Istilah Main Layang-Layang dalam Bahasa Sunda dan Artinya




Saat usum halodo atau musim kemarau yang biasanya di pertengahan tahun, bagi sebagian anak-anak di masyarakat Sunda yang lagi liburan sakola merupakan musimnya main layang-layang. Layang-layang atau layangan sendiri dalam bahasa Sunda disebut langlayangan. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada sore hari saat cuaca tidak terlalu terik sampai menjelang magrib.
 
istilah main layangan dalam bahasa sunda

Selain hanya menerbangkan layang-layang biasa, kebanyakan juga jadi ajang adu langlayangan dengan memakai gelasan. Bila hanya menerbangkan biasa, cukup hanya pakai benang biasa (disebut kenur) alias polos tanpa dilapisi gelasan. Aktivitas main layang-layang ini bisa di lapangan luas, galengan (pematang) sawah, atau di atas rumah bagi yang punya loteng.

Berikut ini beberapa istilah main layang-layang dalam bahasa Sunda beserta artinya:
1. moro langlayangan = memburu layangan putus yang kalah karena aduan, di sebagian daerah disebut juga ngarucu.
2. ngabandang = mendapatkan layang-layang lawan/yang lain yang putus dengan layang-layang sendiri dengan teknik tertentu supaya benang yang masih menempel di layang-layang putus bisa terkait.
3. ngarebol = menarik benang layang-layang lain, baik yang sudah kalah, putus., atau jatuh dan benangnya melintang.
4. ngabandring = menarik benang layang-layang lain yang terbang rendah sehingga mudah dijangkau untuk ditarik, biasanya menggunakan benang dengan pemberat seperti batu.
5. manteng = layang-layang yang seperti diam di atas karena seimbang. Biasanya sebelum layang-layang diadu atau memang hanya main layang-layang biasa (bukan untuk diadu).
6. gelasan = benang layang-layang yang sudah dilapisi dengan bahan yang menjadikannya tambah tajam, buat aduan. Bahan serbuknya menentukan ketajaman saat benang beradu dengan benang lain. Untuk ukurannya ada yang berbahan benang tebal, misalnya gelasan bajra ada juga yang dari benang tipis yang di sebagian daerah disebut gelasan sirit.
7. rarancang = bahan dari bambu sebesar lidi untuk kerangka layang-layang, titik sambungnya diikat dengan benang. Ukuran kerangka agak tebal biasanya untuk layang-layang aduan dan yang tipis untuk layang-layang mainan biasa.
8. tali timba = tali pendek yang dipasang di layangan yang nyambung ke benang panjang. Pemasangan tali timba harus seimbang kiri dan kanan.
9. kapakan = layang-layang yang putus bukan karena aduan, lebih karena benangnya tiba-tiba putus karena angin yang kuat misalnya.
10. disasar = saat layang-layang disabet oleh benang layang-layang lain saat aduan, salah satunya biasanya kalah
11. notog = layang-layang yang tiba-tiba menukik, kalau bisa dikendalikan bisa ke atas lagi. Kalau tidak bisa dikendalikan bisa nyangsang/jatuh ke pohon, antena TV, atau kabel listrik.
12. golang = layang-layang sengaja dibuat berputar-putar di atas.
13. diulur = mengulur benang layang-layang agar semakin tinggi atau jauh.
14. dikubet = menarik langsung benang layang-layang setelah diulur saat diadu dengan benang layang-layang musuh.
15. mokbrok = diadu dua layang-layang dengan durasi yang lama.
16. dijeblag =  benang mulai ditarik, lalu diulur, sampai layang-layang dibiarkan melayang terbawa angin (seperti layang-layang putus) dengan kondisi yang disebut juga ngageblay.
17. gédég = layang-layang yang susah dikendalikan alias susah stabilnya.
18. nyéréng = layang-layang tiba-tiba bergerak ke kiri atau ke kanan untuk mendekati layang-layang musuh.
19. beurat sabeulah = layang-layang berat sebelah akibat pengaturan tali timba yang kurang simetris.
20. cacap = benang layang-layang habis di tempat gulungan.
21. mayung = layang-layang yang stabil berada di atas banget bahkan sejajar dengan kepala si pemain layang-layang.
22. disasar = disabet benang layang-layang musuh secara tiba-tiba sehingga kadang bikin kaget karena tanpa ada persiapan buat ancang-ancang melawan.
23. godos = dua layang-layang yang diadu lama (mokbrok) berpisah kembali karena salah satu benang susah putusnya/susah kalahnya.
24. wangkong = gambar di layang-layang, biasanya bisa berupa garis saja, motif, atau gambar lain.
25. kusut = benang layang-layang yang tadinya terus diulur panjang kemudian ditarik terus, sehingga jadi kusut. Untuk itu perlu adanya bantuan "asisten" yang membantu menggulung benang hingga rapi kembali. Kalau sudah kusut parah, susah buat dibenerin lagi biasanya.

--------------
Artikel belajar bahasa Sunda lainnya LIHAT DI SINI

-----------

Baca info-info wisatabdg.com lainnya di GOOGLE NEWS