Review

Bandung International Digital Arts Festival (BIDAF) 2015




BIDAF 2015 Bandung mengenang Harry Roesli

Pada Jumat sampai Minggu, 6 - 8 November 2015 akan digelar Bandung International Digital Arts Festival (BIDAF) 2015. Gelaran tiga hari ini merupakan festival ala Bandung yang menampilkan seniman-seniman Indonesia dan mancanegara. Untuk tahun ini kegiatan tidak lagi digelar di Selasar Sunaryo, tapi di Gedung Landmark, Jalan Braga Bandung. Bidaf tahun 2015 merupakan gelaran kedua dan akan mengembangkan beragam program. yakni: video art, animasi, pertunjukan intermedia, musik digital, seni robotic dan interactive installation.

BIDAF 2015: Kolaborasi Seniman Indonesia dan Mancanegara
BIDAFT sendiri merupakan gelaran untuk mendorong tumbuhnya kreativitas generasi muda, terlebih hubungannya dengan seni dan teknologi digital. Bidaf tahun ini akan menampilkan lebih dari 30 seniman digital ternama dari Indonesia dan luar negeri. Para seniman ternama akan mengangkat panorama seni digital di Bandung. Mereka adalah Bill Viola (USA), The Void by Tundra (Russia), Arahmaiani (Indonesia), dan Eldwin Pradipta (Indonesia).

Pada kegiatan ini, akan ada penampilan karya monumental dari pelopor Seni Video dunia dari Amerika yakni Bill Viola. Penampilan karya Bill Viola adalah yang pertama kalinya di Asia Tenggara. BIDAF 2015 juga akan mengundang dua tokoh seni digital asal Jawa Barat. Mereka adalah Edwin Pradilpa dan Arahmayani. Alasan pemilihan kedua seniman ini berdasarkan faktor reputasi dan keunggulan karya-karyanya di bidang seni digital. Pada gelaran BIDAF 2014, kedua seniman tersebut pernah memamerkan karya video instalasi.

Program BIDAF 2015 akan lebih luas dibandingkan yang pertama. Seperti program pameran robotic art yang masih sangat baru di Indonesia dan baru di ITB yang ada pembelajarannya. BIDAF 2015 akan menampilkan hasil kerjasama antara beberapa seniman digital yang hadir dalam pertunjukan intermedia. Seperti video mapping, musik digital, penari, dan pemain pencak silat.

Mengenang Karya Harry Roesli
Selain penampilan seniman-seniman tersebut, pada BIDAF kali ini ada yang spesial. Seniman Bandung. Harry Roesli dikenang secara khusus dalam event ini, alasannya karena merupakan sosok seniman yang mengawali karya musik elektronik dan seni multimedia di Bandung sejak awal 1980-an. Pada event ini, karya almarhum Harry Roesli yg berjudul "Off The Record" akan ditampilkan kembali  pada hari Sabtu, 7 November 2015 pukul 8 malam.

Informasi dan Kontak BIDAF 2015:
Twitter: @Bidaf2015