Review

Go-Food di Kota Bandung Tidak Menggunakan Kantong Plastik

share to whatsapp



Kerjasama Gojek dan Pemkot Bandung

Layanan pesan-antar makanan melalui aplikasi Gojek yakni GoFood di Kota Bandung tidak akan menggunakan kantong plastik. Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan Sampah).

Komitmen pengurangan sampah plastik tersebut disampaikan Vice President Government Relations Gojek, Damar Juniarto di sela-sela penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dengan Gojek di Pendopo, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Kamis (28/1/2019).

"Gojek hadir untuk menjalin kerjasama dengan Pemkot Bandung. Kami ingin memberikan dampak sosial dan membantu meningkatkan pelayanan publik," ungkap Damar.

Empat poin utama
Dalam kerja sama tersebut, terdapat empat poin utama yakni dukungan untuk Kang Pisman, fasilitasi pelatihan bagi usaha mickro, kecil dan menengah (UMKM), mendorong pariwisata yakni nantinya pengguna Bandros bisa membayar pakai GoPay, dan membantu warga Kota Bandung yang memiliki keahlian khusus seperti pijat, cukur rambut, dan montir.

Pada pelaksanaannya, Go-Jek akan menyediakan 10.000 totebag bagi para mitra drivernya. Dengan begitu, nantinya makanan dan minuman yang dipesan melalui Go-Food tidak akan dibawa menggunakan kantong plastik.

"Kami pun sudah menyosialisasikan Kang Pisman di delapan SD (sekolah dasar). Inginnya ke depan bisa sosialisasi di semua SD di Kota Bandung," sambungnya.

Melalui kerja sama tersebut, Damar berharap Go-Jek bisa berkontribusi langsung. Tak hanya terkait peningkatan keuntungan melainkan juga peningkatan pelayanan publik. Dia pun sangat berharap dukungan Pemkot Bandung terhadap Go- Jek.

"Kami ingin terus menjalin hubungan baik dan tidak terbatas hanya di sini dengan Pemkot Bandung. Banyak potensi lain yang bisa digali ke depannya," tuturnya.

Kolaborasi
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial sangat menyambut baik komitmen kerja sama antara Go-Jek dengan Pemerintah Kota Bandung. Ini membuktikan kolaborasi di Kota Bandung tetap berjalan sebagai satu dari tiga pilar pembangunan.

"Banyak program Go-Jek yang positif dan konstruktif. Bagaimana menjadikan pelayanan publik bisa mudah, ringkas, dan murah. Dalam kerja sama ini, Mang Oded minta program Kang Pisman diprioritaskan. Karena permasalahan sampah memiliki dimensi bom waktu dan harus digalakkan program ini," paparnya.

Di samping banyaknya program positif yang dijalankan Gojek, wali kota masih menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait tempat kumpul para driver. Sebelum mendapatkan tempat representatif, ia mengimbau untuk santun dan sebisa menghindari jadi polemik.

"Sing bisa-bisa. Jangan mencoreng khoirun naaas anfauhum linnaas yang selama ini sudah dijalankan Gojek. Pintar-pintar dalam memberikan sebuah kebaikan agar bisa meminimalisasi pembicaraan orang," katanya.