Review

Film Preman Pensiun Akan Tayang September 2018



Preman Pensiun The Movie

Sebuah tayangan hiburan yang mengangkat sisi fenomena sosial di Kota Bandung, sinetron Preman Pensiun kini akan diangkat ke versi layar lebar. Syukuran menjelang syuting  film Preman Pensiun digelar di Little White Café, Jln. Lodaya, Kota Bandung pada 20 April 2018. Pasukan preman yang sudah pangsiun ini bisa mengobati kerinduan para penggemarnya yang sejak season ketiga tak lagi menghiasi layar kaca. Sebenarnya para penggemar pun menunggu-nunggu namun rupanya tayangan sinetron tersebut tak diperpanjang di RCTI.

Sinetron yang menghadirkan puluhan tokoh dengan karakter unik masing-masing ini memang menjadi fenomena tersendiri bagi dunia entertainment. Sajian cerita yang tidak melangit namun menyuguhkan tontonan yang merakyat dan mudah dicerna penonton ragam kalangan. Maka, sosok tokoh Kang Mus, Kang Pipit, Kang Murad, Ceu Edoh, Gobang, Bohim, Ceu Esih, dan lainnya telah mendapat tempat di hati masyarakat penggemar sinetron ini.

Dan tentunya, film ini pun mengingatkan kembali akan sosok Kang Bahar yang diperankan oleh aktor kawakan almarhum Didi Petet. Dan tongkat estafet kepemimpinan akhirnya diwariskan ke Kang Mus. Film ini sendiri mendapatkan dukungan dari MNC Pictures yang menjadi produser dan juga mantan Pangdam Siliwangi Deddy Taufik. Selain itu para pemain dan kru, yang berjumlah 99 orang, akan menjadi agen pemasaran film yang jitu untuk menaikan rating Preman Pensiun.

Dan sekarang, Kang Mus dan kawan-kawan akan kembali beraksi dalam film Premain Pensiun. Pengambilan gambar perdana sendiri sudah dimulai pada Sabtu 21 April 2018. Film yang naskahnya ditulis dan disutradarai Aris Nugraha itu berkisah tentang para preman yang belum sepenuhnya pensiun sehingga memicu terjadinya perang saudara.

Film Preman Pensiun direncanakan tayang pada 13 September 2018 di seluruh bioskop Indonesia. Susunan pemain untuk film tidak jauh berbeda dengan format sinetronnya. Ada Epy Kusnandar sebagai Kang Mus, Tya Arifin sebagai Kinanti, Pitra sebagai Pipit dan tokoh-tokoh lainnya.

Sang penulis dan sutradara sendiri, mengungkapkan memiliki target yang cukup besar yakni mampu menarik sekitar lima juta penonton. Menurut sutradara yang juga pernah main jadi sosok guru di film Dilan 1990 ini menyatakan, pengambilan gambar film menjadi ajang reuni sekaligus kembalinya para pemeran serta kru dalam kancah perfilman Indonesia.