Review

Ini Kelucuan Serta Keunikan Tokoh-Tokoh dan Adegan Sinetron Preman Pensiun 4

share to whatsapp



profil tokoh-tokoh preman pensiun 4

Setiap tayangan sinetron tentunya punya keunikan dan ciri khas tersendiri. Apalagi sinetron yang berbalut komedi seperti Preman Pensiun 4. Selain jalan cerita yang punya ciri khas tersendiri, juga keunikan karakter para tokohnya. Hal inilah yang menjadikan sinetron Preman Pensiun 4 makin diminati para penggemarnya karena walaupun banyak tokoh, setiap tokoh punya sisi menarik masing-masing. Dan kemunculan tokoh dalam setiap scene, masing-masing ditandai dengan musik latar berbeda pula yang jadi ciri khasnya.

Berikut ini beberapa kelucuan dan keunikan cerita maupun tokoh-tokoh di sinetron Preman Pensiun 4:

1. Kang Mus minum kopi
Seringkali dalam setiap setiap scene Kang Mus, ia tak bisa tuntas menyeruput cikopinya. Entah itu saat bersiap menyeruput, ia dipanggil sang istri (Esih), anaknya, ataupun Ceu Edoh sang ART. Atau juga ketika hendak menikmati secangkir kopi, tiba-tiba teleponnya berdering.

2. Dialog berkait
Ini yang bikin menarik, dimana dari satu adegan dialog ke adegan lain yang berbeda scene seperti "nyambung". Misal salah satu preman sedang ngobrol, nah di akhir kata akan "dilanjutkan" atau "dijawab" oleh pemain lain yang berbeda situasinya. Ya, kalau yang pernah melihat pembacaan puisi berantai oleh beberapa orang, seperti itulah gambarannya.

3. Duet Kang Murad dan Kang Pipit
Duo Pipit dan Murad memang jadi ikon tersendiri di sinetron Preman Pensiun. Dari musim-musim awal memang keduanya diplot untuk selalu satu paket alias bersama. Kedua karakter ini memang bagai langit dan bumi, Murad tidak bercanda bahkan tersenyum. Sementara Kang Pipit orangnya celamitan pada cewek, suka bercanda, kumaha aing, dan tentunya hobi makan.

Pipit sukanya dibonceng Murad dengan gaya memeluk erat bahkan bisa sambil ketiduran. Juga, setiap turun dari motor Murad yang harus selalu membukakan pengait helm Kang Pipit. Kosakata yang dikeluarkan Pipit pun kadang bikin ngakak karena kepolosannya. Di Preman Pensiun 4 salah satunya ucapan: "Baiklah kalau begini!". Dalam PP 4, kelakuan keduanya diteruskan oleh keponakan masing-masing yaitu Mawar/Mawardi dan Taslim.

4. Sepatu Adinda yang gambarnya daun singkong tiga
Ini merupakan barang permintaan Emak pada Kang Mus karena Emak tak punya sepatu buat main badminton dengan Susi Susanti. Dan inilah satu-satunya "kelemahan" Kang Mus dimana selalu mengalah pada pada sosok Emak, karena saking sayangnya pada mertuanya tersebut.

Emak pun meminta Kang Mus buat dibeliin "Sepatu Adinda yang gambarnya daun singkong tiga." Penonton pun pasti menginterpretasikan pada merek salah satu sepatu terkenal dari Jerman yang harganya lumayan. Penyebutan merek lain pun sengaja diplesetkan, seperti HP Siomay dan Sungsang, plesetan merek smartphone dari China dan Korea Selatan.

5. Pengajaran bahasa Indonesia yang baik dan benar
Kadang di adegan Preman Pensiun, disuguhkan masalah kerumitan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Misalnya debatnya para preman mengenai penggunaan padanan kata "kami" dan "kita" dalam konteks orang jamak.

6. Saep yang idealis dan berbahasa tinggi
Bos copet ini punya ciri khas seperti dosen yang lagi nularin ilmunya pada mahasiswanya. Ia pun punya padanan istilah tersendiri bagi "ruang belajarnya" tersebut, semisal KKN (Kuliah Kerja Nyopet) atau ungkapan "mari kita ramaikan khazanah percopetan di kota ini:",

Bos copet yang selalu mengedepankan logika serta data dan fakta berusaha meyakinkan anak didiknya tersebut. Beberapa diantaranya seperti perbandingan tingkat kriminalitas copet yang ada di berbagai kota di dunia. Juga faham percopetan yang selalu ia gaungkan bahwa tak ada orang baik kalau tak ada orang jahat, dan ia memilih jadi bagian kejahatan tersebut dengan jadi tukang comot dompet (copet).

7. Bahasa Inggris Mang Uu
Tokoh yang bernama panjang Uu dan nama pendek U ini selain punya tampilan unik, juga sepanjang adegan setiap episodenya tak pernah berbahasa lain selain bahasa Inggris. Ya, walaupun bahasa Inggris-nya pun bisa dibilang standar alias pas-pasan, semisal: good, yes, OK, dan lainnya. Mang Uu selalu jawab pake bahasa Inggris, karena dari dulu cita-citanya jadi rocker kelas dunia.

8. Dialog pepatah nilai kehidupan
Bagi yang jeli, dalam beberapa adegan sinetron Preman Pensiun biasa terselip kata-kata inspiratif yang bermuatan nilai-nilai kehidupan. Ini bisa penonton amati dari Preman Pensiun 1 hingga musim sekarang.

Salah satunya momen emosional adalah saat Kang Mus memarahi anaknya yang terus anteng baca komik dan tak mau membantu ibu dan neneknya yang sedang memasak:
"Kamu bantu-bantu sekalian belajar!"
"Belajar apa?"
"Belajar masak."
"Neng gak hobi masak!"
"Neng!"
"Apa?"
"Bapak lagi ngomong! Coba kamu lihat ke Bapak!"
"Belajar masak buat perempuan itu bukan soal hobi. Itu keharusan. Nanti kalau kamu sudah dewasa, kamu punya rumah tangga, punya suami, punya anak, siapa yang masak?"
"Pembantu!"
"Kamu sudah yakin hidup kamu seperti apa di masa depan? Yakin jadi orang yang mampu bayar pembantu? Kalau suami kamu lebih susah dari Bapak, gimana? Kalau suami kamu nanti lebih bodoh dari Bapak, gimana? Terus, kalau sendiri gak bisa apa-apa, gimana? Sini komiknya! Sini!"
.....
[ Adegan Kang Mus bicara ke istrinya]
"Akang selama ini salah. Akang bisa ngurus anak buah, tapi gak bisa ngurus anak sendiri. Itu titipan Tuhan, buat Akang urus bukan cuma dikasih makan biar hidup. Tapi juga harus dididik biar bener! Kalau nanti Tuhan minta pertanggungjawaban Akang, Akang harus jawab apa?"

Beberapa quotes lain di sinetron Preman Pensiun:

“Wanita diciptakan dari tulang rusuk pria, bukan dari kepala untuk jadi atasannya, bukan dari kaki untuk dijadikan alasnya, Melainkan dari sisinya untuk dilindungi dan dekat dengan hati unutk dicintai.” – Kang Bahar.

“Setiap anak berhak bangga pada orangtuanya.”

“Ketika meninggalkan hal yang kamu anggap buruk, terus kamu berpindah ke hal yang kamu anggap baik, tuhan tidak serta merta memberi jalan yang mudah, tuhan akan menguji kesungguhan kamu.”

------------
Info lainnya seputar sinetron Preman Pensiun 4 LIHAT DI SINI



share to whatsapp