Review

Update Layanan DAMRI, Transportasi Online, dan Travel Bandung Awal Bulan April 2020

share to whatsapp



layanan transportasi bandung

Bagi Anda warga Bandung yang biasa menggunakan layanan transportasi bus DAMRI, per 1 April 2020, sebanyak 5 trayek DAMRI di Bandung Raya akan berhenti beroperasi sementara. Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan wabah Covid-19

Adapun kelima trayek tersebut, di antaranya:
1. Cicaheum-Cibeureum
2. Elang-Jatinangor
3. Dipatiukur-Jatinangor
4. Alun-Alun Bandung-Kota Baru Parahyangan
5. Alun-Alun Bandung-Ciburuy.

Selain kelima trayek tersebut, trayek DAMRI tujuan Bandara Kertajati Majalengka juga dihentikan untuk sementara waktu. Adapun jalur TransJawa yakni trayek Jakarta-Surabaya dikurangi jam operasionalnya. Trayek tersebut kini hanya beroperasi di akhir pekan saja.

Namun trayek DAMRI lain masih beroperasi normal seperti biasa. Hanya saja, ada pembatasan operasional yang mengakibatkan waktu tunggunya menjadi lebih lama.

Layanan transportasi online Bandung
Sementara layanan transportasi Grab di Bandung mulai memasang sekat pelindung berbahan plastik di puluhan taksi online. Sekat pelindung ini berfungsi untuk membatasi kursi pengemudi dan penumpang saat dalam perjalanan. Diharapkan, inovasi ini bisa mencegah dan meminimalisasi penularan virus corona atau Covid-19. Bandung dipilih menjadi kota pertama untuk inisiatif tersebut. Pada tahap pertama, pihaknya menargetkan pemasangan sekat pelindung di 100 mobil di Kota Bandung.

Hal lain juga dirasakan layanan ojek online atau ojol yang di Bandung sendiri (seperti daerah lainnya) juga mengalami penurunan. Informasi di lapangan, penurunan penggunaan jasa ojol ini mencapai angka 50 persen hingga 70 persen dari saat biasanya sebelum program bekerja dan belajar di rumah diberlakukan.

Sementara pihak Gojek berupaya memberikan proteksi terhadap para mitranya drivernya dengan memberikan hand sanitizer, masker, dan vitamin C demi antisipasi persebaran Covid-19. Dalam keterangan resminya yang diterbitkan pada 23 Maret 2020, Gojek secara kontinu menyediakan ribuan masker, hand sanitizer, vitamin, dan desinfektan untuk mitra driver. Gojek juga mengaktifkan SOP (Standar Operasional) saat berkendara bagi konsumen dan driver untuk saling melindungi kesehatan bersama.

Untuk di Bandung, para ojol mengatakan bahwa pesanan antara penumpang memang sudah sangat sepi di masa wabah Covid-19 ini. Sementara untuk layanan pesan makanan atau layanan mengantar barang jadi andalan para driver online tersebut.

Layanan travel di Bandung
Imbas lain dari social distancing demi mencegah penyebaran Covid-19 juga sangat dirasakan bisnis transportasi travel yang biasa jadi primadona di Bandung. Penurunan penumpang saat itu sampai 60%. Biasanya sehari bisa mengangkut 1.000 penumpang, bisa turun sampai 300 dan 400 orang.

Namun, sebagian layanan travel di Bandung yang tetap beroperasi. Untuk keamanan dan kenyamanan, setiap kendaraan travel tetap mengikuti ketentuan pemerintah dengan memakai APD, thermo gun, dan hand sintizer. Sebagian armada dari pihak pengusaha travel ada yang beroperasi namun hingga hampir 50% armada dikandangkan, mengurangi jadwal layanan, hingga menutup beberapa rute.



share to whatsapp