Review

Sejarah Viaduct Bandung




Sejarah viaduct Bandung

Viaduk atau Viaduct merupakan sebuah jembatan yang terdiri dari kolom/tiang yang berjarak pendek. Kata viaduct berasal dari Bahasa Latin yang artinya melalui jalan atau menuju sesuatu arah. Viaduct di Bandung merupakan kawasan yang diidentifikasi masyarakat sebagai sebuah jembatan kereta api yang di bawahnya ada jalan raya dan Sungai Cikapundung.

Adapun viaduct di Bandung, yang satu lokasinya sebelah barat Stasiun Bandung di jalan Pasirkaliki dan satu lagi di sebelah timur Stasiun itu yakni di Jalan Viaduct. Viaduct yang pertama di Pasir Kalikiweg dibangun pada tahun 1890-an dan yang kedua di Kebon Jukut dibangun pada tahun 1939. Masyarakat sangat mengenal Viaduct dan menjadikannya sebagai salah satu landmark kota.

Viaduct yang berlokasi di jalan Viaduct Bandung itu lebih ramai karena jika Anda datang ke sana banyak yang bisa dilihat dan dinikmati sekaligus, seperti: jembatan jalan kereta api diatas jalan raya dan diatas sungai, dan sekaligus sering melihat kereta api lewat maklum dekat ke Stasiun Bandung.

Di sekitaran viaduct arah Jalan Perintis Kemerdekaan ada patung Laswi dan patung Tentara pelajar, juga ada monument lokomotif, dan gedung tua Kantor PT  KA. Lalu di sebelah utara ke araj Balaikota ada Gedung Indonesia Mengugat (GIM). 

Viaduct itu menghubungkan Jln. Parapatan Pompa (sekarang Jalan Suniaraja) dengan jalan Braga. Dulu jalan di jalan Braga ini buntu, namanya Gang Effendi. Lalu jalan di samping penjara Banceuy, yang sebelumnya adalah jalan kampung, dibuat tembus sampai ke Jalan Braga di Jalan Naripan.

Profil gedung-gedung bersejarah lainnya di Bandung LIHAT DI SINI.