Review

Secco, Produk Gitar Kelas Dunia dari Bandung



Secco Guitar Bandung

Harga berbanding dengan kualitas. Salah satunya produk gitar made in Bandung ini yang telah dikenal mendunia. Adalah Secco, produk gitar berkualitas yang dibuat di Kota Kembang. Beberapa jenis gitra dibuat di sini dari classic guitar, folk guitar, dreadnought style, double-triple O, hingga travel guitar.

Nama gitar Secco tak bisa dilepaskan dari nama Yosefat Wenardi atau akrab dipanggil Wen.  Dialah pendiri Secco Guitar and String Instruments dengan menggandeng seorang guitar luthier kawakan dari Bandung. Awalnya, gitar produksi Secco dibuat secara massal, tapi akhirnya hanya diproduksi sesuai pesanan dengan kualitas mumpuni.

Lahir dengan bakat seni, Wen sejak SD sekitar tahun 1970-an belajar gitar dari pamannya. Untuk mendukung bakat seninya, ia pun mendirikan band bersama teman-temannya. Namun era 80an, ia kuliah di Jurusan Mesin pada Institut Teknologi Nasional (Itenas), Bandung. Kecintaannya pada seni pun tak begitu total. Hingga akhirnya pada tahun 1999, ia merintis usaha sebagai luthier (pembuat gitar). Perlu waktu sekitar tiga tahunan untuk mengasah membuat gitar.

Kolaborasi dengan luthier Genta
Era tahun 2000an, Wen pun belajar banyak pada Ki Anong Naeni, pembuat gitar legendaris dari Bandung yang dikenal dengan merek Genta.  Kolaborasi itu menghasilkan pembuatan gitar khas Secco secara manual pada November 2000. Gitar merek Secco berbahan baku dari kayu pilihan asal Majalaya dan Banjaran, yakni jenis kayu sonokeling, ki pait, mahoni, kayu pohon nangka, serta pohon lokal lain.

Secco sendiri punya workshop di Jalan Tanjung No 13, kawasan Cihapit Bandung. Waktu itu, harga gitar produk Secco berkisar Rp 400 ribu hingga Rp 3 juta per unit, tergantung jenis dan bahan yang diproduksi. Ciri dari gitar Secco ini memiliki keunikan khas, terutama produksinya yang terbatas. Wen pun semakin mengasah kemampuannya membuat gitar dengan belajar langsung pada seorang luthier dari kota Granada, Andalusia, di Spanyol, dan Kanada pada tahun 2010.

Pulang mengasah ilmu membuat gitar dari luar, Wen membatasi produk gitar Secco dengan lebih memilih  bahan baku kayu impor seperti african black wood, snake wood, dan zebra wood. Adapun untuk bahan kayu lokal dari Indonesia yang digunakan diantaranya Indonesian rose wood, mahogany, dan Makassar ebony serta kayu Irian.

Segmen menengah ke atas
Penjualan gitar Secco pun akhirnya diarahkan untuk kalangan penggemar gitar menengah ke atas, terutama pemusik nasional dan dunia. Tak heran, proses pembuatan  secara home made demi menjaga kualitas produk gitarnya membutuhkan waktu 250 jam kerja. Sekarang, untuk satu unit gitar Secco dibanderol dengan harga berkisar Rp 3 juta hingga Rp 40 juta per unit. Pada 2011, sejumlah jenis gitar produk Secco mulai dipamerkan di Singapura dan Malaysia. Di dua negara ini, pesanan lalu muncul dari Turki dan Selandia Baru.

Sejumlah gitar Secco pun sudah dipesan sejumlah musisi dan konsumen berbagai negara, di antaranya Jepang, Malaysia, Jerman, Amerika Serikat, Selandia Baru, Jerman, Singapura, Kanada, dan Prancis. Wen pun menerima pesanan dari artis atau tokoh tertentu. Untuk custom atau pesanan minimal seharga 2.500 dolar AS.

Sejumlah jenis gitar Secco dikoleksi sekitar 250 pemusik (baik gitaris maupun musisi). Salah satunya penyanyi kawakan Iwan Fals dan Sawung Jabo.  Iwan Fals sudah memiliki tiga gitar akustik produksi Secco. Gitar tersebut dibelinya dengan harga 2.500 sampai 4.000 dolar AS per unit. Nama lainnya yang mengoleksi gitar Secco adalah mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

SECCO GUITAR
Jl. Tanjung No.13, Cihapit, Kota Bandung
Telepon: (022) 7234710
Instagram: @seccoguitar




share to whatsapp