Review

Mengenal Tokoh-Tokoh Pendiri Bandung

share to whatsapp



Profil sejarah pendiri Kota Bandung

Sejarah berdirinya Kota Bandung tak bisa dilepaskan dari Kabupaten Bandung. Sejarah Kota Bandung secara resmi dimulai pada masa pemerintahan Kolonial Hindia Belanda, pada abad ke-19. Kota Bandung didirikan oleh dan atas kebijakan Bupati Bandung ke-6, R.A. Wiranatakusumah II (1794-1829).

Akan tetapi, proses pendiriannya dipercepat oleh perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-36, Herman Willem Daendels (1808-1811) dengan surat keputusan (besluit) pada tanggal 25 September 1810, sehingga tanggal 25 September dianggap sebagai hari jadi Kota Bandung.

Pada awalnya, Jalan Raya Pos berjarak 11 km di utara Krapyak, ibu kota Kabupaten Bandung saat itu. Daendels memerintahkan kepada Bupati Bandung ke-6, R.A. Wiranatakusumah II (1794-1829) untuk membangun ibu kota Bandung yang baru di sekitar jalan tersebut. Ucapan Daendels yang terkenal adalah: "Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd" (Usahakan, bila saya datang kembali ke sini, sebuah kota telah dibangun).

Jalan Raya Pos yang melalui sebelah barat Alun-Alun Bandung antara tahun 1920-1940
Wiranatakusumah II kemudian memilih sebuah lokasi di dekat sumber mata air yang bernama Sumur Bandung. Kedua sumur tersebut berada di tepi barat Sungai Cikapundung. Satu sumur terletak di Bale Sumur Bandung atau Gedung PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten, Jalan Asia Afrika. Sedangkan sumur lainnya berada di bawah bangunan bekas kompleks pertokoan Miramar, Alun-alun Bandung.

Sesuai dengan konsep tata ruang tradisional, Bupati R.A. Wiranatakusumah II dan sejumlah rakyatnya membangun Pendopo di sisi selatan Alun-alun Bandung, menghadap ke arah Gunung Tangkuban Parahu yang merupakan simbol kepercayaan sejarah masyarakat Sunda. Sedangkan Masjid Agung Bandung (sekarang Masjid Raya Bandung) dibangun di sisi barat alun-alun, dan pasar terletak di sisi timur.

Makam di Dalem Kaum
Untuk mengenang sejarah pendirian Kota Bandung, setiap menjelang perayaan hari jadi Kota Bandung tanggal 25 September, pihak Pemkot Bandung biasa malaksanakan ziarah ke makam-makan para pendiri Kota Bandung. Ziarah pertama biasanya ke makam di belakang Masjid Raya Bandung (sebelah barat), diawali ziarah ke makam Raden Adipati Aria (R.A.A.) Wiranatakusumah II atau yang lebih dikenal sebagai Dalem Kaum (1794-1829).

Dalem Kaum memiliki nama asli Indradireja. Di makam yang berlokasi di Jalan Dalem Kaum itu juga terdapat makam Nyi Rd. Kendran, Bupati Bandung ke-15 Rd. Tumenggung Male Wiranatakusumah, dan Penghulu Kab. Bandung Rd. Moch Soleh.

Makam di Jln. Karang Anyar
Tak jauh dari lokasi pertama, lokasi kedua berada di Jalan Karang Anyar. Di sini ada makam Rd. Tumenggung Wiranatakusumah III (1829-1846) atau yang berjuluk Dalem Karang Anyar. Di area makan ini juga terdapat makam Pahlawan Nasional Rd. Dewi Sartika.

Makam di Dayeuhkolot
Di Dayeuhkolot, ada tujuh makam pemimpin Bandung, yakni Ratu Wiranatakusumah (Raja Timbanganten VII), Bupati Bandung ke-1 Rd. Tumenggung Wira Angun-Angun (1641-1709) atau Raden Astramanggala, Rd. Tumenggung Anggadiredja II (Bupati Bandung ke-4), Rd. Adipati Wiranatakusumah I yang bernama asli Anggadireja III (Bupati Bandung ke-5), Rd. Demang Sastranegara (Patih Bandung), Rd. Rg. Somanegara (Patih Bandung), dan Rd. Demang Suriadipradja (Hoofd Jaksa Bandung).

Makam di Kabupaten Garut
Di Kabupaten Garut ada dua lokasi makam para pendiri Bandung, yakni Makam Dalem Ardikusumah I (1681-1704) dan Dalem Anggadireja II (1747-1763). Makam Dalem Ardikusumah I berlokasi di Timbanganten, dan makam Dalem Anggadireja II berlokasi di Kel. Jayawaras, Kec. Tarogong Kidul.

Dalem Ardikusumah I yang berjuluk Dalem Gordah I adalah menantu dari Bupati Wira Angun-Angun, bupati pertama Bandung. Gordah berarti pohon beringin. Oleh karena itu, beliau dimakamkan di bawah pohon beringin. Sedangkan Dalem Anggadireja II merupakan cucu dari Dalem Gordah sekaligus ayah dari Anggadireja III atau R.A. Wiranatakusumah I. Dalem Anggadireja II berarti kakek dari R.A. Wiranatakusumah II, pendiri Kota Bandung atau Bupati Bandung ke-6.




share to whatsapp