Review

Profil Didi Petet Pemeran Kang Bahar di Sinetron Preman Pensiun





Sinetron "Preman Pensiun" yang ditayangkan RCTI setiap hari pukul 17.00 semakin digemari masyarakat, khususnya urang Bandung. Kini setiap sore bisa dipastikan masyarakat Bandung punya tontonan yang selalu mengundang tanda. Imbasnya, para pemainnya pun kini mulai jadi idola baru masyarakat.

Hal ini terlihat di lokasi syuting dimana masyarakat banyak yang meminta foto bareng dengan para pemain "Preman Pensiun". Mungkin Anda termasuk yang penasaran, siap sih para pemain yang berperan di sinetron "Preman Pensiun"? Maklum banyak muka-muka baru yang menghiasi sinetron komedi ini.

Berikut ini profil pemain senior di sinetron komedi "Preman Pensiun" yang berhasil tim wisatabdg.com kumpulkan, dari wawancara langsung juga dari sumber lainnya. Inilah profil sosok pemeran Kang Bahar.

Urang Bandung Pisan!

Pria kelahiran Surabaya, 12 Juli 1965 ini  nama aslinya Didi Widiatmoko.  Ketertarikan Didi Petet akan dunia akting sudah terlihat saat ia duduk di bangku SMA. Perkenalannya dengan seniman Harry Rusli membuka jalannya untuk bermain di panggung teater.

Nama Didi Petet ia dapatkan dari landian (julukan) saat zaman SMA. Katanya waktu SMA banyak yang namanya Didi.
"Kebetulan mata saya mah agak sipit yang dalam bahasa Sunda disebut petet, maka untuk membedakan dengan yang lain, saya kemudian dijuluki Didi Petet."

Sementara kisah saat masa kecilnya, Kang Didi menuturkan:
"Saya menghabiskan masa kecil di Kota Bandung, karena orang tua saya ditugaskan di Bandung. Kebetulan orang tua bekerja di PT. Kereta Api Indonesia. Ya, karena ayah saya bekerja di PT. KAI. Waktu kecil saya tak asing dengan kereta dan sering naik kereta api gratis. Saya bersekolah di SD Sabang Bandung. Setelah lulus dari SD Sabang kemudian melanjutkan ke SMPN 5 Bandung dan melanjutkan ke SMAN 3 Bandung. Setelah itu saya masuk Institut Kesenian Jakarta (IKJ) angkatan 1977."

Seni Peran sebagai Jalan Hidup

Sejak SMP sekitar umur 15 tahun, duta PT KAI ini sudah mencintai dunia peran. Kreatifitasnya yang tinggi dan kecintaannya terhadap dunia peran tertanam sejak kecil hingga Ia pun memutuskan kuliah di Institut Kesenian Jakarta Jurusan Teater untuk merealisasikan minatnya di dunia seni.

"Sebelum terjun kedunia peran, sebetulnya saya lebih suka main musik walau merasa permainan saya pas-pasan. Saya pernah gabung bersama Kang Harry Rusli. Dimana suatu saat Kang Harry Rusli mengajak saya untuk ikut pentas diatas panggung dan awal mula saya pentas jadi tukang baso. Pementasan itu saya ingat dalam opera Ken Arok. Senangnya bukan kepalang saat saya berada di atas panggung!"

Di IKJ, ia mendapatkan bimbingan langsung dari Tatiek Maliyati, pengajar seni peran di IKJ yang sudah ia anggap sebagai ibu sendiri. Selain teater, Didi juga menekuni seni pantomin. Pada tahun 1985, Didi Petet memulai kariernya di film layar lebar berjudul Semua Karena Ginah. Pada tahun 1988, Didi Petet menyabet gelar Pemeran Pembantu Terbaik di ajang Film Indonesia berkat film Cinta Anak Zaman.

Pemeran Kang Bahar dalam sinetron "Preman Pensiun" ini telah membintangi banyak film dan teater, memerankan berbagai tokoh mulai dari Emon dalam "Catatan si Boy", Kabayan dalam "Si Kabayan Saba Kota", sampai Suwito dalam "Pasir Berbisik". 

Aktor yang Mendulang Banyak Penghargaan

Ia merupakan aktor kawakan yang sudah mendulang banyak penghargaan dari jagad film di Tanah Air. Ia pernah mendapatkan penghargaan dan nominasi dari mulai FFI, FFB, Piala Vidia, hingga Indonesia Movie Award. Aktivitasnya kini selain syuting, ia mendirikan production house juga aktif dalam sejumlah pementasan teater, seminar tentang seni peran dan mengajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Sosok Didi Petet bagi urang Bandung sudah tak asing lagi. Ia dikenal sebagai pemeran si Kabayan dalam film "Kabayan Saba Kota" dan beberapa sekuelnya. Lawan mainnya pada waktu itu Paramitha Rusady, Desy Ratnasari, hingga almarhumah Nike Ardilla. Mungkin selain Kang Ibing, tokoh si Kabayan  bisa dikatakan benar-benar "nempel" pada sosok Kang Didi Petet.
Logat Sunda-nya sangat fasih dan tak mencirikan ia urang wetan. Kembalinya Didi Petet ke Bandung via Preman Pensiun, seakan membalikkan kenangan masyarakat pada sosok si Kabayan yang pada tahun '80-an pernah blusukan main di beberapa tempat di Jawa Barat, dari kawasan Alun-Alun Bandung, Dago, kawasan Gedung Sate, hingga sebuah pesantren di kawasan Cicalengka yang dipakai tempat syuting si Kabayan.
Bagi urang Bandung sendiri, Didi Petet bisa dikatakan warga kehormatan. Lewat si Kabayan Saba Kota, nama Bandung pada waktu itu terangkat pamornya dan filmnya sendiri meledak di pasaran. Apalagi waktu itu, film si Kabayan menjadi ajang pemersatu para seniman, pejabat, dan tokoh masyarakat Sunda dimana semua ikut ngarojong (mendukung) yang hingga kini belum terulang lagi di Kota Bandung. Film si Kabayan waktu selain hiburan, juga sisi lain  urang Sunda yang bisa disatukan lewat media seni. Lewat film itu, masyarakat bisa kenal tokoh-tokoh, tempat-tempat wisata, hingga seni-budaya Sunda. Dan kini, memori itu seakan digali kembali dalam sinetron "Preman Pensiun".  *(Abah)

Baca juga: Didi Petet Pemeran Kang Bahar di Sinetron "Preman Pensiun" Meninggal Dunia

- Akun Twitter Didi Petet: https://twitter.com/didipetet1
- Akun Instagram Didi Petet : https://instagram.com/didipetet1/
- Profil para pemain sinetron "Preman Pensiun" lainnya: Klik di sini
- Akun Twitter para pemain "Preman Pensiun":  Klik di sini