Review

Pemkot Bakal Bangun Pusat Budaya Sunda di Cibiru




Pusat Budaya Sunda di Cibiru Kota Bandung

"Sebentar lagi di tahun 2017 akan di bangun Pusat Budaya Sunda di daerah Blue Water alias Cibiru. Ada Kampung tradisi, Hunian untuk seniman (artist in residence), koridor ala kampung untuk jualan produk2 tradisional dan etalase pembuatan kerajinan, Ruang Serba Guna untuk pertunjukan, ruang2 untuk latihan bela diri maupun tari/musik,"  demikian postingan yang ditulis di akun Facebook Ridwan Kamil pada Februari 2017 lalu.

Pada Selasa, 4 April 2017, program pembangunaan pusat budaya Sunda tersebut dikuatkan dengan postingan di akun instagram Humas Bandung, "Wargi Bandung, di tahun 2017 ini Insya Allah akan dibangun Pusat Budaya Sunda di Cibiru. Ada kampung tradisi, hunian untuk seniman, koridor ala kampung, ruang serbaguna untuk pertunjukan.  Pusat Budaya Sunda disiapkan agar budaya Sunda selalu lestari di tengah modernisasi Kota Bandung."

Bentuk bangunan Julang Ngapak
Dari berbagai informasi yang kami dapatkan, Pusat Budaya Sunda yang akan dibangun di daerah Cibiru, kawasan Bandung timur tersebut akan berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi. Adapun bangunan yang ada nanti di sana akan menjadi ruang kreatif bagi para seniman dan budayawan setempat.

Untuk konsep arsitektur bangunan, Pusat Budaya Sunda dirancang dengan desain rumah tradisional khas Sunda yakni Julang Ngapak dengan material mayoritas bambu. Suasana khas kampung Sunda akan dihadirkan sebagaimana yang ada di kampung-kampung adat di Jawa Barat. Di arena tersebut pun, warga tidak hanya bisa menonton pertunjukan tetapi juga bisa berinteraksi langsung dengan para seniman. Selain itu, para pengunjung bisa merasakan pengalaman membuat kerajinan tematik Sunda. Nantinya di Pusat Budaya Sunda bakal hadir aneka produk tradisional UMKM.

Fasilitas di Pusat Budaya Sunda, Cibiru
Masyarakat pun nantinya bisa melihat pengrajin menghasilkan karya. Fasilitas lainnya akan ada pula selasar untuk bazar dan pameran, padepokan untuk studio latihan, dan ruang serba guna untuk pertunjukan. Masyarakat pun bisa datang meramaikan tempat tersebut sekaligus memperkenalkan budaya Sunda agar lebih dekat ke masyarakat.

Pendirian pusat kebudayaan Sunda itu, tujuannya bukan semata-mata untuk menarik wisatawan. Tetapi, lebih kepada ingin meningkatkan eksistensi budaya tradisional di tengah zaman modern ini. Pembangunan Pusat Budaya Sunda  merupakan wujud komitmen Pemkot Bandung untuk membangun karakter kesundaan yang kuat pada masyarakat agar warga Bandung selain modern, kreatif agamis, namun juga tetap berakar pada budaya Sunda.