Review

Taman Asia Afrika, Destinasi Wisata Ruang Publik Baru di Kiaracondong Bandung

share to whatsapp



Taman Asia Afrika Kiaracondong

Nama Taman Asia Afrika mengemuka saat helatan penutupan acara Asia Africa Festival (AAF) 2019. Sabtu, 29 Juni 2019, para delegasi negara sahabat diajak menikmati keberadaan taman baru di Bandung tersebut. Taman yang berada di kawasan Kiaracondong tersebut memang secara khusus didedikasikan untuk  monumen peristiwa Konferensi Asia Afrika (KAA) yang berlangsung di Kota Bandung pada tahun 1955. Taman ini rencananya akan dibuka untuk umum pada akhir Juli 2019 dan untuk masuk ke taman ini tidak dipungut biaya alias gratis.

Berikut ini informasi seputar Taman Asia Afrika:

1. Lokasi Taman Asia Afrika
Taman ini berdiri di Kiara Artha Park, Kiaracondong. Lokasinya tak jauh dari Jembatan Pelangi/Jembatan perempatan Kiaracondong-Jln. Jakarta sebelum Jembatan Pelangi (sebelah kiri dari arah flyover Kircon). Untuk akses ke taman ini bisa dari berbagai arah. Bila dari arah Alun-Alun Bandung ke arah timur, melewati Jln. Ahmad Yani ke Jln. Jakarta (Kiaracondong). Bila keluar tol Buah Batu ambil arah kanan di stopan Buah Batu ke Jln. Soekarno Hatta - di stopan Kiaracondong/Samsat/Carrefour belok kiri ke arah Jln. Kiaracondong lewat flyover terus menuju arah Jembatan Pelangi (ada di sebelah kiri bekas sentra belanja Cimol).

2. Area Taman Asia Afrika
Taman tersebut akan dibangun seluas 2,6 hektare. Luasan tersebut merupakan kewajiban pembangunan Ruang Terbuka Hijau di atas lahan seluas 13 hektare milik Pemerintah Kota Bandung. Pembangunan RTH tersebut didahulukan agar manfaatnya langsung bisa dirasakan oleh masyarakat.

Di taman tersebut, selain akan menjadi ruang rekreasi dan edukasi, ada juga fungsi untuk penahan banjir. Taman yang memiliki bentuk unik menyerupai angka 8 ini dihiasi dengan berbagai ornamen yang mengingatkan masyarakat terhadap persaudaraan negara-negara Asia dan Afrika.

3. Ciri khas spot air mancur
Taman Asia Afrika dilengkapi dengan atraksi air mancur menari yang siap menghibur para pengunjungnya. Deretan air mancur tersebut terdapat di tengah danau mini yang tepat berada di tengah Taman Asia Afrika.

Air mancur tersebut menari mengikuti lantunan lagu yang mengiringinya. Pada malam hari, pemandangan atraksi air mancur ini semakin memikat karena disertai dengan pencahayaan warna-warni. Taman yang dibangun dengan anggaran Rp150 miliar itu bisa diakses secara gratis masyarakat umum ke depannya.

Setiap malam pada jam tertentu, air mancur akan menari-nari di danau sebagai tontonan kreatif bagi pengunjung. Di sekitar danau akan disediakan viewing deck  dan area interaksi masyarakat yang ingin melihat pertunjukan air mancur dari dekat. Namun saat ini semua sedang disempurnakan. Ikon lainnya ada patung anak-anak dan tangan bersalaman yang melambangkan perdamaian dunia.

4. Kerja sama dengan swasta
Pembangunan infrastruktur di lokasi tersebut dilakukan oleh pihak swasta dengan mekanisme kerja sama investasi. Skema tersebut berubah dari sistem lama yang biasanya menggunakan skema Build-Operate-Transfer (BOT).

Pemkot Bandung telah membentuk perusahaan daerah yang akan mengelola aset-aset kota, yakni Bandung Infra Investama. Instrumen tersebut dinilai akan lebih memberi keuntungan kepada pemerintah.

Pengelolaan sisa lahan di Jalan Kiaracondong itu juga akan langsung dikerjasamakan dengan PT BII. Berbagai infrastruktur akan dibangun, bentuknya bisa berupa zona ekonomi atau hunian, sesuai dengan kebutuhan.




share to whatsapp