10 Tips Terbaik Untuk Shopping Online Saat Pandemi




Menghadapi pandemi Covid-19, membuat situasi perekonomian begitu berat. Masyarakat dituntut untuk mengurangi aktivitas diluar rumah selama penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dan tidak sedikit dari mereka yang terpaksa berhenti bekerja, karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang besar-besaran. 

Hal ini sangat memprihatinkan, karena tidak hanya mental yang diuji, namun masyarakat juga harus mampu merubah pengelolaan keuangan, serta membatasi pengeluaran supaya ruang finansial tetap terpenuhi selama masa pandemi.

Hanya saja, dalam situasi ekonomi yang lesu saat ini dan kebutuhan yang semakin banyak bukan hal yang mudah untuk membatasi pengeluaran. Sehingga masyarakat dituntut untuk cermat dalam mengelola keuangan untuk melakukan shopping online di tengah pandemi agar lebih hemat dan lebih optimal.

Kemudahan dalam mengakses teknologi saat ini sangat berkembang pesat.  Hal ini tentunya membuat masyarakat sangat mudah untuk betransaksi ketika melakukan shopping online. Saat ini, shopping online sudah menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat di tengah pandemi.

Dengan berbagai layanan promo yang menarik, serta gratis ongkos kirim, membuat masyarakat lebih mudah untuk mendapatkan barang kebutuhan mereka. Hal ini juga sekaligus mengurangi kontak fisik secara langsung terhadap orang lain selama pandemi.

Dalam situasi keuangan yang tidak menentu saat pandemi seperti ini, kamu tentu perlu lebih cermat saat melakukan shopping online. Sebab, jika semua kebutuhan dipenuhi tanpa pengelolaan yang baik, akan menimbulkan masalah finansial baru. Seperti dana darurat yang menipis, menguras tabungan atau yang lebih fatal adalah menambah utang.

Tentu, kamu tidak ingin hal ini terjadi, bukan? Nah, agar kamu tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, kamu harus bijak dalam mengoptimalkan pengeluaran untuk shopping online. Berikut adalah tips hemat dalam melakukan shopping online:

1. Tetapkan Budget Bulanan
Prinsip utama agar penghasilan kamu tidak terkuras ketika sedang shopping online ialah dengan menetapkan budget maksimal belanja, misalnya sebesar 10% per bulan. Artinya, kamu hanya boleh menghabiskan nomilal dalam jumlah maksimal.

Untuk memenuhi kebutuhan, mengalokasikan budget adalah cara yang penting untuk menghindari diri dari sifat belanja yang impulsif. Mengalokasikan sepersepuluh dari gaji untuk belanja, artinya kamu juga masih punya 90% lain yang bisa digunakan untuk,  30%-40% biaya bulanan, 30% untuk investasi, proteksi dan tabungan, serta 20%-30% untuk membayar cicilan kredit jika ada.

2. Tentukan Prioritas
Jika ternyata ada keperluan yang ingin kamu beli, dengan jumlah nominal yang lebih besar dari 10% budget yang telah kamu anggarkan, maka saatnya kamu membuat skala prioritas. Contohnya, kamu ikut-ikutan untuk membeli sepeda agar tidak ketinggalan dalam tren.

Lebih baik, dana tersebut kamu alihkan untuk keperluan yang lebih mendesak. Misalnya, untuk membeli perangkat kesehatan atau tambahan vitamin untuk imunitas diri, agar terhindar dari virus yang berbahaya. Dengan contoh tersebut, kamu dapat menangguhkan anggaran budget belanja untuk memenuhi skala prioritasmu. 

3. Manfaatkan diskon, Promo atau Cashback
Di masa pandemi seperti ini, banyak toko online dan marketplace yang memangkas harga dan menyediakan berbagai macam promo. Mulai dari diskon, cashback, gratis ongkis pengiriman, hingga berbagai macam pilihan metode pembayaran.

Sehingga uang belanja yang seharusnya kamu keluarkan penuh, maka kamu hanya perlu membayar nominal yang tertera setelah dipotong dari promo tersebut. Tentu hal ini membuat kamu lebih irit dalam transaksi shopping online.

Toko fisik di berbagai gerai serta pusat perbelanjaan pun juga tak mau kalah. Mereka ikut menyajikan potongan harga dan membuka layanan delivery bebas ongkos kirim, agar kamu tidak perlu repot keluar rumah di saat pandemi sekarang ini.

Jadi, kamu tidak perlu buru-buru untuk membeli barang yang kamu inginkan. Kamu bisa terlebih dahulu mencari produk-produk yang kamu incar. Atau bandingkan harga produk tersebut di beberapa toko online atau marketplace lain. Hal ini bertujuan agar kamu bisa mendapatkan harga terbaik.

4. Menghindari kredit 
Tidak ada yang mengetahui sampai kapan pandemi akan berlangsung. Sehingga, tidak ada pula yang bisa memprediksi hingga kapan ekonomi akan tertekan. Di tengah ekonomi yang lesu ini, penting untuk kamu tidak menambah biaya.

Oleh karena itu, pantang bagi kamu untuk belanja dengan menggunakan uang yang merupakan hasil dari pinjaman atau hutang. Apalagi yang memiliki berbunga besar seperti kartu kredit, kredit tanpa agunan, atau pinjaman online. 

Upayakan untuk menggunakan kartu kredit hanya untuk cicilan 0% atau langsung bayar tagihan di bulan berikutnya. Cara ini bisa menyelamatkan kamu untuk menghindari bunga yang menambah biaya.

Sebab, jika kamu tergiur untuk menggunakan cara tersebut, maka sampai kapan pun kamu akan terbiasa dengan pembayaran cara ini dan membuat kamu semakin terjebak dengan jeratan hutang dari berbagi pinjaman.

5. Mencoba barang second (bekas)
Jika tiba-tiba kamu memiliki kebutuhan mendesak atau tidak bisa ditunda, tidak ada salahnya untuk kamu mencoba membeli barang second. Tentunya, barang second yang kamu beli adalah barang yang kondisinya masih layak pakai.

Contohnya, kamu perlu meja dan kursi tambahan untuk bekerja dan belajar di rumah. Kamu bisa membeli barang second seperti ini di berbagai marketplace. Saat ini ada beberapa marketplace yang bisa kamu sambangi untuk melihat-lihat barang-barang second yang kamu cari. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan barang yang masih layak pakai dengan harga yang cukup miring. 

6. Menyesuaikan gaya hidup dengan isi dompet
Jalanilah hidup apa adanya, sesuai dengan kemampuan isi dompet. Petuah ini bisa menjadi penyelamat kamu, untuk melewati situasi yang tidak menentu seperti sekarang ini. Saat dana darurat kamu belum ideal, kamu harus membatasi pengeluaran.

Misalnya, dengan berbelanja dengan jumlah maksimal tiga kali untuk kamu yang masih lajang dan maksimal enam kali, untuk kamu yang telah berkeluarga. Maka hindari lah sifat boros untuk hal yang tidak terlalu penting. 

7. Manfaatkan fitur terbaik

Belanja dengan memakai deal coupon, bisa memberi keuntungan secara langsung untukmu. Dengan kupon diskon, kamu bisa transaksi shopping online dengan harga yang lebih murah. Caranya, kamu bisa membeli kupon diskon di berbagai situs penyedia deal coupon seperti My Fave, Giladiskon, iPrice, ShopBack, dan sebagainya.

Kupon diskon tersebut, bisa kamu gunakan untuk shopping online di berbagai tenant baik offline maupun online. Kamu bisa memanfaatkan kupon diskon untuk belanja kebutuhan primer seperti belanja grosir atau kebutuhan sehari-hari lainnya.

Selain itu, bisa juga dengan mengunduh aplikasi shopping online terbaik. Ada begitu banyak aplikasi belanja online yang memberikan penawaran menarik. Kamu bisa unduh aplikasi belanja online yang memberikan penawaran paling menarik.

8. Fokus pada kebutuhan
Di tengah rasa jenuh dan penat karena harus di rumah aja, tidak sedikit orang yang merasakan dorongan untuk melakukan transaksi shopping online yang cukup besar. Shopping online menjadi katarsis baru, untuk melepaskan beban psikologis akibat ketidakpastian dalam keadaan wabah Covid-19 ini. 

Stres akibat situasi yang tak pasti seperti saat ini, adalah hal yang sangat wajar. Namun, kamu harus mengetahui resiko apa saja yang kamu dapat, apabila katarsis shopping online, yang menjadi pilihanmu.

Resiko nya, dengan perlahan cara tersebut bisa menyakiti kesehatan finansialmu. Jadi sebelum menyesal, berusahalah untuk fokus melakukan shopping online untuk membeli barang sesuai dengan kebutuhanmu saja. 

Untuk menghindari kegiatan belanja yang berlebih atau lapar mata, kamu bisa melakukan hal berikut ini. Caranya, buatlah daftar rencana harian, minimal dalam kurun waktu seminggu. Dari situ kamu bisa mendetailkan, apa saja kebutuhan sehari-hari yang perlu kamu beli. 

Dengan terbiasa membuat daftar tersebut, kamu bisa memiliki catatan stok kebutuhan rumah. Seperti, stok makanan, minuman, atau kebutuhan lainnya. Ini juga mempermudah kamu untuk mengetahui barang apa saja yang perlu dibeli dan mana yang belum perlu dibeli kendati harganya tengah naik.

9. Minimalisir “rekening suka-suka”

Lantas, bagaimana bila kamu memilih shopping online sebagai salah satu jalan melepas stres? Tidak ada salahnya, jika kamu menjadikan shopping online sebagai cara pelepasan emosi. Tetapi, kamu harus menerapkan tips dan trik cerdik supaya kebiasaan itu tidak membahayakan kesehatan finansial mu. 

Salah satunya dengan cara, membuat akun khusus untuk shopping online. Tidak perlu banyak, anggap saja dari 100% anggaran belanja bulanan, cukup sisihkan 5% dari total anggaran tersebut khusus untuk untuk shopping online.

Dengan contoh perhitungan, biasanya kamu menghabiskan biaya untuk belanja bulanan sebesar Rp 3.000.000,- rupiah per bulan, maka jatah untuk shopping onlinemu, adalah sebesar Rp 150.000,- hingga Rp 300.000,- rupiah saja. Konsekuensinya, kamu juga harus bisa disiplin bahwa sifat shopping online yang impulsif, bisa menyebabkan anggaran mu membengkak.

10. Batasi pola pengeluaran
Ada cara mudah mengetahui gaya shopping online yang sebenarnya. Contohnya dengan cara menengok histori transaksi di rekening bank. Dari situlah akan terlihat bagaimana kebiasaan kamu mengelola keuangan.

Termasuk juga, bagaimana kamu membelanjakan pendapatan selama ini. Bisa saja, selama ini pendapatanmu lebih banyak dihabiskan untuk hal yang bukan prioritas, namun hanya ingin ikut kekinian ketimbang untuk mengisi saldo dana darurat.

Padahal, di tengah kondisi perekonomian yang lesu akibat wabah seperti sekarang ini, dana darurat yang memadai adalah salah satu kunci pengaman dari pemburukan situasi di masa mendatang.

Oleh sebab itu, cobalah evaluasi kembali bagaimana pola pengeluaranmu selama shopping online. Bila masih didominasi pengeluaran konsumtif yang impulsif, sebaiknya kamu harus segera mulai mengubahnya sebelum terlambat.

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), memaksa banyak kalangan untuk bertahan di rumah saja. Kondisi ini memang tidak ideal, namun demi kebutuhan sehari - hari kamu perlu mengalihkan anggaran non prioritas ke hal lain yang lebih prioritas.

Jika budget anggaran yang telah kamu alokasikan belum cukup untuk membeli barang kebutuhan, maka solusinya bukanlah berhutang, melainkan dengan cara menabung. Kamu bisa mempersiapkan anggaran dalam waktu beberapa bulan atau sampai dana kamu cukup untuk membeli barang yang kamu butuhkan.

Itulah beberapa tips hemat dan mudah dalam mengelola keuangan ketika shopping online di tengah pandemi Covid-19. Cara ini wajib kamu lakukan dengan tujuan agar keuanganmu senantiasa sehat terkendali, dan kebutuhan kamu selama masa-masa stay at home tetap optimal.