Review

Car Free Night (CFN) dan Car Free Day (CFD) di Jalan Asia-Afrika, Bandung





Momentum Peringatan Konferensi Asia-Afrika (KAA) ke-60 pada April 2015 menjadikan kawasan sepanjang Jalan Asia- Afrika sebagai destinasi wisata baru. Kini tak sedikit pengunjung yang mendatangi tempat tersebut, baik sekadar jalan-jalan maupun hanya untuk mengabadikan melalui foto.

Hal ini tak lepas dari penataan dan pembenahan sepanjang Jalan Asia Afrika  oleh Pemkot Bandung. Sepanjang Jalan Asia-Afrika telah dipercantik. Misalnya, trotoar jalan diganti menggunakan granit dan beton berpola. Kawasan inilah yang kemudian menjadi magnet baru bagi tempat wisata di pusat kota Bandung.

Penataan lainnya yaitu dengan hadirnya penerangan jalan umum (PJU) bergaya klasik seperti di Eropa; kursi-kursi untuk nongkrong; pemasangan pot-pot; hingga pembuatan taman air mancur di Cikapundung timur. Suasana perubahan di sepanjang Jalan Asia Afrika bisa terlihat dari arah timur di Simpang Lima hingga kawasan Alun-Alun.

Seiring perkembangan, tercetus ide dari Kapolda Jabar Irjen Pol M Iriawan kepada Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengungkapkan, yakni usulan menjadikan Jalan Asia Afrika sebagai kawasan bebas kendaraan. Ide itu muncul mengingat kawasan tersebut selalu dipenuhi oleh warga yang ingin berfoto. Usulan tersebut ditanggapi oleh pihak Pemkot dengan tindak lanjut akan diadakannya Car Free Night (CFN) dan Car Free Day (CFD) di Jalan Asia Afrika, Bandung.

Inilah beberapa informasi seputar pemberlakuan Car Free Night dan Car Free Day di Jalan Asia Afrika.

1. Uji Coba
Pelaksanaan Car Free Night (CFN) dan Car Free Day (CFD) di Jalan Asia-Afrika siap digelar tiap akhir pekan. Sebelum merealisasikannya, Pemkot Bandung akan melakukan uji coba kawasan bebas kendaraan di Jalan Asia Afrika pada Sabtu, 16 Mei 2015.

2. Konsep
Secara konsep, CFD Jalan Asia-Afrika disesuaikan dengan Kepwal yang mengatur CFD di Jalan Dago, Jalan Merdeka, dan Jalan Buahbatu.

3. Area Ruas Jalan
Area kawasan CFN dan CFD memanfaatkan ruas jalan mulai Jalan Tamblong - Jalan Asia Afrika atau Hotel Preanger hingga Jalan Asia Afrika - Jalan Alun Alun Timur atau jembatan. Untuk mendukung uji coba CFD dan CFN di area tersebut, kendaran dilarang melintas mulai pukul 18.00 WIB (Sabtu, 16 Mei 2015) hingga pukul 11.00 WIB ( Minggu, 17 Mei 2015).

4. Pengalihan Arus Kendaraan
Kendaraan dari Simpang Lima melintasi Jalan Asia Afrika tidak bisa lurus menuju Jalan Sudirman dan Jalan Banceuy. Untuk menuju Jalan Sudirman dan Banceuy, kendaraan belok kiri ke Jalan Lengkong Besar, terus ke Jalan Pungkur (Mall ITC Kebon Kalapa) dan Jalan Dewi Sartika. Hal ini berlaku pula bagi kendaraan yang datang dari arah Jalan Lembong. Motor dan mobil dari Jalan Lembong harus lurus ke Jalan Lengkong Besar atau tidak bisa belok kanan melewati Jalan Asia Afrika. Ruas jalan yang ditutup saat CFN dan CFD Jalan Asia Afrika yaitu: Jalan Braga pendek, Jalan Cikapundung Barat, dan jalan di samping Hotel Savoy Homann.

[Klik peta untuk ukuran lebih jelas]
Beberapa ruas jalan di sepanjang lokasi CFD/CFN masih memungkinkan dibuka hanya untuk bongkar muat perangkat yang berkaitan dengan kegiatan di kawasan bebas kendaraan. Sementara titik parkir kendaraan disiapkan di sekitar lokasi.

5. Dilarang Berjualan
Kawasan yang dinyatakan bebas kendaraan tidak boleh dipergunakan untuk berjualan, baik di trotoar maupun badan jalan. Kalaupun ada peluang membuka lapak, lahan yang memungkinkan adalah persil bangunan di sepanjang jalan. Itu pun harus seizin pemilik persil.

6. Izin Kegiatan Pendukung
Jika akan diadakan event di sepanjang CFN dan CFD (misalnya pembuatan panggung hiburan) harus mengantungi surat izin dari Pemerintah Kota Bandung melalui Asisten Daerah. Izin tersebut bisa diperoleh setelah ada rekomendasi dari tiga instansi
- Dinas Perhubungan Kota Bandung
- Satpol PP Kota Bandung
- Polrestabes Bandung