Review

Bandara BIJB Mendukung Kemajuan Wisata Bandung



Bandara BIJB dan Kemajuan wisata Bandung

Diresmikan pada 24 Mei 2018 lalu, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau biasa disebut juga Bandara Kertajati di Majalengka memberikan efek domino bagi perkembangan ekonomi daerah. Ini pun salah satunya akan menjadi dorongan baru bagi perkembangan wisata di Bandung. Walaupun dalam hal ini bukan saja Bandung yang akan merasakan dampaknya, namun juga kota-kota lain di Jawa Barat.

Namun perlu dicatat, khusus untuk Bandung, urusan sektor wisata memang dianggap paling siap dibanding kota lainnya. Tak heran bila Bandung dijadikan pintu gerbang wisata di Jawa Barat. Ke depannya, sektor wisata pun akan semakin bergeliat dan memberikan kontribusi nyata bagi majunya perekonomian masyarakat. Apalagi sektor wisata biasa memberikan efek domino bagi majunya sektor-sektor usaha lain, seperti usaha transportasi, UMKM, hotel/penginapan, seni budaya, kuliner, hingga penyelenggara event (event organizer).

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati, Majalengka direncanakan bakal menampung penumpang dari penerbangan internasional Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Tentunya pula kemudahan akses dengan dibangunnya infrastruktur pendukung seperti keberadaan jalan Tol Cipali dan Tol Cisumdawu yang sedang dibangun akan memberikan penghubung jalur perkonomian bagi Kota Bandung. Kedua jalur tol utama ke bandara tersebut melewati Bandung.

Akses wisatawan ke Bandung semakin mudah
Dengan beroperasi BIJB secara penuh, maka dapat mempermudah akses wisatawan asing menuju Kota Bandung yang merupakan pusat pariwisata di Jawa Barat. Wisatawan asing seperti yang akan menuju Bandung, lebih cepat melalui BIJB Kertajati dibandingkan melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Adapun yang perlu disiapkan sekarang adalah para pelaku usaha dan pihak pemerintah sendiri dalam mengoptimalkan potensi kunjungan wisatawan. Untuk para pelaku usaha wisata di Bandung, dilakukan dengan semakin membenahi fasilitas wisata. Apalagi bila kunjungan wisatawan mancanegara akan terus bertambah dengan hadirnya bandara ini. Bila selama ini wisata di Bandung identik dengan kunjungan dari pelancong asal Jabodetabek, maka ini harus bersiap dengan pertambahan pengunjung asing.

Pembenahan pendukung wisata di Bandung
Upaya untuk lebih memberi kenyamanan aksesibilitas dan fasilitas para wisatawan ke Bandung di antaranya:
- Ketersediaan akses transportasi, entah itu moda travel, bus, atau layanan antar jemput ke Bandara Kertajati.
- Begitu pula dengan tempat-tempat wisata di Bandung yang dituntut terus inovatif dan menyajikan atraksi-atraksi wisata yang tidak monoton.
- Hal lainnya juga pentingnya inovasi penyelenggaraan event-event wisata di Bandung.
-  Sementara bagi pihak pemerintah sendiri, urusan transportasi dan layanan informasi wisata di Bandung harus terus dibenahi dan ditingkatkan. Maklum saja, urusan jalur transportasi di Bandung selama ini jadi keluhan para wisatawan, salah satunya kemacetan yang kerap menggangu kenyamanan perjalanan wisata. Juga urusan perparkiran yang di tempat-tempat wisata yang harus lebih nyaman dan aman bagi para pelancong.
- Hal lainnya untuk informasi wisata terutama bagi turis asing, di Bandung masih dirasa kurang karena kurang digarap secara optimal.
- Pendukung wisata lainnya juga menyangkut ketersediaan sentra souvenir juga pembenahan pasar-pasar dan sentra belanja.
- Branding wisata Bandung yang masih belum memiliki konsep, terutama dari segi logo dan slogan.
- Aspek keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung. Jangan sampai image Bandung turun di mata wisatawan karena sering munculnya berita gangguan keamanan di Bandung. Ini juga menyangkut aspek keamanan dan kenyamanan di tempat-tempat wisata di Bandung, misal dengan terlalu tingginya biaya tiket wisata saat musim liburan.





share to whatsapp