Review

Sinopsis Cerita Sinetron Preman Pensiun 4

share to whatsapp



sinopsis preman pensiun 4

Sinetron Preman Pensiun 4 (PP 4) yang tayang sejak awal bulan Ramadhan 1441 tanggal 24 April 2020 hingga menjelang akhir Ramadhan memang jadi hiburan tersendiri. Sayangnya, sinetron garapan Aris Nugraha ini cuman sampai 23 episode dari rencana 42 episode. Hal tersebut karena keburu diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bandung.

Sang sutradara dan penulis cerita pun menggunggahnya di akun instagram @arisnugraha_anpfilms, bahwa tayangan sinetron PP 4 tersebut diawet-awet agar bisa cukup 30 hari. Dan apakah setelah PSBB akan dilanjutkan, masih belum ada rencana. Dalam komentar-komentar, penggemar PP 4 mengharapkan dengan sangat agar episode-episode selanjutnya tetap dilanjutkan.

Sembari menunggu, apakah shooting PP 4 akan dilanjutkan atau enggak, mending ikuti yuk kisah cerita di sinetron Preman Pensiun 4 ini. Biar nanti kalaupun dilanjutkan, tidak gantungeun lagi cerita.

Kelompok Tokoh di Sinetron Preman Pensiun 4
Keunikan dari kisah di sinetron Preman Pensiun 4 adalah semua bagian dari tokoh-tokoh punya kisah menarik tersendiri. Dimana untuk memahami jalan cerita di sinetron ini bisa dibagi dari beberapa kelompok pemain, yaitu kelompok:

1. Kelompok Kang Mus, terdiri dari kisah di rumahnya yang menceritakan hubungan Kang Mus dengan Esih (istrinya), Safira (anaknya), dan Emak (mertuanya). Juga kisah dengan ART bernama Ceu Edoh atau Emak dengan Susi Susanti. Dan yang terpenting Ujang Rambo sebagai penghubung cerita dengan para preman anak buah Kang Mus. Ujang Rambo pun jadi penghubung dengan para pekerja di bagian produksi kicimpring dan Serena (partner usaha).

2. Kelompok preman terminal, yang mengisahkan kubu Bubun dan Cecep. Dimana ada lagi sub kisah para anak buah Bubun dan Cecep yang berseteru, salah satunya munculnya Darman sang eksekutor. Juga kisah anak Cecep bernama Willy yang berhubungan dengan Silvia sang rentenir. Juga persaingan Boy yang merasa tersingkirkan oleh Willy dari Cecep, saudara Boy.

3. Kelompok Copet, dibawah naungan bos copet bernama Saep. Saep yang punya ambisi untuk meramaikan khazanah percopetan di Kota Bandung gencar merekrut anak buah. Di antaranya Gugum dan Mira, dimana kemudian Mira keluar dari jaringan copet dan meminta bantuan Cecep. Juga kisah sepak terjang copet-copet lainnya.

4. Duet Murad dan Pipit, dimana kedua pasangan ini pun jadi kisah seru tersendiri. Keduanya punya kisah yang tak dapat dipisahkan karena mereka satu paket. Dalam PP 4, Pipit merasa ditinggalkan Murad yang ingin banting setir dari jadi security menjadi petani.

5. Kelompok preman pasar, yang lebih tepatnya jadi juru parkir pasar. Ada tokoh sentral Taslim dan Mawardi. Taslim adalah keponakan Kang Murad dan Mawardi keponakan Kang Pipit.

6. Tokoh lainnya, yang jadi bagian cerita ada kisah percintaan Safira (anak Kang Mus); kisah anak Kang Murad bernama Aisyah; Ujang Rambo dan Serena; Mang Uu si penjual kopi; kisah Ubed dengan istrinya (Madona) yang penyanyi organ tungal; hingga kisah perjalanan si penipu Darsa.

Sinopsis Sinetron Preman Pensiun 4
Sinetron Preman Pensiun 4 diawali dengan kisah Kang Mus yang benar-benar pensiun jadi preman (sesuai amanat Kang Bahar dulu). Ia kini menekuni bisnis kicimpring dibantu Ujang. Selain masalah ekonomi karena usaha kicimpringnya menurun, ia pun dihadapkan dengan masalah keluarga dimana Safira, anaknya, sudah beranjak remaja dan butuh biaya untuk kuliahnya nanti. Ia pun menghadapi masalah dengan Emak yang ingin dibelikan sepatu Adinda yang gambarnya daun singkong tiga.

Selain itu, Kang Mus pun masih harus turun tangan langsung. Salah satunya memberi warning pada Cecep, saat Cecep merebut lapak terminal dari Bubun. Bubun sendiri dikisahkan masuk tahanan karena membeli motor curian dari Kang Wirya. Dan kesempatan itu dimanfaatkan oleh Cecep buat kembali lagi ke dunianya yang dulu.

Sayangnya, keputusan Cecep tersebut sangat beresiko karena Bubun dan kawan-kawan tak terima dan siap merebut kembali wilayah kekuasaannya. Celakanya, Kang Mus keukeuh tidak mau turun tangan membantu, Cecep harus nanggung sendiri akibatnya. Cecep harus siap melawan serangan balik dari anak buah Bubun yaitu Tonny dan kawan-kawan dibantu Kang Darman.

Di sisi lain, Kang Mus berusaha membangun kembali usahanya yang akan ambruk. Dibantu Ujang, usaha kicimpringnya mulai terangkat setelah datang Serena yang jadi partner dengan sistem bagi hasil. Kini kicimpringnya pun punya merek, yaitu "Kicimpring Family". Para preman dan orang lain turut membantu promosi produk kicimpring, dari Emak, Jupri, Bohim, Ceu Edoh, Mira, dan lainnya.

Nah, seiring jalannya cerita di setiap episode, ada keterkaitan satu tokoh dengan tokoh lainnya. Misalnya, tokoh pencopet Mira yang keluar dari "genggaman" Saep dengan minta bantuan Cecep. Mira pun harus lepar tandem dengan Gugum. Mira juga ikut membantu promosi kicimpring di CFD Dago dan di sanalah Mira ditaksir oleh Jupri bekas anak buah Kang Mus yang beralih jadi penjual sepatu bajakan. Saep pun menambah pasukan dengan merekrut copet binaan lain, salah satunya Nina.

Keterkaitan lainnya dengan hadirnya rentenir bernama Silvia yang punya hubungan dengan Willy, dimana Willy harus menanggung beban utang Bubun. Silvia pun punya masalah dengan Darsa yang mencoba menipunya. Namun, berkat bantuan Willy, akhirnya Darsa bisa ditangkap. Dan dengan ditangkapnya penipu itu, uang Kang Murad sebagai DP pembelian lahan di Lembang pun bisa kembali. Sang penipu diamankan di terminal oleh Cecep. Silvia yang bersahabat dengan Serena pun tertarik untuk join dengan usaha kicimpring, namun Kang Mus tidak sepaham mengenai jalinan kerja samanya, dianggap lebih menguntungkan Silvia.

Juga kisah Kang Murad dan Kang Pipit. Kali ini, Pipit kecewa berat dengan Murad yang dianggap pergi dari kehidupannya. Murad adalah satu-satunya sahabat dan teman duet. Maklum hidup Kang Pipit yang telah sendirian tak ada lagi jadi pegangan bila harus lepas dari Murad. "Murad jahat!" hanya itu yang bisa diungkapkan Kang Pipit saking kecewanya. Walau Kang Mus coba mendamaikan keduanya di cafe Mang Uu, namun rasanya Pipit tak bisa melepaskan rasa kecewanya tersebut.

Kisah lainnya mengenai drama asmara Safira yang sudah mengenal cinta dan ditikung sahabatnya sendiri. Lalu kisah anak Kang Murad bernama Safira yang beranjak remaja. Kang Murad ingin anaknya lebih baik dari dirinya. Kang Murad ingin istrinya berjilbab agar anak perempuan satu-satunya itu bisa mencontoh ibunya.

Juga kisah si penjual cilok Ubed yang punya istri bahenol, penyanyi organ tunggal. Ubed selalu khawatir bila dandanan istrinya terlalu menor juga goyangan saat istrinya manggung yang takutnya terlalu mengundang. Masalah lainnya, Ubed kerap kena sial dimana istrinya yang selalu kecopetan oleh anak buah Saep, bekas tandemnya dulu saat Ubed pernah jadi copet.

***
Hingga akhir tayangan di hari Kamis, 28 Mei 2020, Preman Pensiun episode ini menghadirkan kisah usaha kicimpring Kang Mus mulai dijalankan. Ujang dan Cecep mulai mendistribusikan kicimpring ke toko dan warung-warung. Sementara keadaan terminal makin bergolak, dimana Willy VS Tonny masih berseteru, salah satunya peranan Boy yang mengadu domba. Sementara Mira mencoba peruntungan dengan kerja bersama Bohim jualan kaos, dimana sebelumnya ikut Jupri. 

Nah, yang bikin menarik untuk ditunggu adalah menggantungya kisah-kisah tokoh di PP 4. Kalau kisahnya gak dilanjutin, sangat bikin penasaran. Kabar gembiranya, bila PSBB sudah dilonggarkan dan situasi memungkinkan, sinetron Preman Pensiun 4 akan kembali digarap. Ini sesuai kabar terbaru dari info DI SINI

------------
- Info lainnya seputar sinetron Preman Pensiun 4 LIHAT DI SINI



share to whatsapp