Review

Wisata ke Alun-Alun Bandung, Ayo Sambangi Pendopo

share to whatsapp



Wisata Pendopo Kota Bandung

Kawasan Alun-Alun Bandung termasuk salah satu destinasi wisata yang jadi favorit para pelancong. Di kawasan ini, para pelancong bisa menikmati wisata bangunan bersejarah seperti Gedung Merdeka atau berselfie ria di depan Grand Savoy Homann Hotel. Tentunya pula spot Taman Alun-Alun di depan Masjid Raya Bandung jadi pilihan utama buat menikmati wisata ruang publik. Spot lainnya yakni menara Masjid Raya Bandung. Dari atas ketinggian menara tersebut, pengunjung bisa memandang luas wilayah Bandung.

Di kawasan Alun-Alun pun wisatawan bisa wisata belanja, misalnya ke Parahyangan Plaza dan sekelilingnya yang dikenal sebagai pusat distro Bandung. Juga ada tempat-tempat wisata kuliner seperti di kawasan Jln. Balonggede atau di Jln. Cikapundung. Dan satu lagi, bila Anda berkunjung ke kawasan Alun-Alun, bisa menyambangi Pendopo yang terletak di sebelah selatan/sebarang Taman Alun-Alun. Inilah bangunan bersejarah yang difungsikan jadi rumah dinas Wali Kota Bandung.

Kunjungan ke Pendopo hari Minggu
Perlu diketahui Pendopo terbuka untuk umum setiap hari Minggu. Warga bisa datang mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB. Pendopo terletak di Kelurahan Balonggede, Kecamatan Regol. Dengan demikian, wali kota merupakan warga Balonggede. Untuk itu juga, ia mempersilakan para tetangganya untuk datang ke pendopo.

Dilansir dari Humas Pemkot Bandung, Pendopo berada di Jln. Dalem Kaum dan hanya beberapa puluh langkah dari Masjid Raya Bandung. Pendopo dibangun mulai tahun 1811 dan selesai tahun 1812. Pembangunan pendopo diprakarsai oleh Bupati Bandung ke-6, Wiranatakusumah II yang bernama asli Raden Indrareja dan kerap dipanggil Dalem Kaum.

Bupati yang dijuluki The Founding Father inilah yang langsung memilih lokasi pembangunan pendopo. Ia membangun pendopo tepat menghadap ke arah Gunung Tangkuban Parahu yang merupakan simbol kepercayaan sejarah masyarakat Sunda.

Luas pendopo 18.984 m dan terdiri dari beberapa bangunan, yaitu bangunan utama seluas 1.805,25 m, bangunan pendopo 470 m, bangunan barat 175 m, bangunan timur 445 m, dan halaman seluas 15.475 m.

Jalan Pos
Pembangunan pendopo merupakan satu kesatuan dengan pembangunan Jalan Pos atau Grote Postweg yang dilakukan oleh Gubernur Jendral Daendels. Pada awal didbangun, pendopo menjadi pusat pemerintahan Bupati Bandung. Semula pusat pemerintahan dipusatkan di Dayeuhkolot (Kota Lama), jaraknya sekitar 10 km dari Jalan Raya Pos yang sedang dibangun.

Pada masa pemerintahan Bupati R.A.A. Wiranatakusumah IV (1846-1874) tahun 1850, bangunan pendopo direnovasi. Dindingnya diganti dengan tembok bata dan beratap genteng. Tahun 1935, dibangun tempat tinggal bupati di belakang pendopo yang merupakan hasil rancangan Presiden Soekarno. Beberapa bangunan tambahan seperti ruang tamu utama, ruang kerja, ruang gudang dalam, ruang tengah, kamar utama, dua kamar keluarga, ruang arab (ruang pertemuan) dan ruang keluarga, serta ruang untuk keluarga Bupati di bagian barat bangunan utama.

Saat ini, gerbang pendopo dibuat berupa ornamen beton semen yang juga cukup unik. Di kanan dan kiri gerbang terdapat gambar para Wali Kota Bandung dari masa ke masa. Di halaman pendopo terdapat dua buah lonceng ukuran besar yang tergantung pada pilar beton. Dua lonceng itu pun dibuat simetris, saling berhadapan. Banyak cerita tentang lonceng tersebut, mulai cerita mistis hingga sejarahnya.

Rumah dinas wali kota Bandung
Sejak masa pemerintahan Wali Kota Ateng Wahyudi (1983-1993), pendopo kembali menjadi kediaman Wali Kota Bandung. Wali Kota Bandung selanjutnya tinggal di pendopo selama mereka memimpin Kota Bandung, Wahyu Hamijaya (1993-1998), Aa Tarmana (1998-2003), Dada Rosada (2003-2008 dan 2008-2013), Ridwan Kamil (2013-2018), dan sekarang Oded M. Danial (2013-2023).

Meski menjadi rumah dinas wali kota, namun Pendopo terbuka untuk warga yang hendak berkunjung. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyediakan waktu berkunjung untuk warga Kota Bandung menikmati bangunan yang pada tanggal 26 Februari 2011 mendapat penghargaan dari organisasi Bandung Heritage sebagai bangunan bersejarah yang terawat keasriannya ini.




share to whatsapp