Review

Bandung Terpilih Menjadi Jaringan Kota Kreatif Bidang Desain oleh UNESCO




Bandung Terpilih Menjadi Jaringan Kota Kreatif Bidang Desain oleh UNESCO

Di penghujung tahun 2015 ini, Kota Bandung mendapatkan kado manis dari United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). Badan dunia PBB yang menangani pendidikan dan kebudayaan itu memasukkan Kota Bandung ke dalam jaringan kota kreatif UNESCO Creative Cities Network (UCCN) berkat kreativitas warganya dalam bidang desain.

Direktur UNESCO, Irina Bokova mengumumkan pemilihan Kota Bandung bersama dengan 47 kota-kota lain dari 33 negara di dunia sebagai anggota baru jaringan kota kreatif di markas besar UNESCO, Paris, Jumat (11/12). Dengan penetapan ini, maka anggota UCCN yang sebelumnya berjumlah 69 kota menjadi 116 kota.

Kategori Kota Kreatif di Dunia
Kota-kota tersebut dimasukkan ke dalam UCCN karena dianggap memiliki satu atau lebih dari tujuh kriteria yang dipersyaratkan badan dunia itu, yaitu kerajinan dan kesenian rakyat (crafts and folk art), desain (design), film (film), gastronomi (gastronomy), sastra, media dan seni musikbidang kerajinan dan kesenian rakyat, desain, film, gastronomi, sastra (literature), seni media dan musik (media arts and music).

Kota Bandung menjadi kota kedua di Indonesia yang mendapat pengakuan ini. Kota pertama di Indonesia yang dimasukkan ke dalam jaringan kota kreatif oleh UNESCO adalah Kota Pekalongan, Jawa Tengah dalam bidang kerajinan dan seni rakyat (crafts and folk of art). Bersama Bandung, lima kota lainnya yang mendapat pengakuan UNESCO di bidang desain adalah Budapest (Hungaria), Detroit (Amerika Serikat), Kaunas (Lithuania), Puebla (Meksiko), dan Singapura (Singapura) 

Pengakuan ini seolah menasbihkan julukan Kota Kembang sebagai kota kreatif. Selama ini, Bandung memang dikenal sebagai kota yang seolah-olah tak pernah kehabisan ide untuk melahirkan kreasi dan inovasi. Selain di bidang desain yang telah diakui UNESCO, masih banyak kreasi di bidang lain yang selalu lahir dari ibu kota Provinsi Jawa Barat ini. Antara lain di bidang fashion, industri kreatif yang berbasis teknologi informasi, dan tentu saja kuliner.

Pengakuan UNESCO ini tentu saja disambut gembira oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. Menurutnya, butuh waktu panjang bagi Bandung untuk dapat dimasukkan ke dalam jaringan kota kreatif. Kota Bandung harus menunggu sampai tiga tahun agar predikat sebagai kota kreatif itu disematkan. Predikat ini mewakili semangat kreativitas anak muda Bandung yang merupakan populasi terbesar di Kota Bandung. Dengan dukungan dari pemerintah, kreativitas itu semakin tumbuh subur dan berkembang dengan pesat.

Penghargaan dari Menpora
Tak hanya dari UNESCO, Kota Bandung pun mendapat penghargaan KNPI Award 2015 kategori Kota Layak Pemuda dari Kementerian Pemuda dan Olahraga yang diserahkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, di Hotel Horison, Jl. Pelajar Pejuang '45 Bandung, Jumat (11/12/2015).

Menurut Menpora, kota Bandung mendapat penghargaan ini karena merupakan salah satu kota di Indonesia yang banyak melahirkan inspirasi serta melahirkan karya-karya besar. Pemuda-pemuda Kota Bandung pun memiliki kreativitas, keunggulan, dan inovasi.

Berikut ini adalah daftar kota-kota yang menjadi anggota baru UNESCO Creative Cities Network dalam rilis yang tercantum di http://en.unesco.org/creative-cities