sudah termasuk dengan pelampung untuk setiap pengunjung.Wahana rafting dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Rute Menuju Teras Cikapundung
1. Dari Jalan Ir. H. Juanda (Dago) di simpang lima belok kiri ke Jln. Sumur Bandung, pas pertigaan ambil arah kanan ke Jln. Tamansari kemudian belok kiri ke arah Jalan Siliwangi/kawasan Babakan Siliwangi (sebelum pertigaan ke Ciumbuleuit).
2. Dari Jln. Cihampelas, ambil ke arah Jln. Ciumbuleuit, di pertigaan belok kanan ke Jln. Siliwangi (jalan ke arah stopan simpang Dago).  Tak jauh dari turunan, lihat sebelah kiri.

Teras Cikapundung
Kawasan Hutan Kota Babakan Siliwangi (Baksil)
Jalan Siliwangi, Bandung
[Lihat peta lokasi di sini]

Info lainnya:
- Foto-foto pengunjung di Teras Cikapundung lihat di sini. Ingin foto Anda tampil? Upload foto di akun Instagram yang berlatar Teras Cikapundung dan di caption pakai hashtag #terascikapundung.
- Akun Twitter Teras Cikapundung: @tecibdg
- Akun Instagram Teras Cikapundung: @tecibdg
- Video keindahan Teras Cikapundung dari udara tonton di sini
- Video Teras Cikapundung malam hari tonton di sini