Review

Bike Boyz: Cinta, Geng Motor, Pencurian Sepeda Mahal, dan Teroris

share to whatsapp




Catatan Produser - Chand Parwez Servia
Sejak belasan tahun lalu saya mengenal Kang Aris Nugraha yang bersahaja, dan selalu menghasilkan karya berkarakter dan dekat dengan keseharian. Konsistensinya semakin diterima baik oleh penonton, terbukti karya film perdana yang ditulis dan disutradarainya Preman Pensiun (2019) meraih 1.147.469 penonton.

Komunitas pecinta karya ANP (Aris Nugraha Production) selalu menanti karya terbaru dari Kang Aris. Serunya karena sama-sama orang Sunda, saya dari Tasikmalaya dan Kang Aris dari Garut, obrolan dengan bahasa ibu di antara kita gampang nyambung. Akhirnya lahir sinopsis tentang anak motor baik-baik penggemar Vespa di Bandung berjudul BIKE BOYZ, karya kolaborasi Starvision dan ANP Films.

Ada 6 karakter utama di BIKE BOYZ yang menjadikan hobby sebagai sumber nafkah mereka. Salah satu karakternya, Agus mengingatkan saya kepada sosok Si Kabayan. Bedanya kisah cinta Agus tidak semulus Si Kabayan dengan Nyi Iteung, karena ceweknya Agus, Lilis dinikahi orang lain. Skenario yang ditulis Kang Aris memang khas, diawali pencurian sepeda mahal kemudian bergulir jadi kisah cinta yang lumayan rumit, tapi disajikan ringan dan menghibur. Lilis dari Garut bertemu kembali dengan Agus di Bandung, ketika sedang mencari suaminya yang sudah 3 bulan pergi tanpa memberi kabar.

BIKE BOYZ berangkat dari true events, bercerita juga tentang aksi pencurian motor, geng motor dan terorisme yang sel-selnya bisa merekrut orang-orang yang tidak terduga. Jalinan beberapa kisah bertaut dengan lincah saling melengkapi dan mengajak kita bertualang. Seakan BIKE BOYZ adalah petualangan kita sendiri. Bagi saya BIKE BOYZ menjadi paketan rasa dari 3 film favorit saya Si Kabayan Saba Kota (1989), The Tarix Jabrix (2008), dan Get Married (2007).

Persiapan produksi berjalan lancar,, karena tim Kang Aris sangat loyal dan efektif sistem kreatifnya. Eksekusi produksi yang nyaris 90% di outdoor, dan banyak di jalanan yang sangat sulitpun relatif berjalan lancar. Kang Aris ingin semua visual berjalan real, tidak ada jalan ditutup atau disterilkan, harus se-natural mungkin. Butuh 26 hari syuting menuntaskan karya istimewa dan unik ini.

Ketika materi usai draft editing, saya semakin percaya diri bahwa BIKE BOYZ adalah karya yang dibutuhkan penonton, karena identitas cerita yang dekat dan menampilkan keseharian kita secara nyata. Proses final editing berjalan lancar, sangat menyenangkan. Banyak hal baru saya temukan, di antaranya kecintaan masyarakat, khususnya komunitas Vespa akan kehadiran BIKE BOYZ dengan solidaritas sangat tinggi. Walaupun BIKE BOYZ bukan film untuk penggemar sepeda motor semata, karena dramanya universal juga komedinya yang fresh. Kang Aris juga mendesain 3 lagu yang pas mengisi momen-momen action seru dan asik.

Sesuatu yang jadi pertanyaan banyak pihak, apakah film butuh pemain yang sudah populer? Atau film yang punya skenario dan eksekusi baik justru menciptakan pemain? Pertanyaan ini akan segera terjawab setelah Anda nonton BIKE BOYZ di seluruh bioskop mulai 14 November 2019.

Catatan Penulis dan Sutradara - Aris Nugraha
Ketika saya menulis cerita BIKE BOYZ saya tidak semata-mata mengandalkan imajinasi atau mengarang bebas, beberapa cerita yang saya buat menjadi saling berhubungan berangkat dari kisah nyata yang saya dengar dalam obrolan, pergunjingan, atau curhat teman-teman. ada juga dari yang berdasarkan saya baca di media, atau siaran berita di televisi.

Tentunya tidak saya sajikan kembali secara telanjang, melainkan direkayasa sebagai jalan hidup tokoh-tokoh yang saya ciptakan, ini adalah hal yang sama saya lakukan ketika menulis cerita dan skenario, mulai dari serial televisi Bajaj Bajuri sampai serial televisi dan film Preman Pensiun. Sehingga menjadi tontonan yang dekat dengan penontonnya.

Saya berharap BIKE BOYZ juga bisa menjadi tontonan yang menghibur tentang realita yang ada di sekitar kita.

BIKE BOYZ
Sinopsis
Ketika Agus hendak membantu Lilis mencari suaminya yang sudah 3 bulan tidak pulang dan tidak berkabar, Vespa Agus hilang diambil orang. Bersama teman-temannya sesama anak Vespa, Agus  keliling Bandung mencari Vespa miliknya dan juga suami Lilis, kemudian tanpa sengaja masuk ke dalam kasus yang melibatkan komplotan pencuri, geng motor sampai teroris dan polisi.

Pemain dan Tim Produksi:
Agus: Aep Bancet
Lilis: Aline Manza
Marwan: Gariz Luis
Ichan: Damar RM
Koko: Andy Josalim
Andi: Dicky Satria
Pendi: Fadly Dodun
Pinky: Delisa Herlina
Marlon: Enco Ruhayat
Mega: Birgi Putri
Bi Ngkom: Daisy S Brata
Mira: Fenny Yulianto
Umam: Iphey Kabimo
Yoyok: Dian Sule
Dirga: Herry SOG
Jaya: Ikhsan Setiana
Ajat: Nendy Nurdin
Tony: Eko Oray
Wahyu:: Rizky MA
Abdul: Oong
Baron: Kris Tatto
Komandan Intel: Akp. Auliya Djabar Sik

Produksi Starvision dan ANP Films
Produser:
- Chand Parwez Servia
- Fiaz Servia
Sutradara: Aris Nugraha
Produser Eksekutif:  Raza Servia
- Riza
- Mithu Nisar
Manajer Produksi: Agus KSK Sunaryo
Penulis Skenario: Aris Nugraha
Penata Artistik: Ade Syafrizal
Penata Sinematografi: Gunung Nusa Pelita
Editor: Ichsan JW
Penata Suara: M Ikhsan
Penata Musik: Danny Supit
Video Grafis: Capluk
Perekam Suara: Supriyadi Tokek
Penata Warna: Andhy Pulung
- Yehuda Aribowo
Perancang Poster: EndoneGraphz & Stuff
Penata Rias dan Busana: Aryo Setiawan
Pelatih Akting: Epy Kusnandar
Penata Casting: Sandi Tile
Foto dan di balik layar: Ganjar Mustika
OST:
- "Kejar" - Eza Yayang
- "Bukan Manusia Baja" - Eza Yayang
- "Demi Kasihku" - Eza Yayang