Sentra Suku Cadang dan Aksesoris Mobil di Jalan Banceuy Bandung




Sentra onderdil Mobil Jalan Banceuy

Untuk mencari suku cadang dan aksesoris kendaraan, di Bandung selain di toko-toko dan bengkel, juga bisa di beberapa pusat perbelanjaan tematik. Untuk onderdil dan aksesoris mobil dan motor misalnya ada di kawasan Jln. Pungkur atau sentra onderdil bekas di Jln. Astana Anyar dan di Jln. Jatayu. Dan nama lainnya yang telah dikenal lama adalah di Jln. Banceuy.

Sentra suku cadang kendaraan
Membentang kurang lebih 600 meter dari Jln. Asia Afrika sampai Jln. Suniaraja, di sinilah sentra onderdil mobil yang telah dikenal lama khususnya bagi warga Bandung. Di Jln. Banceuy memang dikenal sebagai pusatnya onderdil mobil sejak zaman Belanda. Jalan yang diresmikan pemerintah kolonial pada 1871 dengan nama Bantjeuyweg itu, terdapat sentra suku cadang kendaraan.

Lokasi Jln. Banceuy sendiri berada di pusat kota dimana di sekitarnya pun dikenal sebagai pusat belanja. Diantaranya Jln. Banceuy bersambungan dengan Jln. ABC yang dikenal sebagai sentra barang elektronik,  kacamata, dan jam tangan. Di arah timur ada Jln. Terusan ABC tepatnya di kawasan Pasar Cikapundung yang dikenal sebagai pusatnya perlengkapan elektronik, barang antik, hingga tempat pedagang sepeda berjualan.

Sementara di sebelah barat, dari Jln. Banceuy melewati Jln. Pecinan Lama hanya berjalan kaki bisa langsung ke pusat perbelanjaan legendaris yakni Pasar Baru Bandung. Di Jln. Banceuy pun dikenal dengan bangunan peninggalan kolonial hingga situs penjara Ir Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia.

Merunut pada sejarahnya "Banceuy" sendiri diartikan sebagai kampung yang bersatu dengan istal kuda. Dulunya, di sini kampung yang ditempati pengurus kuda dan keretanya.  Di sana pula kusir bisa mendapatkan bantuan air atau cai untuk minuman kuda yang dalam bahasa Sunda disebut bantuan cai. Bantuan cai lalu disingkat dan dilafalkan menjadi Banceuy.

Bekas sentiong
Jalan Banceuy pun dulu dikenal dengan nama Oude Kerkhofweg alias Jalan Kuburan Lama (Sentiong). Salah seorang warga kota terkemuka yang dimakamkan di Sentiong adalah Asisten Residen Carl Wilhelm August Nagel. Ia tewas dalam huru-hara Munada pada akhir 1845.

Adapun Banceuy dikenal sebagai pusatnya onderdil kendaraan telah dikenal sejak 1950-an. Pasar onderdil itu menempati bekas Sentiong yang kemudian sempat beralih fungsi menjadi terminal.  Dari situlah sentra onderdil mulai dikenal. Terminal dimanfaatkan pedagang untuk menjual suku cadang bekas. Semakin lama, pedagang onderdil di kawasan Banceuy semakin banyak.

Jika Anda membutuhkan satu bagian dari kendaraan Anda yang hilang atau rusak, pasar ini memang layak menjadi buruan belanja kendaraan Anda. Di sini, Anda bisa memarkirkan kendaraan lalu mencari onderdil atau aksesoris di toko-toko. Toko-tokonya pun selain menyediakan onderdil dari ragam pabrikan kendaraan juga ada yang khusus per pabrikan saja. Dan yang paling lengkap tentunya ada di Bandung Banceuy Otomotif Center (BBOC) yang ada di sebelah utara dekat Jln. Suniaraja.

Dari onderdil sampai montir
Selain bisa membeli aneka onderdil dan aksesoris, di sini pun standby para montir yang siap membantu Anda memasang onderdil atau memperbaiki mobil Anda. Para montir tersebut ada yang nongkrong di pinggir jalan juga di bengkel-bengkel yang biasanya ada di belakang bangunan pinggir jalan. Ada juga para pedagang aksesoris dan onderdil bekas kaki lima.

Harga onderdil yang dijual di bilangan Jln. Banceuy memang lebih murah rata-rata 75% dibandingkan dengan produk baru. Kondisi barangnya pun tidak buruk-buruk amat, antara 60%--80%. Jenis produk yang dijual pun sangat beragam mulai dari onderdil ukuran mini seperti mur atau baut hingga yang berukuran besar macam dashboard, ban, hingga blok mesin. Juga, di sini menjual onderdil dan aksesoris mobil lawas.

-----------
Info lainnya seputar otomotif LIHAT DI SINI

-----------

Baca info-info wisatabdg.com lainnya di GOOGLE NEWS