Review

Chinatown Bandung, Sentra Kuliner dan Tempat Nongkrong Kekinian




Chinatown Cibadak Bandung

Bila menilik pada sejarah, di Kota Bandung Pecinan terbagi di wilayah-wilayah sekitaran pusat kota yakni di seberang Pasar Baru yang kini bernama Jalan Pecinan Lama. Lalu daerah belakang Pasar Baru hingga jalan Kebonjati juga dari Jalan Gardujati hingga kawasan Pasar Andir. Sebelumnya kompleks wisata Chinatown ini adalah gedung milik yayasan Permaba (Perhimpunan Masyarakat Bandung), tepat di belakang kompleks kelenteng tertua di Bandung, Vihara Satya Budhi.

Destinasi wisata baru favorit wisatawan
Jalan Kelenteng yang nyambung dengan Jalan Cibadak dan Jln. Jend. Soedirman ini akhirnya dipersolek pada era Wali Kota Ridwan Kamil. Tren culinary night pun turut menjadikan kawasan ini sebagai salah satu tempat penyelenggaraan bazar kuliner. Beberapa tahun lalu, event setiap akhir pekan di sini dikemas dengan tajuk Cibadak Culinary Night (CCN) yang biasanya berlangsung meriah. Berbeda dengan Braga Culinary Night (BCN), CNN mengambil tema oriental sesuai dengan mayoritas penduduk di kawasan Cibadak yang memiliki darah Tionghoa.

Saat acara bazar kuliner berlangsung, biasanya kawasan ini ditutup sepanjang 300 meter karena diperuntukkan bagi para pedagang makanan serba oriental. Meski bertemakan oriental, namun dalam makanan khas Bandung tetap ada di kawasan yang ada di sebelah barat Alun-Alun Bandung ini.

Kini di pertengahan tahun 2017, di kawasan pusat Kota Bandung berbenah dengan hadirnya konsep Chinatown ala Bandung. Di sini, pengunjung bisa menikmati suasana ala kampung Pecinan yang unik. Pokoknya, serasa lagi jalan-jalan di negeri Tiongkok. Kini, chinatown ala Bandung ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit para pelancong, baik wisatawan dalam negeri maupun mancanegara.

Di sini ada museum khusus dimana sebelah kiri pintu masuk terdapat ruangan bertuliskan ‘Bandung Chinatown Museum’. Pengunjung bisa melihat beragam perabotan antik khas Tionghoa. Selain itu, ada juga infografis yang menceritakan sejarah suku Tionghoa di Bandung. Di sini, pengunjung bisa menikmati kuliner sambil nongkrong atau berfoto-foto ria. Banyak spot menarik yang bisa dijadikan latar buat selfie. Bangunan warna-warni juga aneka lampion yang menggantung di atas jalan bisa jadi spot buat mengambil foto.

Sentra kuliner di pusat Kota Bandung
Untuk mempromosikan spot wisata baru di Bandung ini, pada peringatan HUT Ke-72 RI, Kamis (17/8/2017), Wali Kota Ridwan Kamil dan istri. Kedatangan orang nomor satu di Kota Bandung ini disambut dengan barongsai. Pria yang karib disapa Emil itu pun mengikuti perlombaan makan kerupuk di tengah-tengah warga Cibadak.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung pun meresmikan tempat wisata baru Cibadak dan Kelenteng pada pertengahan Agustus 2017. Tepatnya pada Minggu (20/8/2017), Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil, didampingi istri, Atalia Ridwan Kamil, meresmikan Bandung Chinatown di Jalan Kelenteng no. 41 Bandung.

Mengenai konsep chinatown ini, Ridwan Kamil menuturkan ini adalah wujud dari keberagaman yang selama ini menjadi ciri khas Bandung. Ia mengatakan, Chinatown ini memperkuat eksistensi Kota Bandung yang sangat menghargai perbedaan.

"Keberagaman itu diwujudkan dalam toleransi beragama, kegiatan sosial sehari-hari, dan dalam kegiatan ekonomi. Ini adalah wujud keberagaman identitas dalam ekonomi," ujar wali kota yang akrab dipanggil Kang Emil Tersebut. Di dalam chinatown ini, terdapat 77 kios yang berasal dari UMKM Kota Bandung. Isinya beragam, mulai dari kuliner, fesyen, hingga kerajinan tangan. Warga Bandung maupun wisatawan bisa mengunjungi chinatown sambil menikmati udara Bandung yang sejuk hampir sepanjang tahun.

Sejak pembentukannya, kawasan wisata ini bekerja sama dengan Yayasan Perhimpunan Sosial Masyarakat Bandung (Permaba). Konsep chinatown ini dengan menggabungkan unsur komersial dan budaya. Warga yang berkunjung tidak hanya bisa menikmati produk-produk Bandung, tetapi juga mengenal lebih dekat budaya Tionghoa.

Kawasan wisata chinatown tersebut buka dari pukul 12 siang hingga pukul 12 malam. Adapun untuk tiket masuknya Senin - Kamis Rp10.000 dan weekend Rp20.000 (plus air mineral). Selain kuliner dan nongkrong, pengunjung pun bisa belanja aneka pernak-pernik/suvenir juga aneka barang antik. Dengan konsep wisata kuliner ruang terbuka, pengunjung bisa menikmati suasana chinatown ini di kursi-kursi yang disediakan di sana. Adapun berbagai makanan dan minuman tenang saja, di sini makanannya no pork alias halal.

Chinatown Bandung
Jl. Kelenteng No. 41, Ciroyom, Kec. Andir, Kota Bandung
Telepon: (022) 6038114
[Lihat peta lokasi]

Jam buka: pukul 12.00 - 24.000 WIB
Tiket: Senin - Kamis Rp10.000 dan Jumat - Minggu Rp20.000

- Foto-foto di Chinatown Bandung lihat di sini.
- Video kawasan Chinatown Bandung tonton di sini.