Review

Saung Angklung Udjo Terkenal Hingga ke Mancanegara




Sejarah dan Profil Saung Angklung Udjo

Saung Angklung Udjo (SAU) didirikan pada tahun 1966 oleh  Udjo Ngalagena dan istrinya Uum Sumiati dengan maksud untuk melestarikan dan memelihara seni dan kebudayaan tradisional Sunda. SAU berlokasi di Jln. Padasuka 118, Bandung Timur Jawa Barat Indonesia. Udjo Ngalagena (lahir 5 Maret 1929 – meninggal 3 Mei 2001 pada umur 72 tahun) merupakan anak keenam dari pasangan Wiranta dan Imi. Pada usia antara empat sampai lima tahun, Udjo kecil sudah akrab dengan angklung berlaras pelog dan salendro yang kerap dimainkan di lingkungannya dalam acara mengangkut padi, arak-arak khitanan, peresmian jembatan, dan acara-acara yang melibatkan keramaian massa lainnya.

Kepiawaian dan keahlian Udjo ternyata menurun kepada para putra-putrinta. Awal tahun 90-an mulailah era putra-putrinya yang meneruskan SAU di bawah bimbingan Udjo sendiri. Karena kondisi kesehatan pun Udjo sudah jarang untuk memimpin sebuah pertunjukan, hanya sesekali apabila sedang sehat Udjo muncul dalam pertunjukan yang dipimpin oleh para putranya sekedar mengucapkan salam ke pada para pengunjung dalam berbagai bahasa (Inggris, Belanda, Prancis, Jerman serta negara lainnya).

Saung Angklung Udjo (SAU) adalah suatu tempat workshop kebudayaan, yang merupakan tempat pertunjukan, pusat kerajinan tangan dari bambu, dan workshop instrumen musik dari bambu. Selain itu, SAU mempunyai tujuan sebagai laboratorium kependidikan dan pusat belajar untuk memelihara kebudayaan Sunda dan khususnya angklung.

Dengan suasana tempat yang segar udaranya dan dikelilingi oleh pohon-pohon bambu, dari kerajinan bambu dan interior bambu sampai alat musik bambu. Saung Udjo pun terus berkembang dengan bisnis utama pertunjukan dan produksi angklung. Setiap pekannya saung ini mendatangkan 300 wisatawan mancanegara.

Selain mengadakan pertunjukan rutin setiap sore, Saung Angklung Udjo telah berkali-kali mengadakan pertunjukan khusus yang dilakukan pada pagi atau siang hari. Pertunjukan tersebut tidak terbatas diadakan di lokasi Saung Angklung Udjo saja, tetapi berbagai undangan tampil di berbagai tempat baik di dalam maupun di luar negeri. Bahkan, tak sedikit dari angklung ini yang diekspor ke Korea Selatan. Tidak sampai di situ, ada 8.000 sekolah di Korsel yang mempelajari angklung sebagai mata pelajaran.

Saung Angklung Udjo tidak terbatas pada hanya menjual seni pertunjukan saja, berbagai produk alat musik bambu tradisional (angklung, arumba, calung dan lainnya) dibuat dan dijual kepada para pembeli. Untuk memproduksi 19 ribu angklung per bulannya, saung ini menerapkan pola kemitraan dengan penduduk sekitar. Saung ini juga sudah membina 11 kelompok pengrajin angklung, sehingga ada sinergi saling menguntungkan antara Saung Udjo dan pengrajin. (Sumber: wikipedia - dengan penambahan)

Saung Angklung Udjo
Jln.Padasuka No 118, Bandung 40192
Jawa Barat, Indonesia

Tlp. (022) 7271714 - (022) 7101736
Fax. (022) 7201587
E-mail : info@angklung-udjo.co.id