Review

Mengenal Bandung: Ciri Khas dan Keunggulan Wilayah di Bandung Utara



Wisata favorit Bandung Utara

Dikenal sebagai kota dengan ragam julukan, Bandung memang punya pesona tersendiri. Bagi Anda yang berasal dari luar Bandung mungkin ingin mengetahui apa saja sih yang jadi ciri khas dan keunggulan bagian-bagian wilayah di Bandung Utara? Berikut ini informasinya.

1. Tempat nongkrongnya urang Bandung
Nama Jln. Dago (Ir. H Juanda) dari dulu dikenal sebagai lokasi panongkrongan urang Bandung. Pada era 80-90an, terutama malam Minggu, kaum muda Bandung biasa menjadikan kawasan Dago sebagai tempat ngariung (kumpul). Bahkan aneka kreativitas anak-anak Bandung pun banyak yang lahir di kawasan Bandung Utara. Pada era 90an, hadirnya Bandung Indah Plaza (BIP) dan Plaza Dago menjadikan kawasan ini sebagai pusat tongkrongan di Bandung.

Dulu, komunitas-komunitas motor kaum muda Bandung pun biasa kumpul di sini. Mereka biasa bertukar pengalaman dan keahlian dalam memodifikasi motor. Dan hasilnya biasanya diuji di balapan jalanan. Namun, dulu keakraban lebih terasa dan jauh dari kesen berandalan-berandalan motor seperti sekarang yang dilakukan beberapa oknum hingga terkesan kriminal.

Juga komunitas anak muda yang hobi musik pun biasa menjadikan kawasan Bandung Utara sebagai ajang pertemuan. Untuk hal ini, nama GOR Saparua menjadi saksi bisu bagaimana geliat anak-anak Bandung dalam bermusik. Di sini pun lahir aneka kreativitas lainnya seperti seni budaya di Dago Tea House atau anak muda yang hobi desain dan cetak kaos dengan hadirnya distro-distro.

2. Pusat wisata 
Untuk urusan ini, sampai sekarang kawasan Bandung Utara jadi magnet tujuan wisatawan. Dengan suasana alam sejuk dan banyak spot menarik, Bandung Utara dikenal sebagai tempat untuk refreshing. Apalagi titik-titik wisata ini berdekatan aksesnya, misalnya dari kawasan Dago atau Ledeng bisa langsung ke Punclut atau Lembang.

Tak heran bila bisnis wisata banyak tumbuh di kawasan Bandung Utara. Belum lagi dengan wisata kulinernya yang bertebaran dimana-mana, baik cafe maupun restoran. Termasuk juga Bandung Utara termasuk kawasan surga belanja bagi wisatawan, seperti kawasan Jln. Cihampelas atau factory outlet (FO) yang ada di sepanjang jalan di kawasan ini. Juga termasuk wisata event, seperti yang ada di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga).

Selain itu, taman-taman yang dioptimalkan saat pemerintahan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil banyak yang dibangun di kawasan Bandung Utara, misalnya Taman Jomblo, Teras Cikapundung, Taman Radio, Taman Musik, dan taman-taman lainnya. Belum lagi dengan kawasan Jalan Dago sebagai salah satu kawasan area bebas kendaraan (CFD) setiap hari Minggu. Dan tentunya Bandung Utara punya ikon jembatan layang Pasupati (Pasteur - Pasupati).

3. Kawasan permukiman elite
Dari zaman Belanda, wilayah utara yang termasuk bagian Kota Bandung dikenal sebagai kawasan elite. Beberapa area seperti Dago, Jalan Merdeka, Pasteur, Cipaganti, Dipatiukur, dan lainnya di Bandung Utara di zaman kolonial merupakan salah satu pusat perumahan elite bangsa Belanda.

Dan sampai sekarang masih ada bangunan-bangunan elite peninggalan Belanda namun tak sedikit yang sudah direnovasi, misalnya di kawasan Jln. Dago, Jln. Cipaganti, Jln. Riau, dan sekitar Kosambi (Gandapura, Patrakomala, dll.). Tak heran sampai sekarang pun, harga-harga rumah atau bangunan di kawasan ini termasuk paling tinggi di Bandung. Namun karena termasuk daerah resapan air, kawasan Bandung Utara (KBU) merupakan daerah yang perizinan pembangunannya termasuk ketat.

4. Pusat pendidikan favorit
Di kawasan Bandung Utara ini ada nama ITB, Unpar, UPI, Unpad, Unisba, STP NHI, SMAN 1, SMAN 2, SMAN 20, SMAN 3, SMAN 5, SMPN 2, SMPN 5, SDN Banjarsari, SDN Merdeka yang jadi pendidikan favorit. Maklum saja, dari zaman Belanda kawasan Bandung Utara biasa jadi tempat menimba ilmu misalnya di ITB yang mencetak para teknokrat. Juga ada SMP Negeri 5 Bandung didirikan tahun 1920 oleh Belanda yang saat itu masih bernama MULO Bandung. Di Bandung Utara pun SMAN 3 Bandung yang berfungsi sebagai gedung Hoogere Burgerschool te Bandoeng (HBS).

5. Pusat pemerintahan
Di kawasan Bandung Utara pun dari zaman Belanda dikenal sebagai pusat pemerintahan seperti Gedung Sate, Gedung Balai Kota, hingga markas Kodam III/Siliwangi.