Review

Kembangkan Wisata Literasi, di Bandung Kini Hadir Street Library




Street Library Bandung

Budaya baca di zaman sekarang memang kalah jauh dengan kebiasaan masyarakat yang main gadget. Mirisnya, berdasarkan studi "Most Literred Nation in The World 2016", minat baca di Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara. Juga ragam faktor lain yang membuat budaya baca di negara Indonesia termasuk rendah, salah satunya kurang tersedianya jumlah buku dengan angka populasi warga. Idealnya, 1 orang 2 buku, namun yang terjadi saat ini adalah 15.000 orang hanya 1 buku

Dan Bandung sebagai "Kota Pendidikan" berusaha memberi ruang kepada publik untuk bisa mengakses membaca buku dengan menghadirkan konsep "Street Library". Street Library merupakan rak buku yang terpasang di jalanan Kota Bandung untuk memudahkan masyarakat membaca buku.

Kehadiran Street Library bukan sekadar mempercantik Bandung yang memang sudah menawan. Namun juga sebagai fasilitas umum agar masyarakat bisa menikmati ribuan informasi dalam buku yang belum sempat dibaca. Dengan demikian, baik warga Bandung maupun wisatawan luar kota pun bisa memanfaatkan fasilitas ini.

Untuk tahap, awal Pemkot Bandung akan hadirkan 100 buah street library. Perihal letak yakni jalan yang sudah dilengkapi kursi taman di trotoar jalan. Bila Anda penasaran dengan penampakan perpustakaan jalanan ini, bisa dilihat di Jln. Asia Afrika. Tempat lainnya yang akan dipasang di daerah Cikapayang, Dago, dan Jalan Riau.

Saat ini. Pemkot Bandung masih memproduksi lemari lain untuk disebar di pinggir jalan Kota Bandung. Ridwan Kamil sendiri menargetkan ada 100 lemari yang akan diluncurkan seminggu sebelum ia dilantik menjadi gubernur Jabar terpilih. Sementara untuk mengantisipasi aksi vandalisme, tiap lemari akan dijaga seorang relawan. Mereka pula yang akan melayani masyarakat yang ingin membaca buku.

Selain itu, terdapat program community swap. Dengan program ini, bagi yang memiliki buku tidak terpakai boleh drop atau meminjam buku juga. Seperti yang ditulis Ridwan Kamil dalam postingan di Instagram-nya pada Jumat, (31/8/2018):

Ada 100-an benda mungil ini akan ada dan hadir di jalanan Kota Bandung dengan warna-warni permen ala Bus Bandros. Program "Community Swap" : Warga yang punya buku bagus bekas atau tidak terpakai, daripada nganggur berdebu, silakan sumbangkan dan drop bukunya di rak buku ini. Kecuali buku nikah dan buku hutang. Semoga warga Bandung naik tingkat budaya literasi membaca agar jadi bangsa juara. Nanti hadir di seluruh Jawa Barat. Karena Buku adalah jendela dunia.