Review

Risa Saraswati Bakal Tampil di Event Rempug Jukung Bandung Creative Expo 2019

share to whatsapp



Event Rempug Jukung 2019

Penyanyi yang juga penulis asal Kota Bandung, Risa Saraswati bakal tampil di acara Rempug Jukung yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung (Disbudpar) di Bandung Creative Hub, Sabtu (24/8/2019) ini. Kegiatan tersebut bertujuan untuk pengembangan kreativitas, tradisi, sampai bidang ekonomi kreatif.

Pameran batik dan cinderamata, kriya, dan fotografi
Selain Risa Saraswati, bakal hadir juga sang suami, Dimasta. Pada acara tersebut, Disbudpar Kota Bandung juga menggelar pameran batik dan cinderamata, kriya, dan fotografi. Tak ketinggalan, stan kuliner seperti Bandros Bandoeng, Colenak Murdi dan sebagainya. Serta fashion show dari Bandung Broadway dan demo masak dari Chef Ricky Sulaiman.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar Kota Bandung, Tris Avianti mengungkapkan, Rempug Jukung "Bandung Creative Expo 2019" merupakan program pengembangan ekosistem ekonomi kreatif konteks kreativitas tradisi berupa kegiatan kolaborasi. Bentuknya kompetisi dan pameran yang menawarkan nilai nilai budaya dan kreativitas sebagai ciri khas kearifan lokal Kota Bandung.

“Rangkaian kegiatan Rempug Jukung di antaranya mengembangkan ekosistem musik tradisional karinding, inkubasi kuliner tradisional serta kompetisi desain Batik Bandung dan desain cinderamata,” jelas Tris kepada Bagian Humas Setda Kota Bandung.

“Dalam dinamika perkembangan kota yang bergerak sangat dinamis, sudah menjadi keharusan sebagai branding Kota Bandung sebagai kota Kreatif serta destinasi pariwisata unggulan di Indonesia dan mancanegara,” imbuhnya.

Berbasis kebudayaan dan kearifan lokal
Menurutnya, hal itu dapat merefleksikan kemajuan Kota Bandung yang berbasis kebudayaan dan kearifan lokal. “Ini juga merupakan tindak lanjut hasil kajian yang diadakan oleh Bidang Pengkajian Kebudayaan mengenai icon Kota Bandung pada tahun 2018,” katanya.

Acara Rempug Jukung juga sebagai penanda bahwa desain Batik Bandung dan cinderamata Bandung dapat digunakan oleh seluruh masyarakat. Masyarakat juga dapat memproduksinya masyarakat karena Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas nama Pemerintah Kota Bandung.

Batik Bandung akan menjadi pakaian resmi seluruh ASN Pemerintah Kota Bandung dan diharapkan dapat digunakan pula di kalangan dunia usaha dan masyarakat umum.

Kegiatan tersebut didukung oleh Stunning Bandung, Dekranasda, Patrakomala, Ruang Kolaborasa, Saga Inspira, Photography Space dan Bandung Creative Hub. Info lebih lanjut bisa diakses melalui www.bandungcreative.com dan akun instagram Disbudpar Kota Bandung @disbudpar.bdg.




share to whatsapp