Review

Kisah Sukses Lumpia Basah Mas Miun: Ketika Kesulitan Biaya Kuliah Menjadi Berkah (1)




Jika Anda berjalan-jalan ke kawasan pendidikan Jatinangor, cobalah untuk menikmati kuliner Lumpia Basah Mas Miun. Lumpia basah yang biasa dijual di beberapa lokasi dekat kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) ini sejak 2012 hingga sekarang laris manis menjadi buruan para penggemar kuliner. Salah satu menu andalan lumpia basah ini adalah lumpia basah seafood.

Omzet penjualan lumpia basah ini pun per hari bisa sampai jutaan. Namun, siapa sangka dibalik kesuksesan lumpia basah Mas Miun tersebut, founder sekaligus pengelolanya adalah seorang mahasiswa yang masih duduk di bangku kuliah di Fakultas Pertanian Unpad. Namanya Rizky Ananda, pengusaha muda yang pernah menyabet Penghargaan Program Kreatif mahasiswa (2012, 2013, 2104), Juara I Mahasiswa Wirausaha Unpad, FTIP Young Enterpreneur, dan terakhir mendapat penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2014 perwakilan dari Jawa Barat bersama Iman Nudi (pemilik Mochilok).   

Tak Ingin Membebani Orangtua
Rizky Ananda, pemuda yang lahir di Pekanbaru, 15 Oktober 1991 ini biasa dipanggil Miun.
"Dulu waktu Ospek Maba Unpad, entah kenapa saya dipanggil Miun oleh pembawa acara (MC). Akhirnya teman-teman kampus pun terbiasa memanggil saya dengan nama Mas Miun. Itulah akhirnya yang menginspirasi saya menjadikan panggilan unik tersebut mejadi brand bagi usaha kuliner saya," papar Rizky Ananda mengenai kisah nama produk lumpia basah yang dikelolanya.

Ia menuturkan,  saat diterima di Unpad, ia masuk lewat jalur Bidikmisi (program beasiswa pemerintah untuk mahasiswa kurang mampu). Mulanya ia sangat senang, karena bisa mengurangi beban orangtuanya. Sudah terbayang ia mulai bisa hidup mandiri tak bergantung pada orangtua. Maka, ia pun bicara pada orangtuanya agar jangan kirim uang lagi, karena sudah dapat biaya hidup dan biaya kuliah dari beasiswa. Ia senang karena akan diberi uang bulanan, namun ternyata uang bulanan dari beasiswa tersebut telat hingga tiga bulan. Ia pun pusing tujuh keliling memikirkan kondisinya saat itu.

Ia sempat dilematis karena tak mungkin harus memberitahu lagi orangtuanya agar mengiriminya uang. Sementara, biaya kebutuhan hidup sebagai anak kuliahan tetap harus ada setiap harinya. Ia sadar, bapaknya yang bekerja sebagai buruh dan ibunya yang hanya jadi ibu rumah tangga di Sumedang harus usaha ekstra demi mengiriminya uang. Akhirnya, demi tak mau membebani orangtua, Nanda (biasa ia dipanggil) memilih untuk berusaha sendiri. Ia nekad coba dagang gorengan milik ibu kosnya. Ia menjual gorengan ke teman-temannya dan di seputaran kampus. Ia cukup lama dagang gorengan. *Tim liputan wisatabdg.com

♦ Akun Twitter Lumpia Basah Mas Miun: https://twitter.com/lumpia_masmiun
♦ Akun Twitter Rizky Ananda: https://twitter.com/nanda_rizkyy