Review

Wisata Alternatif, Menaklukkan Puncak Palintang Sambil Ngagowes





Banyak cara dan sarana untuk menikmati keindahan alam Tanah Pasundan. Ada yang lebih suka menikmatinya sebagai kegiatan refreshing yang santai dan hangat bersama keluarga, ada pula yang lebih menyukainya sambil sedikit bertualang dan penuh "perjuangan". Nah, salah satu cara untuk menyusuri setiap jengkal wilayah Bandung Raya dengan sedikit petualangan adalah dengan bersepeda, baik melalui medan onroad atau yang memacu adrenalin dan menguji skill dengan menjajal medan-medan offroad.

Wisata Gowes Favorit di Bandung Timur
Kawasan yang sering didatangi para pehobi sepeda di daerah Bandung yang sangat terkenal adalah trek Palintang yang  berada di Kampung Palintang, Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Bandung Timur. Kawasan ini terkenal karena memiliki medan yang menantang, berupa tanjakan yang panjang, tikungan tajam, turunan yang curam, dan kondisi jalan yang bervariasi.

Bagi Anda yang merupakan fans atlet sepeda legendaris Indonesia, Tonton Susanto, nah kawasan ini bisa dijadikan tempat latihan untuk memiliki kemampuan seperti sang legenda yang dijuluki "Si Raja Tanjakan" itu. Kalaupun Anda tidak memiliki mimpi semuluk itu dan lebih banyak TTB (menuntun sepeda) sepanjang perjalanan, yah setidaknya Palintang bisa menjadi tempat berwisata dengan mengeluarkan keringat yang tentu saja sehat.  

Ada dua pilihan bagi para penggemar sepeda atau pegowes untuk mencapai Palintang, khususnya untuk mencapai titik tertinggi yang disebut Puncak Palintang. Yang pertama adalah dengan naik mobil pick-up lebih dahulu dari wilayah Ujungberung hingga ke Puncak Palintang di ketinggian 1.550 meter di atas permukaan laut. Setelah itu, barulah memulai menggowes dengan menempuh beberapa rute offroad, antara lain Palasari 2, Palasari 3, Palasari 4, Dano, dan Genteng. Sementara para penggila tanjakan akan lebih memilih start dengan mengayuh pedal sejak dari bawah dengan menempuh jarak sekitar 10 km dari mulai Ujungberung hingga ke kawasan Palintang.

Tantangan Tanjakan
Jalur dari Ujungberung hingga Palintang memiliki tanjakan yang panjang dan cukup menguras tenaga. Mereka yang sudah sering menjajal jalur ini tentu saja dapat menempuhnya tanpa melakukan rehat hingga mencapai Palintang. Namun bagi para pemula yang tidak terlatih, tanjakan menuju Palintang ini sudah cukup membuat lutut gemetar dengan napas ngos-ngosan. Namun jangan khawatir, di sepanjang perjalanan menuju Palintang banyak terdapat warung bagi Anda untuk beristirahat dan mengatur napas. Juga untuk mengisi kembali persediaan air yang sudah habis karena terlalu banyak diteguk sepanjang perjalanan.

Bila perjalanan Anda lancar dan tidak terlalu lama mengambil waktu beristirahat, Palintang dapat Anda capai dari Ujungberung dalam waktu sekitar dua jam. Di sinilah Anda akan mulai mendapat "hadiah" dari kerja keras Anda menaklukkan tanjakan, yaitu pemandangan yang akan membayar tandas semua kelelahan Anda. Jejeran pohon kina dari perkebunan milik PTPN VIII Bukitunggul terhampar di hadapan Anda. Nun di kejauhan sana Kota Bandung dengan rumah-rumah dan gedungnya terserak seperti sekumpulan dadu-dadu kecil, dipagari gunung-gunung yang menjulang di sekitarnya, yaitu Gunung Manglayang, Gunung Palasari, dan lain-lain. Semua pemandangan itu ditingkahi dengan udara yang sejuk dan semilir angin pegunungan yang lembut dan mengusir semua peluh.

Kawasan Argowisata
Sajian keelokan kawasan ini hingga Puncak Palintang memang hiburan yang tak terhingga bagi para penggila sepeda gunung, sehingga mereka tak pernah kapok untuk selalu kembali menempuh tanjakan-tanjakan dan jalur-jalurnya yang melingkar-lingkar meniti gunung. Karena itu, tak heran bila daerah Bukitunggul pun dikembangkan sebagai kawasan agrowisata perkebunan kina. Salah satu objek wisata yang bisa dikunjungi di kawasan ini adalah Situ Sangkuriang dan Curug  Batu Sangkur. Ada satu spot di kawasan ini yang memiliki pemandangan menakjubkan dan menjadi tempat favorit bagi para pegowes untuk berfoto-foto atau berselfie ria, yaitu Circle Crop yang merupakan jalur melingkar dengan lembah melandai di antara bukit-bukit di sekitarnya.

Anda yang masih memiliki banyak tenaga, waktu, dan masih haus untuk menempuh trek-trek yang menantang, bisa melanjutkan perjalanan dari Palintang dengan kembali ngagowes melewati perkebunan kina Bukitunggul terus hingga Cibodas, Maribaya, dan sampai ke Lembang di Bandung Utara. Disarankan untuk menempuh rute ini beramai-ramai dengan teman agar terasa lebih seru dan bisa saling tolong-menolong bila terjadi sesuatu. Namun bagi Anda yang sudah expert, tentu saja tidak terlarang untuk menjajalnya seorang diri. Yang pasti, siapkan terlebih dahulu mental, stamina, sepeda, dan berbagai peralatan keselamatan dan pendukung lainnya sebelum menempuh trek ini dengan bersepeda. Nah, selamat ngagowes.

Rute Sepeda dari Ujungberung hingga Lembang:
Ujungberung-Palalangon-Palintang-Bukitunggul-Cibodas-Maribaya-Lembang
[Lihat peta lokasi di sini]

- Foto-foto di Bukit Palintang lihat di sini.
- Video rute ke Bukit Palintang tonton di sini.