Review

Wajib Diketahui, Inilah Skema Sistem Satu Arah Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2019

share to whatsapp



Sistem Satu Arah Tol Mudik Lebaran 2019.jpg

Skema satu arah (one way) bertujuan untuk mengurai kemacetan di Tol Trans Jawa ketika musim mudik. Kebijakan ini telah disepakati oleh Korlantas Polri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Badan Pengelola Transporasi (BPTJ), dan juga Jasa Marga.

Berikut informasi sistem satu arah saat arus mudik dan arus balik Lebaran 2019:

SISTEM SATU ARAH MUDIK LEBARAN 2019
1. Sistem satu arah (one way)
One way kota berlaku sejak tanggal 30 Mei, 31 Mei, 1 Juni, hingga tanggal 2 Juni untuk arus mudiknya  Penerapan satu arus menuju wilayah Jawa tersebut dimulai dari Cikampek pada kilometer 69 sebagai titik awal. Adapun  tol Jakarta-Cikampek hanya akan menjadi lokasi awal pemberlakuan kebijakan satu arah. Sementara sejak Cawang hingga Cikampek Utama, lalu lintas kendaraan berlaku normal (dua arah)/

Adapun untuk arus balik, kebijakan satu arah juga akan berakhir di Cikampek Utama. Dengan demikian, selepas gerbang Cikampek Utama, tol Jakarta-Cikampek tetap dapat dilintasi dua arah. Rekayasa arus balik ini berlaku pada 8-10 Juni 2019.

Pengecualian kebijakan satu arah diberlakukan bagi bus-bus umum yang selama ini biasa mengakses tol Jakarta-Cikampek melalui tol Cikampek. Selama kebijakan satu arah diberlakukan, bus-bus umum tetap bisa mengakses gerbang Cikampek Utama.

2. Sistem ganjil-genap di Pelabuhan Merak-Bakauheni
Sementara, sistem nomor kendaraan ganjil-genap diterapkan pada jalur penyeberangan Merak-Bakauheni untuk kendaraan pribadi. Penerapan ganjil-genap akan diterapkan pada 30 Mei sampai 2 Juni saat arus mudik pada rentang waktu pukul 20.00 WIB hingga keesokan harinya hingga pukul 08.00 WIB di Pelabuhan Merak menuju Bakauheni. Pola serupa diterapkan saat arus balik di Pelabuhan Bakauheni untuk pemudik dengan kendaraan dari Sumatra menuju Jakarta via Merak.

Pemberlakuan ganjil-genap di Pelabuhan Merak-Bakauheni
- Berlaku pkl. 20.00 - 08.00 (tidak berlaku di siang hari)

Pelabuhan Merak:
H-6 (30 Mei) dan H-4 (1 Juni): nopol genap
H-5 (31 Mei) dan H-3 (2 Juni): nopol ganjil

Pelabuhan Bakauheni
H+2 (8 Juni): nopol genap
H+1 (7 JuniO dan H+3 (9 Juni): nopol ganjil

3. Penggunaan rest area
Rest area tipe A biasanya dijadikan tempat bagi pemudik beristirahat sekaligus mengisi bahan bakar yang membuat titik kemacetan baru. Disarankan agar pemudik mengisi bahan bakar di pangkalan utama. Dengan penerapan satu jalur dan penggunaan area istirahat yang lebih banyak, diharapkan tak ada lagi penumpukan kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa. Diimbau agar pemudik tidak mengisi bahan bakar di rest area tipe A.

INFO MUDIK JALUR SELATAN
1. Rekayasa lalin di Tol Cileunyi
Di Km 148 tol akan dilakukan rekayasa lalu lintas jika arus kendaraan di pintu Tol Cileunyi tidak mampu menampung kendaraan, petugas akan membuka jalan keluar di KM 148. Selanjutnya setelah keluar pada kilometer 148 tol Cileunyi, kendaraan akan mengarah ke perempatan Gedebage Bandung, di sana pemudik bisa mengarah ke kota Bandung, Sumedang, Garut, dan Tasikmalaya.

2. Sistem buka tutup di Nagreg
Pada H-3 sampai H+4 lebaran, Satlantas Polres Bandung akan melakukan sistem one way (satu jalur) atau buka tutup jalur dengan durasi kira-kira 30 hingga 60 menit Hal tersebut, akan dilakukan beberapa kali dalam satu hari dan pihalknya pun telah melakukan berkoordinasi dengan Satlantas Polres Garut serta Tasikmalaya.

3. Jalur Lingkar Nagreg
Dishub Jabar menyatakan Jalur Lingkar Nagreg, Kabupaten Bandung, akan diberlakukan dua arah saat arus mudik dan balik Idul Fitri 1440 Hijriah/Lebaran 2019. Lingkar Nagreg jadi dua arah sehingga bisa digunakan untuk lalu lintas arah Bandung ke Garut, sedangkan untuk yang ke Tasikmalaya dan Jateng langsung lurus saja.

INFO GERBANG TOL
Pemindahan gerbang tol dari Cikarang Utama ke perbatasan Purwakarta-Karawang diharapkan efektif mengurangi kemacetan pada arus mudik Lebaran tahun ini.Tanggal 26 Mei gardu tol baru akan penuh beroperasi. Di Gardu Cikampek Utama ada delapan gardu satelit, Cikampek Utama 3 dan 5 masing-masing empat gardu. Jadi, per arah (ke Barat dan ke Timur) ada 15 gardu. Saat kenaikan jumlah kendaraan puncak arus mudik dan balik, Jasa Marga menyiapkan enam gardu tambahan. Sehingga, jumlahnya mencapai 21 unit untuk jalur arah Barat maupun Timur.

Sementara dua pintu tol baru di perbatasan Kabupaten Purwakarta-Karawang, dari 28 gardu yang direncanakan, Jasa Marga baru akan menggunakan 14 gardu inti sebelum puncak arus mudik. Seluruh gardu baru akan digunakan saat puncak arus mudik dan balik Lebaran 2019 Ke-14 gardu itu dibagi masing-masing tujuh gardu untuk jalur ke arah Barat dan arah Timur.  Kedua gerbang tol yakni Cikampek Utama ke arah Cirebon dan Kalihurip Utama ke arah Bandung bisa digunakan.

INFO TOL CISUMDAWU
Bagi Anda pengendara mobil pribadi yang ke arah Sumedang, pada H-7 dan H+7 bisa menggunakan jalur tol Cisumdawu yang baru bisa digunakan sebagian sebagian. Sebagian jalan tol yang bisa dilalui yakni sepanjang 5,5 km dari mulai pintu gerbang tol Rancakalong sampai terowongan di daerah Cigendel wilayah Kecamatan Pamulihan. Saat kendaraan di jalur arteri macet ataupun tidak, ruas jalan tol itu bisa digunakan selama 24 jam.