Review

Buku-Buku yang Membahas Seputar Kota Bandung




Profil sebuah kota bukan hanya terdokumentasikan lewat media foto. Buku pun menjadi media yang memberikan informasi akan perkembangan dan pertumbuhan sebuah kota. Tak terkecuali di Bandung, banyak buku yang menyajikan seputar Kota Bandung. Entah itu buku yang khusus membahas dari sisi sejarah, bangunan, film, hingga Persib. Bahkan, buku-buku yang memuat cerita fiksi pun tak sedikit yang menghadirkan Bandung sebagai settingnya. Salah satunya roman Atheis, karya sastrawan asal Garut, Achdiat Karta Mihardja. Sastrawan yang wafat di Canberra, Australia pada 2010  itu, dalam karya novelnya mengambil setting beberapa tempat di Bandung.


Karya tulis lainnya yang banyak menjadi koleksi adalah buku-buku tentang Bandung yang ditulis Kuncen Bandung, Kang Haryoto Kunto. Dengan gaya tulisan yang ngaguluyur, Kang Harry mampu membius para pembacanya untuk mengenang kembali Bandung tempo doeloe dengan gaya deskripsi yang apa adanya, malah terkadang loncat dari satu tema ke tema lain. Apalagi tulisan-tulisannya dilengkapi dengan foto-foto Bandung jaman baheula koleksinya. Selain di buku, tulisan-tulisan Kang Harry yang membahas seputar Bandung kerap dimuat di koran, salah satunya di HU Pikiran Rakyat.

Pada zaman dulu, kisah tentang Bandung ini pernah juga ditulis dalam buku  berbahasa Sunda, seperti Bandung Baheula, karya Moech. Affandi  yang diterbitkan Guna Utama pada 1969. Juga ada Keur Kuring di Bandung karya Sjarif Amin. Bahkan, dalam bahasa Belanda pun ada beberapa buku yang mengulas seputar Kota Bandung, antara lain: Bandoeng, karya H. Buitenweg (Katwijk, Holland, 1976), Gids van Bandoeng en Omstreken, karya S.A. Reitsma dan W.H. Hoogland (Vorkink, Bandoeng, 1921). Sementara buku dalam bahasa Inggris ada Bandung & Beyond, yang ditulis Richard & Sheila Bennet (Aneka Karya, Bandung, 1980).

Bagi Anda yang ingin mengenal Bandung lebih dalam, berikut ini beberapa buku yang membahas seputar Bandung.

1. Buku Semerbak Bunga di Bandung Raya
Buku karya Haryoto Kunto (alm) ini merupakan buku yang mengisahkan sejarah dan keindahan tanah pasundan di masa lalu. Membacanya seakan-akan Anda kembali ke tempo doeloe melalui mesin waktu. Gaya penulisannya yang ringan dan lugas membuatnya enak dibaca. Buku ini diterbitkan oleh Granesia dengan tahun terbit: 1986, April, cetakan ke-I dan tebal Buku: x, 1116 halaman. Buku SBBR bukan hanya berisi nostalgia masa lalu, tetapi juga berisi tentang perencanaan kota Bandung. Para pengambil keputusan sangat berkepentingan dengan hal ini. Begitu pula penduduk yang cerdas semestinya memahami asal-usul, seluk-beluk kotanya, dengan demikian dapat hidup selaras dengan lingkungan hidupnya.

2. Buku Wajah Bandoeng Tempo Doeloe
Wajah Bandoeng Tempo Doeloe dibagi ke dalam 18 Bab, dimulai dengan Bab I ”Pendahuluan” lalu Bab II “Negorij Bandong”, dan seterusnya. Buku ini berisi suasana masa lalu dan masa kini Bandung. Buku ini seakan menjadi media curhat Kang Harry yang mempertanyakan: "Mau dibawa ke mana Bandung di masa depan?". Buku ini pun dilengkapi dengan foto-foto Bandung jaman baheula, salah satunya foto-foto Pasar Baru Bandung tempo doeloe yang dikenal rapi dan bersih.

3. Buku Nasib Bangunan Bersejarah di Kota Bandung
Buku ini ditulis Haryoto Kunto dan diterbitkan oleh Granesia dengan jumlah isi 64 halaman. Dalam buku ini diungkap mengenai pelestarian alam dan lingkungan, serta cagar budaya di Bandung sejak sebelum kemerdekaan. Kang Harry berharap dengan diterbitkannya buku ini adalah demi pelestarian dan penyelamatan bangunan lama dan monumen bersejarah di Bandung. Pada bagian akhir buku tipis ini dilampirkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya. Dari 64 halaman, 26 halaman adalah isi buku, 20 halaman lampiran foto, dan 12 halaman lampiran Undang-Undang.

4. Buku Ramadhan di Priangan
Buku yang diterbitkan PT Granesia (percetakan H.U. Pikiran Rakyat) ini berisikan cerita memori masa lalu di Parijs van Java. Misalnya, informasi mengapa bisa ada dan disebut Pasar Baru. Begitu juga gaya ngabuburit urang Bandung zaman baheula. Mmh... bayangkan bagaimana bunyi bedug dari Masjid Agung (sekarang Masjid Raya Jawa Barat) bisa terdengar sampai ke daerah Kaca-Kaca Wetan, Ancol, Andir, hingga lapangan Tegallega bahkan sayup-sayup bergema sampai daerah Balubur (Dago). Review buku selengkapnya baca di sini.

5. Buku: Bandung Tonggak Sejarah Perfilman Indonesia
Bandung sebagai kota yang penuh dengan hiburan, hidup, dinamis, dan fungsional secara administrasi. Terbukti dengan dibangunnya beberapa gedung yang dapat menunjang aktivitas hiburan di Kota Bandung, seperti gedung bioskop untuk memutar film. Bangunan-bangunan bioskop ini dapat memberikan gambaran mengenai kondisi perfilman di Kota Bandung sekaligus kondisi penonton yang menikmatinya sesuai dengan fasilitas dan kapasitas yang disediakan. Buku ini mengisahkan sejarah perfilman Indonesia yang awalnya berpusat di Bandung. Buku ini ditulis oleh Eddy D. Iskandar dan diterbitkan oleh Pustaka Dasentra.

6. Buku Tiada Berita dari Bandung Timur
Buku dengan tebal 211 halaman ini merupakan otobiografi R. Jus Rusady Wirahaditenaya (ayahanda dari artis Paramitha Rusady dan Ully Sigar Rusady). Buku sejarah ini diluncurkan pada 27 September 2010 di Gedung Indonesia Menggugat. Pada bab awal menceritakan pemuda pejuang yang bermarkas di Jalan Raden Dewi Sartika (Kautamaan Istri) yang dipimpin Simon Lumban Tobing. Bagaimana pasukan ini bertempur dengan Jepang di PTT, Balai Besar Kereta Api, Pabrik Senjata dan di medan tempur lainnya. Sinposis buku bisa dibaca di sini.

Masih banyak buku-buku lainnya yang membahas seputar Bandung. Kami akan menambahkannya dalam postingan lainnya. Bagi Anda yang ingin mengoleksi buku yang membahas Bandung tersebut, bisa membelinya di toko-toko buku atau berburu buku di lapak-lapak penjual buku bekas yang ada di seputaran Bandung, seperti di Pasar Palasari. Bisa juga Anda hunting membeli secara online di situs-situs penjual buku langka, forum-forum komunitas pustaka, atau di komunitas lainnya (misalnya Komunitas Aleut). Jika ingin mencari referensi lebih lanjut, bisa mendatangi perpustakaan-perpustakaan yang ada di seputaran Bandung.