Review

Film Preman Pensiun Tayang di Bioskop Mulai 17 Januari 2019

share to whatsapp



Sinopsis film Preman Pensiun

Bisnis kicimpring Muslihat alias Kang Mus yang sudah tiga tahun berjalan mengalami masa sulit dan bahkan penjualannya terus menurun. Muslihat juga menghadapi problematika baru saat Safira, anak perempuan satu-satunya yang sudah tumbuh remaja kini mulai didatangi oleh para lelaki Tak hanya itu, berbagai masalah terus menghampiri Muslihat dan anak buahnya yang kini sedang berusaha untuk hidup baik sebagai pebisnis setelah pensiun sebagai preman

Itulah sedikit gambaran kisah dalam film Preman Pensiun yang bakal tayang serentak di bioskop pada 17 Januari 2019 nanti. Preman Pensiun sendiri sebelumnya adalah sinetron bergenre drama komedi yang ditayangkan RCTI dan diproduksi oleh MNC Pictures. Ditayangkan setiap hari pukul 17.30 WIB yang tayang perdana pada 12 Januari 2015 (season 1), lalu tayangan season 2 pada 25 Mei 2015, dan season 3 (terakhir) pada 14 Desember 2015.

Bagi Anda yang kangen dengan sosok tokoh Kang Mus, Kinanti, Emak, Kang Pipit, Kang Murad, Ceu Edoh, Gobang, Bohim, Ceu Esih, dan kawan-kawan, film ini bisa mengobati kerinduan Anda. Film ini sendiri mendapatkan dukungan dari MNC Pictures yang menjadi produser dan juga mantan Pangdam Siliwangi Deddy Taufik. Selain itu para pemain dan kru, yang berjumlah 99 orang, akan menjadi agen pemasaran film yang jitu untuk menaikan rating Preman Pensiun.

Untuk pengambilan gambar perdana film Preman Pensiun sendiri dimulai pada Sabtu 21 April 2018 lalu. Film yang naskahnya ditulis dan disutradarai Aris Nugraha itu berkisah tentang para preman yang belum sepenuhnya pensiun sehingga memicu terjadinya perang saudara. Awalnya film ini akan ditayangkan di bioskop pada September 2018 kemarin namun kemudian diundur.

Susunan pemain untuk film tidak jauh berbeda dengan format sinetronnya. Ada Epy Kusnandar sebagai Kang Mus, Tya Arifin sebagai Kinanti, Pitra sebagai Pipit, Fajar Khuto sebagai Ujang Rambo, dan tokoh-tokoh lainnya. Sang penulis dan sutradara sendiri, mengungkapkan memiliki target yang cukup besar yakni mampu menarik sekitar lima juta penonton. Menurut sutradara yang juga pernah main jadi sosok guru di film Dilan 1990 ini menyatakan, pengambilan gambar film menjadi ajang reuni sekaligus kembalinya para pemeran serta kru dalam kancah perfilman Indonesia.