Review

Kesejukan Tempat Wisata Batu Kuda, Bandung Timur





Bandung selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan tempat wisata alam. Wisata alam di Bandung tersebar di berbagai titik. Para wisatawan biasa mengenal atau berkunjung ke daerah Lembang di Bandung Utara atau Ciwidey dan Pangalengan di Bandung Selatan. Namun bagi Anda penikmat wisata alam bisa mencoba salah satu tempat wisata yang sudah dikenal dari dulu oleh masyarakat Bandung, yaitu wisata Batu Kuda.

Destinasi wisata ini terletak di kawasan Bandung Timur. Nama Batu Kuda memang identik dengan salah satu keajaiban alam berupa batu yang menyerupai kuda. Batu tersebut persis berada di lereng Gunung Manglayang.

Areal Hutan Pinus
Kawasan wisata Batu Kuda dikelilingi oleh hutan pinus. Sehingga, di sini kesejukan sangat terasa. Anda bisa menghirup udara yang masih alami serta jalan-jalan diantara pohon pinus. Anda juga bisa menikmati kawasan cekungan Bandung dari sini. Jika Anda wisata ke daerah ini, jangan lupa bawa kamera atau handycam. Luas wilayah ini sekitar 20 hektare, meliputi KPLH Bandung Utara, BKPH Manglayang Barat, RPH Ujung Berung, Kabupaten Bandung, Kecamatan Ujung Berung, Desa Cibiru Wetan.

Adapun kawasan wisata ini berada di ketinggian antara 1.150 - 1.300 m dpl. Sementara, menyangkut morfologi wilayah pada umumnya bergelombang, kawasan ini mempunyai curah hujan 2.000 mm/th dengan suhu udara antara 19 - 27 C.

Keberadaan pohon pinus, cemara, dan kaliandra memang menjadi penarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke sini. Di sini juga ada mata air yang keberadaannya masih alami. Wana Wisata Batu Kuda merupakan wilayah resapan (catchment area) dan sumber air bagi sebagian penduduk di wilayah Desa Cikoneng, Cinunuk, Cimekar, dan Cileunyi Kulon.

Jika Anda ingin melanjutkan perjalanan petualangan alam, cobalah untuk meneruskan perjalanan mendaki Gunung Manglayang. Bagi Anda yang hobi bersepeda gunung, tidak ada salahnya mencoba trek alam menuju daerah ini. 

Legenda Batu Berbalut Mitos
Adapun tentang Batu Kuda, ini berhubungan dengan mitos penduduk setempat. Batu kuda mempunyai bentuk seekor kuda yang sedang duduk. Batu ini dianggap jelmaan kuda sembrani yang digunakan Eyang Layang Kusumah dan istrinya (penguasa gaib Gunung Manglayang).

Batu-batuan dan tempat wisata lainnya yang ada di seputaran sini oleh penduduk setempat mempunyai nama masing-masing: Batu Tumpeng, Batu Leuit, Batu Semar, Batu Keraton, Batu Ampar, Batu Korsi dan Batu Lamunan, Batu pasir Jirak, Pasir Kitumbak, curug kecapi, curug Cilengkrang dan curug pamujaan. Di batu-batuan dan tempat itulah acapkali digunakan sebagai tempat pemujaan dan sesaji. 

Rute Menuju Wanawisata Batu Kuda
Wanawisata Batu Kuda mudah dikunjungi dari berbagai arah. Anda dapat masuk melalui jalur Kecamatan Ujung Berung (9 km), Cicadas (13 km), Cibiru (masuk dari dekat Bundaran Cibiru/Jalan Manisi), atau dari Cileunyi (ujung Jalan Percobaan bagian timur/Cikalang) dan Jalan Pesantren Al-Jawami Cileunyi Wetan, atau dari daerah Kiara Payung (Kampus Unpad Jatinangor).

Kondisi jalan dari Cibiru atau Cileunyi umumnya beraspal dan baik sehingga relatif dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun empat. Selain menggunakan mobil pribadi, pengunjung dapat menggunakan ojek atau kendaraan carteran lainnya. Anda juga bisa berkemah di kawasan wisata ini. Untuk fasilitas penunjang cukup baik.

Di sini  penduduk atau petugas jagawana siap mendampingi Anda. Begitu pula warung dan MCK tersedia. Namun, di sini seperti tempat wisata alam lainnya berlaku juga tabu-tabu tertentu yang harus dihindari oleh pengunjung.