Review

Alun-alun Cicendo Bakal Jadi Tempat Wisata Favorit Baru di Bandung



Alun-Alun Cicendo

Saat momen pergantian tahun 2017 ke 2018 di Bandung, nama Alun-Alun Cicendo mengemuka sebagai salah satu lokasi tempat digelarnya malam tahun baru. Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari pada Selasa (5/12/2017) lalu. Publik, terutama wisatwan mungkin masih bertanya-tanya, di manakah dan bagaimana profil Alun-Alun tersebut.

Maklum saja selama ini, di Kota Bandung hanya dikenal Taman Alun-alun Bandung yang persis berada di area Masjid Raya Bandung. Lokasinya di pusat Kota Bandung. Satunya lagi ada Alun-Alun Ujungberung yang ada di kawasan Bandung Timur. Jadi, bila nanti (rencananya akhir Desember 2017) Alun-alun Cicendo diresmikan, maka di Kota Bandung lengkap sudah ada tiga kawasan Alun-alun, yakni di timur, pusat kota, dan Bandung bagian barat. Sementara lebih ke timur dari Alun-alun Ujungberung, akan ada pula Alun-alun Cibiru.

Pemilihan Alun-Alun Cicendo untuk kegiatan penyambutan tahun baru 2018 adalah ajang promosi Alun-Alun Cicendo sebagai tempat wisata. Malah direncanakan saat momen acara perayaan malam tahun baru 2018 di kawasan ini bakal dihadiri Kevin Liliana, mojang Bandung yang berhasil menjuarai Miss Internasional 2017.

Lalu di manakah Alun-alun Cicendo tersebut? Gambar peta lokasinya LIHAT DI SINI. Bila Anda yang suka bepergian naik pesawat dan turun di Bandara Husein Sastranegara, lokasinya tak jauh dari situ yakni sekitar 1,5 km. Sementara dari Stasiun Ciroyom, jaraknya kurang lebih 400 meter. Bagaimana profil Alun-alun Cicendo tersebut, berikut ini di antaranya:

1. Dekat sentra onderdil dan rongsokan besi Jatayu
Bagi urang Bandung, kawasan ini sudah tidak asing sebagai sentra besi bekas dan onderdil. Taman seluas sekitar 5.000 meter persegi ini berada di tengah los pedagang onderdil kendaraan bekas yang dikenal sebagai Pasar Jatayu.

Lokasinya berada di sudut, tepat di depan bundaran simpang Jalan Aruna-Jalan Jatayu. Alun-alun Cicendo sendiri berlokasi di sisi luar area ini. Posisi los yang menempel langsung proyek sisi Jalan Aruna itu sekarang digeser ke arah tepi jalan.

Dan pasar besi akan menjadi ciri khas Alun-alun Cicendo. Sekitar 65 kios akan disediakan Pemkot sebagai fasilitas untuk mengakomodasi pasar besi yang selama ini menjadi ciri khas dan tersebar di daerah Cicendo.

Bagi pengunjung pengguna kursi roda bisa mengakses pintu masuk dari Jalan Komodor Udara Supadio, dan disediakan jalur landai untuk mengakses area lainnya. Para lansia juga disediakan Zen Area, dengan dipisah tembok setinggi 2,8 meter untuk memanfaatkan ketenangan ruang.

2. Rencana diresmikan akhir Desember 2017
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyatakan, Alun-alun Cicendo yang pembangunannya ditargetkan selesai Desember 2017, akan menjadi Alun-alun paling cantik di Kota Bandung.

3. Fasilitas Alun-alun Cicendo
Sebagian besar area diisi oleh area rerumputan, paduan grass block dan paving. Termasuk untuk lapangan utama. Di Alun-alun Cicendo nantinya bakal ada skate park, tempat istirahat, pusat kuliner, bengkel kerja seni, dan lainnya. Di sini pun bakal ada plaza seluas sekurangnya 4 ribu meter persegi, hampir dari setengah lahan yang tersedia. Plaza itu diperuntukkan bagi masyarakat yang berinteraksi sosial, dilengkapi undakan tangga di sekelilingya.

Di area itu juga terdapat Art Market (pasar seni) seluas 543 meter persegi yang berisi 24 kios seni. Selain kios berisi karya para seniman, terdapat ruang komunitas lengkap dengan atap peneduh yang bisa diisi segala jenis kegiatan.

Sementara di dek, Di dek bakaal ada bangku-bangku dengan pohon yang muncul dari area koridor kios di bawahnya. Dek ini menjadi atap bagi 67 kios di bawahnya, serta kantor, musala, toilet, plus toilet khusus difabel, 5 parkir mobil, dan 20an parkir motor.

Untuk bermain anak, bakal ada juga kolam dangkal mirip yang ada di Taman Sejarah. Area kolam seluas 313 meter persegi ini tak hanya menyajikan kolam lebar, tetapi dilengkapi ngarai (canyon). Dengan diapit dinding setinggi dua meter dan lebar 1,6 meter, lorong ngarai ini dibentuk memanjang hingga 15 meter. Di kanan pintu masuk utama Alun-alun ada ornamen yang dibentuk dari tanda tangan warga sekitar Alun-alun Cicendo. Ornamen ini di desain oleh sekelompok dosen dari Institut Teknologi Bandung (ITB).