Bank BJB

Bank BJB

Lebih Dekat Mengenal Tokoh, Cerita, dan Setting Tempat Sinetron Preman Pensiun 4






preman pensiun 4

Nonton sinetron Preman Pensiun 4 (PP 4) memang lebih asyik bila tahu dari alur cerita awal dari PP 1 s.d 3. Penggemar berat pasti mengetahui kisah awal mula Kang Mus punya anak buah hingga kenapa mereka tidak terlibat lagi dunia premanisme. Belum lagi tokoh-tokoh baru yang hadir. Bagi yang baru nonton sinetron Preman Pensiun 4, mungkin ada yang kurang ngeuh dengan kisah terbaru, baik itu penokohan maupun alur cerita.

Nah, biar gak terlalu bingung saat nonton tayangan PP 4, berikut ini beberapa informasi seputar sinetron komedi garapan Aris Nugraha ini.

1. Dulu Kang Mus jadi tangan kanan Kang Bahar
Bila di PP 4 tangan kanan Kang Mus adalah Ujang Rambo Bojongsoang, dulu di musim awal Kang Mus jadi tangan kanan Kang Bahar (diperankan alm. Didi Petet). Kang Bahar benar-benar jadi preman pensiun yang tinggal di rumahnya, mengurus istrinya yang sakit. Kang Mus sesekali laporan ke rumah Kang Bahar dalam mengurus "bisnis" yang dijalankan anak buahnya yang menguasai pasar, terminal, hingga parkiran.

Kang Bahar pun meminta anak buahnya tersebut untuk pelan-pelan meninggalkan profesi tersebut dengan berganti profesi lain yang "normal". Upaya mengubah profesi tersebut makin menguat saat Kang Bahar wafat dan digantikan Kang Mus. Dimana Kang Mus sendiri mulai menekuni usaha kicimpring, Gobang jadi peternak lele, Bohim beralih jadi usaha clothing, Jupri jadi tukang sepatu KW di Jln. Kembang Sapatu (Kosambi), hingga Komar yang jadi tukang kolak bersama istrinya.

Untuk jalan cerita di PP 4 tidak banyak berubah, hanya hadir nuansa baru. Dari Kang Mus yang lebih banyak diam di rumah atau bulak-balik ke tempat produksi kicimpring dan turun tangan saat bekas anak buah ada masalah; duet paket Pipit dan Murad yang kini jadi security dan masih berhubungan dengan preman lainnya; komplotan copet yang tetap dipimpin Saep dengan berganti anak buah; kawasan terminal yang ada dualisme kepemimpinan (Bubun dan Cecep); kisah pertobatan Ubed yang fokus jadi tukang cilok; dan kisah anak Kang Mus (Safira) yang kini sudah berseragam putih abu dengan segala romantikanya ala anak remaja.

2. Hilangnya sosok Kang Komar dan Bos Jamal
Kemana Kang Komar? Kok salah satu ikon PP itu kini gak ada? Juga dimana Bos Jamal yang menguasi kawasan Alun-alun dan Jln. Braga? Dulu, Kang Komar bisa disebut tangan kanan Kang Mus. Komar yang hidupnya diselamatkan Kang Mus saat jadi pengamen, menjadi bagian tak terpisahkan dari PP. Kedekatan Komar dan Kang Mus bisa terlihat di PP 1. Namun di musim-musim selanjutnya, sosok preman takut istri tersebut lenyap. Entah pertimbangan atau hal apa yang membuat pemeran Komar (Matt Drajat) tak dilibatkan lagi oleh tim produksi PP.

Juga Bos Jamal yang jadi musuh abadi Kang Mus (karena Jamal dendam pernah dipenjarakan Kang Mus). Ujang Rambo sendiri dulunya adalah tangan kanan Bos Jamal. Atas suruhan Bos Jamal, Ujang pernah berseteru hebat dengan Dikdik, hingga pernah membuat Dikdik patah tulang. Ujang pun sampai diontrog (dilabrak) oleh anak Kang Bahar bernama Kinanti. Di PP musim selanjutnya, sosok Bos Jamal yang punya ciri khas suka minum es lemon ini tak terlihat lagi.

3. Keluarga Kang Bahar dan ART
Selain anak Kang Bahar (Kinanti, Kirani, dan Kinasih), asisten rumah tangga (ART) bernama Imas dan supir bernama Amin juga dulu meramaikan PP. Di musim selanjutnya, pasca wafatnya Kang Bahar mereka mulai menghilang alias tak terlihat di tayangan PP. Anaknya diceritakan ada yang pindah ke Jakarta juga punya kesibukan lain.

Sementara ART Imas dan supir Amin juga tak terlihat. Dalam kehidupan asli, pemeran Imas yaitu Soraya Rasyid sudah pindah haluan menjadi pembawa acara Uang Kaget di GTV. Adapun Amin yang diperankan Sandi Tile kini wara-wiri jadi ojol di sinetron spin off Tukang Ojek Pengkolan (TOP) yaitu sinetron Gober bareng pemeran Johny (Pangeran Tyson) dan copet Dede.

4. Latar tempat Preman Pensiun
Waktu PP 1 tahun 2015, lokasi-lokasi shooting PP jadi tempat ikonik. Dari tempat parkir di belakang Pasar Buku Palasari, markas di dekat pasar, trotoar Alun-Alun dan Jln. Braga, sampai taman-taman ikonik di Bandung. Juga rumah yang ditempati Kang Bahar dan keluarganya di Jln. Putri (kawasan Jln. Burangrang).

Bukan hanya tempat, beberapa tokoh seperti Ridwan Kamil pun pernah nampang dengan setting tempat di Taman Balaikota dan Bandung Command Center. Juga nama pelatih Persib waktu itu Djajang Nurjaman pernah ikut eksis main jadi cameo di PP dengan shooting di Lapangan Persib (Sidolig).

Juga rumah Kang Mus dulu yang pernah jadi tempat shooting di kawasan Antapani, lalu di musim selanjutnya pindah ke kawasan Palasari (Lodaya). Di PP 4, rumah Kang Mus ada di kawasan Gatot Subroto (di Jln. Deme) dekat Trans Studio Mall Bandung. Kini di PP 4, lokasi pun nambah sampai ke Lembang (tempat Murad mau beli lahan pertanian).

Tempat ikonik lain yang jadi sejarah adalah kawasan area terbuka di dekat flyover Kiaracondong. Dulu tempat semua preman "rapat" dengan Kang Bahar. Kini di PP 4, jadi tempat pertemuan Kang Mus dan Kang Idris (sahabat Kang Bahar).

BACA JUGA:
Sinopsis Cerita Sinetron Preman Pensiun 4

Beberapa tempat seperti taman ada yang masih digunakan untuk shooting PP 4. Juga untuk media operasi para copet yang dipimpin Saep masih tetap naik turun angkot di kawasan pusat kota Bandung. Buat pertemuan copet biasanya di gedung kosong dan taman-taman. Sementara untuk tempat mangkal para preman terminal masih di Terminal Cicaheum.

5. Pemain yang datang dan pergi
Selain tadi Bos Jamal dan Komar, beberapa pemain lainnya pun tak terlihat lagi (atau mungkin "disimpan" dulu buat dimunculkan kembali?). Dari tokoh Kinanti, Bebeb (istri Komar), copet Dewi dan Junaedi/Juned, Gobang, Dikdik, Iwan Tyson, pemalak Bobi dan Baba, Diza, Surip pengamen pasar, Kemod, Agus penjual buku, Darmaji si tukang parkir, Dea keponakan Kang Mus, kakek Jin Kura-Kura, Yuyun, Resti sang penipu, Uyan si seniman, dan tokoh lainnya.

Kini wajah-wajah baru di PP 4 muncul dengan alur cerita dan peran yang berbeda. Sebut saja seperti Silvia si rentenir, Bubun penguasa terminal, Susi Susanti teman Emak, Mira si pencopet, Madona istrinya Ubed, Aisyah anak Kang Murad, Boy, Renita,  Mawardi keponakan Kang Pipit, Udung, Wirya, Willy, Tony, dan lainnya.

------------
Info lainnya seputar sinetron Preman Pensiun 4 LIHAT DI SINI