Review

Kisah Sukses Lumpia Basah Mas Miun: Ketika Kesulitan Biaya Kuliah Menjadi Berkah (2)




Belajar Usaha, Membangun Mental Baja


Sumber: lumpiabasahmasmiun.com
Di saat ia dagang gorengan, terbetiklah ide untuk dagang lumpia basah. Maklum waktu itu di Jatinangor, lumpia basah tengah digandrungi para mahasiswa. Apalagi pangsa pasar mahasiswa dan masyarakat sekitar Jatinangor sangat terbuka lebar untuk urusan kuliner murah meriah ini. Maka, ia pun belajar membuat lumpia basah secara tutorial online dari Youtube dan Google. Agar hasil olahannya beda dengan yang sudah ada, ia coba mengolah racikan lumpia basah dengan aneka rasa.

Tekadnya untuk dagang lumpia basah sudah bulat. Setelah dihitung-hitung, untuk membangun usahanya ia butuh dana sekitar Rp. 6 jutaan untuk beli bahan-bahan, gerobak, juga peralatan. Ia pun lalu memberanikan diri pinjam ke temannya sebesar Rp. 2 juta dan sisanya Rp. 2 juta dari tabungannya selama menjual gorengan. Kebutuhan 6 juta tersebut ternyata kurang Rp. 2 juta lagi. Untuk menyiasati kekurangan tersebut, Nanda pun nego dengan yang punya gerobak hingga akhirnya gerobak bisa dimilikinya. Ia lalu mulai berjualan lumpia basah dengan harapan besar di pikirannya: usahanya bisa berkembang pesat.

Namun apa daya nasib berkata lain. Pada awal-awal ia merintis usaha, ternyata usaha yang ia harapkan demi menyambung hidupnya sebagai mahasiswa.. eh malah bangkrut! Rupanya lumpia basah bikinannya tersebut dari segi rasa kurang diminati oleh para pembeli. Modal pun ludes ditambah teman yang meminjaminya minta kembali uang modal. Di sinilah mental dan pikirannya sebagai pengusaha diuji. Ia minta waktu pada temannya tersebut. Nanda kemudian banting setir dengan jualan pakaian. Alhamdulillah, ia akhirnya dari dagang baju dapat hasil Rp. 7 juta. Uang yang Rp. 5 juta ia jadikan modal untuk berjualan lagi. Sisanya Rp. 2 juta ia kembalikan ke temannya tersebut.

Inovasi Salah Satu Kunci Sukses Usaha
Ia lalu mengevaluasi racikan lumpia basah yang pernah ia bikin. Ia mulai meracik rasa-rasa baru yang cocok di lidah. Eksperimannya berhasil dan usaha lumpia basahnya pun sedikit demi sedikit mulai diterima para pembeli dan usahanya pun lambat laun berkembang. Ia terus belajar lagi membuat racikan lumpia basah agar lebih enak dan variatif. Ia membuat lumpia basah rendang, seafood, sosis, baso, spesial, dsb.

Usahanya yang asalnya satu roda, ia bisa membuka 6 roda lain miliknya di Jatinangor. Untuk memperkenalkan dagangannya, ia mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Ia pun memanfaatkan media chatting di media online. Hal itu sekaligus membuka pasar lumpia basah. Maklum tantangannya rasa lumpia yang dia bikin, beda dengan rasa lumpia yang biasa dijual di Bandung. Lama-lama lumpia basah Mas Miun jadi kuliner favorit para mahasiswa dan masyarakat  di sekitar Jatinangor. Di kawasan pendidikan tersebut, gerai lumpia basah miliknya ada di daerah Ciseke dan seputaran Fakultas Pertanian Unpad. *Tim liputan wisatabdg.com

Baca artikel terkait lainnya:
- Kisah Sukses Lumpia Basah Mas Miun: Ketika Kesulitan Biaya Kuliah Menjadi Berkah (1)
- Kisah Sukses Lumpia Basah Mas Miun: Ketika Kesulitan Biaya Kuliah Menjadi Berkah (3)