Review

Gubernur Jawa Barat Resmikan Tebing Keraton




Peresmian Tebing Keraton Dago 2 Mei 2016

Awalnya tebing di daerah Bandung utara ini dikenal dengan nama Bukit Jontor karena bentuknya yang menonjol ke depan. Seiring berkembangnya wisata di Bandung, tebing di Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda (Tahura) tersebut sejak 2014 kemudian dengan nama Tebing Keraton. Katanya, nama ini atas inisiatif dari salah seorang warga yang bernama Ase Nugraha. Nama "Keraton" sendiri konon katanya menurut kepercayaan penduduk setempat bahwa tempat ini bagian dari keraton kerajaan gaib. Namun, ada juga yang mengartikan Tebing Keraton sebagai kemegahan alam lengkap dengan panoramanya yang indah dipandang mata

Namun, objek wisata ini kemudian menjadi hits di kalangan pengunjung. Efek selfie media sosial menjadi salah satu pendukung promosi Tebing Keraton. Objek wisata di dataran tinggi Bandung ini pun kemudian mengalami beberapa kali pembenahan. Tahun kemarin, Tebing Keraton pernah dibenahi dan ditutup dari tanggal 1 sampai 31 Oktober 2015.

Habitat Fauna yang Bermigrasi
Pembenahan tersebut dilakukan dalam rangka pemulihan ekosistem. Maklum saja, pengunjung begitu banyak ke tempat wisata ini. Selama satu tahun dibuka, per September 2015 saja sudah mencapai 164.233 orang. Banyaknya pengunjung tersebut dikhawatirkan akan mengganggu habitat fauna yang ada di sana dan ke depannya kemungkinan pengunjung akan dibatasi.

Tebing Keraton sendiri merupakan daerah migrasi elang. Sekitar Oktober-November, biasanya Elang dari Asia ke Australia melintasi daerah itu. Jumlahnya ratusan. Sekitar April, elang dari Australia kembali lagi ke Asia.

Persemian Tebing Keraton
Dan pada Senin, 2 Mei 2016, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meresmikan tempat wisata paling ngehits yang berlokasi di Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda, Kecamatan Cimenyan tersebut. Peresmian ini dilakukan bertepatan dengan dua tahun tempat wisata ini dikenal dan diberi nama Tebing Keraton dan Gubernur Jabar menyambut baik atas adanya tempat wisata ini. 

"Diharapkan kawasan ini akan tetap menjadi hutan konservasi tanpa mengubah fungsi menjadi hutan produksi atau lainnya, Namun tetap bisa memberikan manfaat lain seperti untuk pendidikan dan keuntungan ekonomi. Kedepannya, tempat ini bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata minat khusus untuk education, research, sport, dan tourism," kata Aher dalam sambutannya.

Lokasi wisata alam ini pun akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan pendukung lainnya: camping ground, mushola, saung-saung,dan sebagainya. Dengan demikian, kawasan Tahura diharapkan dapat memberikan nuansa pendidikan, menghasilkan ekonomi atau retribusi. Diharapkan juga tempat ini bisa menjadi tempat riset juga, atau tempat persemaian bunga-bungaan atau berbagai jenis tanaman yang ada, bunga anggrek atau penghasil madu.

Tebing Keraton merupakan tempat pariwisata berbasis pemandangan alam dan kehutanan. Adapun yang ditawarkan tempat wisata yang satu ini, yakni sebuah tempat atau spot untuk melihat panorama alam sekitar cekungan Bandung dari atas bukit Tebing Karaton. Dan yang kedua sebagai kawasan hutan konservasi lengkap dengan burung-burung liar penghuni hutan.

Tempat Pengamatan Migrasi Burung
Dalam acara pembukaan, Gubernur Jawa Barat secara simbolis menanam tanaman berupa pohon yang bisa menghasilkan buah untuk dikonsumsi burung dan juga sebagai simbol pelestarian tanaman hutan. Usai menanam pohon Gubernur juga melepas berbagai jenis burung, seperti Burung Kacamata, Tikukur, Perenjal, Ciblek, dan Burung Jalak dengan tujuan untuk melestarikan ekosistem burung yang ada di sekitar Tahura ini.

Pada kesempatan ini pun, orang nomor satu di Jabar ini pun meresmikan Tebing Karaton Tahura Ir H Djuanda sebagai tempat pengamatan burung raptor migran dunia. Perlu diketahui, kawasan ini sering juga dihinggapi oleh burung-burung dunia ketika melintas untuk bermigrasi antar-benua (biasanya setiap bulan September). Pada kesempatan yang sama, Gubernur mengukuhkan kepengurusan Forum Pelestari dan Peduli Burung Liar Jawa Barat.

Lokasi Tebing Keraton hanya berjarak 6.5 kilometer dari Terminal Dago, lebih tepatnya di Kampung Ciharagen Puncak RW 11.. Untuk ke tempat ini, ambil rute ke Jln. Ir. H Juanda hingga melewati Terminal Dago. Nanti ada minimarket di sisi kiri jalan. Lalu, ambil jalur ke kiri arah Tahura (Taman Hutan Raya) Ir. H. Juanda. Tak jauh dari sana kembali ada jalan bercabang, pilih jalan ke kanan yang terdapat petunjuk Bukit Pakar Utara. Dari sana hanya perlu mengikuti jalan hingga nanti menemukan papan bertuliskan Tebing Keraton (2,5 Km dari area parkir mobil). Suasana paling menarik ketika matahari terbit dan pemandangan hijaunya alam pegunungan sekitar Tahura.

Harga tiket masuk Rp11.000 (harga bisa berubah sewaktu-waktu). Sementara untuk biaya camping dengan bawa tenda sendiri Rp40.000 dan jika disediakan oleh pihak Tahura Rp.140.000 (tiket masuk, tenda, sarapan, dan penerangan).  Sedangkan jika ingin menggunakan  jasa ojek ke Tebing Keraton (pulang-pergi) Rp50.000.