Review

Profil Sandi Tile Pemeran Amin di Sinetron Preman Pensiun





Bagi Anda yang biasa nonton "Preman Pensiun" pasti akrab dengan tokoh Amin yang bekerja di rumah Kang Bahar. Ia kerap mengemudikan "Si Maung", mobil kesayangan Kang Bahar (Didi Petet). Gayanya yang lugu, polos, dan kadang agak kurang connect menjadi ciri khasnya. Ia yang bekerja di gegedug preman tersebut juga terlibat urusan perasaan dengan Imas, sang pembantu keluarga Kang Bahar.

Cinta Amin memang bertepuk sebelah tangan. Lebih perihnya, Imas lebih memilih jatuh cinta dengan preman anak buah Kang Mus, dari Dikdik hingga Joni. Maka, sosok Amin pun digambarkan sebagai lelaki yang kerap galau.

Lebih dari itu, bahkan untuk meningkatkan citra statusnya, ia rela berbohong pada sang kawan, copet Ubed, bahwa ia mengaku sebagai manajer perusahaan dan mengaku suka gonta-ganti mobil. Namun bagi pemirsa, "tandem" Amin yang paling setia adalah pagar rumah Kang Bahar. Entah sudah berapa kali ia buka-tutup pagar rumah majikannya tersebut. Ia juga yang menjadi pemberi pesan pada Imas setiap ada pengunjung ke rumah Kang Bahar; yang biasa minta disediakan hidangan minuman baik kopi maupun teh.

Profil Sandi Tile
Sosok tokoh Amin diperankan oleh Sandi Tile. Pria yang tinggal di daerah Antapani, Bandung ini pernah menuntut ilmu di. SD Griya Bumi Antapani (Griba) 14, SMPN 45 Bandung, SMA di KC 31, dan kuliah di LPKIA. 
"Saya mengenal dunia akting dari dulu. Saya waktu SMP hingga kuliah pernah aktif di teater, khususnya di kabaret. Saya juga pernah gabung Padhyangan 6 junior," demikian tutur Sandi saat ditanya awal dia terjun di dunia seni peran.

Dalam karier profesionalnya sebagai aktor, ia pernah ikut di sitkom "Bajaj Bajuri Baru" garapan Aris Nugraha. Film Bad Wolves, sebuah film aksi dari Indonesia yang dirilis pada tahun 2005. Sandi juga menuturkan bahwa ia pernah main di film Janda Kembang, Garuda di Dadaku, Republik Twitter, dll. Akting di FTV pun pernah ia lakoni. Baginya, dunia akting adalah hobi sekaligus pilihan hidupnya. Untuk memperdalam ilmu akting dan meningkatkan profesionalitas, ia mengaku belajar banyak dari aktor dan aktris senior. Untuk itu, demi mengembangkan bakatnya itu ia rela ngumbara di Jakarta.

Selama di Jakarta, ia ngekos di Jakarta kenal di daerah Lebak Bulus. Ia tinggal bersama Dewi Irawan, anak keluarga aktris senior Indonesia, Ade Irawan. Baginya, keluarga Ade Irawan adalah keluarga keduanya. Ia telah menganggap anak Ade Irawan, Ria Irawan dan Dewi Irawan layaknya kakak kandung. Malah, di keluarga tersebut ia mendapat nama baru:  Tile Irawan. Hal ini karena saking dekatnya dengan keluarga Ade Irawan. Bahkan, di rumah aktris senior tersebut, Sandi telah mendapat julukan heureuy "anaknya Dewi Irawan paling bontot yang beda warna",  maklum suaminya Dewi Irawan adalah lelaki bule yang berasal dari Italia.

Sementara keterlibatannya dengan sinetron "Preman Pensiun", awalnya ia mendapat telepon dari kantor agensinya bahwa ia diajak bergabung untuk main di "Preman Pensiun". Untuk lebih menghayati kehidupan dunia preman, Sandi rela menonton film The Godfather, film tahun 1972 yang disutradarai Francis Ford Coppola dan dibintangi antara lain oleh Marlon Brando dan Al Pacino. Dengan menonton film tersebut, Sandi ingin lebih mendalami karakter dalam cerita kehidupan preman.

"Namun, setelah diberi naskah dialog oleh Kang Aris, eeeh... geuning diberi peran jadi seorang sopir dan tukang buka-tutup pagar. Panan jauh pisan dengan bayangan saya yang habis-habis nonton film Godfater dari 1 - 3. Belum lagi cerita sinetron ini bener-bener sitkom ala Kang Aris pisan yang jauh dari kesan dunia preman yang garang. Yang ada malah kelucuan-kelucuan namun tetap berisi,' demikian tutur Sandi sambil tersenyum dan gogodeg sirah.

Ia pun sangat beruntung bisa satu frame dengan lawan main aktor senior, Didi Petet. Baginya, Kang Didi Petet bukan saja sebagai pemain andal, tapi juga guru yang kerap mengajarkannya untuk bermain peran dengan hati, dirasakan, dan disadari. Selain itu, sosok Aris Nugraha baginya adalah guru yang selalu membimbingnya untuk berupaya mengasah bakat akting, berperan dengan idealisme, dan kehidupan dunia entertainment yang dilandasi dengan sikap untuk kebaikan hidup.

Belajar Organisasi di "Preman Pensiun"
Sementara mengenai respons masyakarat terhadap sinetron "Preman Pensiun":
"Jujur, selama saya main di dunia seni peran, sinetron ini paling dahsyat! Ya, walau saya main dalam setiap episode yang menampilkan saya hanya berapa scene tapi efeknya luar biasa. Saya bangga dan terharu dengan respons positif dari masyakat terhadap sinetron komedi ini," tukas Sandi sambil mengacungkan jempol.

Begitu pula suasana kekeluargaan antarpemain maupun dengan kru, baginya tim di "Preman Pensiun" seru dan asyik. Ia juga mengaku kedekatan itu bukan hanya di lokasi syuting, sampai kegiatan-kegiatan di luar syuting pun keakraban itu sangat terasa. Kebetulan ia oleh teman para pemain dijadikan leader untuk mengurus ini-itu dari mulai event hingga bikin kaos "Preman Pensiun".

"Di luar aktivitas berakting di sinetron ini, saya belajar banyak dari teman-teman tentang bagaimana cara organisasi. Bagaimana mengorganisasi teman-teman dalam kegiatan meet and greet hingga menjaga solidaritas di antara teman-teman. Dalam hal ini, saya hanya kebetulan dipercaya mengorganisasi teman-teman untuk saling mendukung. Inilah tantangannya, dimana saya harus sabar dan bijak memahami teman-teman yang terdiri dari beberapa kepala dengan latar belakang yang berbeda. Saya berharap kekompakan ini terus dijaga," pungkas Sandi menutup perbincangan dengan wisatabdg.com. *(Abah)

Akun Twitter Sandi Tile: https://twitter.com/Sanditile

Seputar sinetron "Preman Pensiun":
- Video Youtube event: Klik di sini
- Profil para pemain lainnya: Klik di sini
- Akun Twitter para pemain:  Klik di sini - Info lainnya: Klik di Sini