Review

Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju), Spot Asyik Buat Nongkrong dan Memotret




Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat

Inilah salah satu spot di Kota Bandung yang menjadi ikon tempat nongkrong atau ruang publik di Bandung. Adalah Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat atau biasa dikenal dengan nama Monju adalah Museum Sejarah Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Lokasi ini berada di Jln. Dipatiukur, tepatnya di sebelah utara Gedung Sate.

Bila dilihat dari ruangan atas Gedung Sate, monumen ini akan terlihat sejajar dengan Gunung Tangkuban Parahu. Monumen ini semakin hits ketika dijadikan poster promosi sinetron Preman Pensiun 2 dimana Kang Mus terlihat sedang berhadapan dengan Bos Jamal dengan latar monumen megah ini.

Monju diresmikan penggunaanya oleh Gubernur Jawa Barat, R. Nuriana pada tanggal 23 Agustus 1995. Terletak di Jalan Dipatiukur No. 48, Kota Bandung. Lokasinya persis di seberang Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) dan dekat dengan Kantor Pusat PT Telkom. Berdiri di atas tanah seluas ± 72.040 m² dan luas bangunan ± 2.143 m² model bangunannya berbentuk bambu runcing dengan ciri warna putih dan dihiasi lambang burung garuda.

Dulu di sekitar lokasi Monju (antara Lapangan Gasibu dan Monumen) biasa dijadikan pasar tumpah setiap hari Minggu. Kini, area Monju kerap dijadikan sebagai lokasi pertunjukan musik yang digelar TV-TV nasional ataupun gelaran pesta rakyat Jawa Barat. Area Monju pun selain tempat nongkrong juga biasa jadi tempat ngumpulnya komunitas-komunitas di Bandung. Seperti para anggota komunitas drone yang biasa mengabadikan monumen ini dari ketinggian. Begitu pula bagi yang hobi fotografi, Monju merupakan spot menarik untuk objek memotret.

Diorama dan Relief
Jika pengunjung biasanya hanya duduk-duduk di sekitar monumen, sebetulnya di dalam Monju ada tuju buah diorama dengan ruang pameran tetap dengan koleksi diorama pada ruang pameran tetap tersebut adalah:
1. Diorama Perjuangan Sultan Agung Tirtayasa Bersama Rakyat Menentang Kolonial Belanda Tahun 1658
2. Diorama Partisipasi Rakyat Dalam Pembangunan Jalan di Sumedang
3. Diorama Perundingan Linggarjati 1946
4. Diorama Bandung Lautan Api 24 Maret 1946
5. Diorama Long Mach Siliwangi Januari 1949
6. Diorama Konfrensi Asia Afrika di Bandung 1955
7. Diorama Operasi Pagar Betis (Operasi Brata Yuda) 1962.

Di sini pun ada relief pada bagian dinding depan Monju yang menceritakan sejarah perjuangan rakyat Jawa Barat mulai dari masa kerajaan, masa pergerakan, masa kemerdekaan, dan masa mempertahankan kemerdekaan dalam melawan penjajahan baik Belanda, Inggris dan Jepang. Fasilitas lainnya pun ada ruang audiovisual dan ruang perpustakaan.

Wisata Kuliner dekat Monju
Sementara untuk akses, jika keluar tol Pasteur terus saja lewat jembatan layang Pasupati ke arah Lapangan Gasibu/Gedung Sate. Dari Monju, Anda bisa sekalian berjalan kaki ke tempat-tempat wisata lainnya yang dekat sini. Di arah selatan Monju, lokasi terdekat ada Museum Geologi, Taman Lansia/Jln. Cisangkuy, Gedung Sate, Museum Kantor Pos.

Ke arah timur bisa belanja di sentra clothing C59 yang terkenal di Bandung (Jln. Merak) dan ke arah barat adalah Jln. Dago salah satu favorit wisata di Bandung. Dari Monju melalui Jln. Dipatiukur ke arah Simpang Dago - Jln. Siliwangi, wisatawan bisa terus ke Teras Cikapundung, Babakan Siliwangi, Sabuga, Kebun Binatang Bandung, atau ke Jln. Cihampelas.

Pada sore dan malam hari, di sekitaran Monju/Jln. Dipatiukur pun Anda bisa hunting kuliner. Tenda-tenda penjual makanan biasa mulai buka pada sore hingga malam hari. Dekat sini pun ke arah Jln. Dipatiukur, berjejer penjual makanan yang ngehits di Bandung, seperti Steak Ranjang, Bakso Boedjangan, Batagor Hanimun, Cekeran Midun, atau ke arah Jln. Sekeloa ada Mochilok.

Akses angkutan umum yang lewat Jln. Dipatiukur:
- Jatinangor: Bus DAMRI Jatinangor - Dipatiukur
- Terminal Leuwipanjang: DAMRI Leuwipanjang - Dipatiukur
- Terminal Cicaheum: angkot Cicaheum - Ciroyom (warna hijau-strip oranye)
- Angkot Dago - Riung Bandung (warna putih - hijau)
- Angkot Panghegar - Dipatiukur (warna putih-kuning-hijau)