Review

Sinopsis Sinetron Preman Pensiun Season 1





Sinetron ini mengisahkan tema utama mengenai liku-liku kehidupan preman di Kota Bandung. Selain itu, sinetron ini mengisahkan karakter setiap peran; seputar kisah kehidupan kelompok pencopet di angkot hingga para preman yang punya masalah masing-masing. Kisah awalnya bersentral pada Kang Bahar (diperankan Didi Petet) yang dikenal sebagai jéger kahot (preman senior) di wilayah Kota Bandung.

Kang Bahar menguasai kawasan pasar, terminal, dan jalanan. Dalam melaksanakan bisnisnya, ia mempunyai sistem organisasi dengan pola struktur dengan adanya tangan kanan (Kang Muslihat) ditunjang para preman yang bergerak di lapangan. Seiring dengan bertambahnya usia dan rasa cinta yang sangat dalam pada istrinya, Kang Bahar lebih memilih tinggal di rumah  menunggui istrinya yang sakit yang sangat ia sayangi.

Preman Sayang Keluarga
Selain itu, Kang Bahar pun ingin mulai mengubah hidup lebih dekat dengan agama serta ketiga anak perempuannya. Hingga suatu waktu, Khadijah, istri yang sangat disayanginya itu harus menghadap Sang Khalik. Kang Bahar pun merasakan kehilangan dan duka cita sangat mendalam. Sosok sang istri adalah segalanya bagi Kang Bahar. Ia yang dikenal sebagai pemimpin preman hanya bisa diluluhkan oleh istrinya.


Cerita mulai berkembang, ketika Kang Bahar menghadapi kondisi dilematis. Ini berimbas juga pada anak buahnya: Kang Mus, Komar, dan sebagainya sebagai pengikut setia. Sadar akan kondisinya, akhirnya Kang Bahar benar-benar pensiun dan menyerahkan kekuasaan pada Kang Mus. Penyerahan kekuasaan tersebut diadakan dalam sebuah pertemuan besar preman anggota Kang Bahar di dekat fly over Kiaracondong. Penyerahan kekuasaan itu ditandai dengan pemberian cincin akik dari Kang Bahar kepada Kang Mus. Maka, resmilah Kang Mus memegang tampuk pimpinan tertinggi para preman. Inilah adegan penutup dari sinetron "Preman Pensiun" di season 1.

Konflik muncul ketika preman lain yang ingin memanfaatkan situasi dengan berupaya merebut wilayah kekuasaan dari klan Kang Bahar. Ialah sosok Jamal yang bermain di balik kekisruhan yang ada selalu menimbulkan kontra antara dia dengan klan Kang Bahar. Tokoh antagonis ini sebelumnya memendam sakit hati pada Kang Bahar karena ia merasa dibiarkan dipenjara. Ia terus mencoba menggerus wibawa dan kekuasaan klan Kang Bahar. Apalagi saat Kang Bahar memutuskan pensiun, Jamal pun seakan mendapat kesempatan untuk merongrong laskar preman yang dikomandani Kang Mus.

Tontonan yang Menyajikan Tuntunan
Kisah dalam sinetron komedi ini juga penuh kejutan nasib tokoh dan juga kelucuan di dalamnya. Rasanya di sini sulit untuk menentukan mana pemain utama dan mana pemain figuran. Dengan jumlah pemain lebih dari 30 orang, sebagian besar memiliki karakter unik tersendiri yang difavoritkan oleh para penggemar. Tentunya pula bumbu bodor di dalamnya menjadi salah satu alasan utama para penggemar sinetron komedi untuk menonton tayangan ini. Namun, sitkom ini menyajikan humor dengan bukan kelas kacangan.

Di balik kisah kelucuan, banyak hikmah-hikmah kehidupan yang terselip di dalamnya. Sinetron ini walaupun bungkusnya tentang preman, namun esensinya universal dan lebih humanis untuk mengajak pemirsa dalam menyelami nilai-nilai keseharian dalam kehidupan manusia. Jadi, jauh dengan kisah kehidupan preman yang identik dengan kekerasan, intimidasi, atau hal lainnya yang lebih memunculkan kesan tak bermoral.

Sosok-sosok yang "jeprut" alias kelakuannya yang nyeleneh dan bikin ketawa menjadi daya tarik sitkom garapan Aris Nugraha ini. Bagaimana penonton bisa dibuat terpingkal-pingkal oleh kelakuan preman Komar yang militan dalam mencari cinta yang lain, namun tiba-tiba menjadi layu jika di depan Bebeb, istrinya atau ketika ia dihardik Kang Mus. Kang Mus yang garang di lapangan, namun tak pernah mampu menaklukkan mertuanya. Atau sosok Pipit, preman yang alay dan sering mengesalkan saat bicara atau bertindak. Begitu pula sosok preman ganteng bernama Jupri yang punya skill sebagai dancer. Ada juga sopir Kang Bahar bernama Amin yang kerap tulalit plus kisa cintanya yang kandas pada Neng Imas. 


Ada juga cerita para genk copet yang punya semboyan one for all, all for one namun kacau balau dalam menata sistem percopetan tersebut. Salah satu penyebabnya karena Ubed mendamba cinta pada Dewi. Atau  juga ada sosok si Emak yang bersikap dan berkata dengan watado (wajah tanpa dosa) dan kerap bentrok dengan Ceu Edoh. 

Kelucuan ini lahir dari garapan naskah dan penyutradaraan Kang Aris Nugraha yang dikenal pandai mengocok situasi sehingga dialog-dialognya pun penuh bumbu kejutan. Bagaimana kisah-kisah berikutnya? Mangga, tonton saja setiap episodenya di season 2. Pada season 1, sinetron ini bisa dikatakan sebagai gerbang pembuka untuk keseruan kisah-kisah tokoh selanjutnya di season 2 (dan mungkin season-season selanjutnya). *Abah

Seputar sinetron "Preman Pensiun":
- Tonton episode 1 hingga episode 36: Klik di sini
- Video Youtube event/meet and greet: Klik di sini
- Profil para pemain: Klik di sini
- Info lainnya: Klik di Sini 
- Akun Twitter para pemin: Klik di sini